Jateng

Badko LPQ Kota Semarang Gelar Pembinaan Asatidz, Kumpulkan Bantuan Untuk Palestina Sebesar 154 Juta

Theo Adi Pratama | 27 Januari 2024, 17:09 WIB
Badko LPQ Kota Semarang Gelar Pembinaan Asatidz, Kumpulkan Bantuan Untuk Palestina Sebesar 154 Juta

AKURAT.CO, Para ustadz dan ustadzah atau asatidz diharapkan mampu untuk menyesuaikan diri di Tengah tuntutan zaman yang semakin maju.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur'an (Badko LPQ) Kota Semarang, Bahrul Fawaid saat membuka kegiatan program kerja bulanan pengurus pada Sabtu (27/1/2024).

Bertempat di kantor sekretariat Jl. Dewi Sartika Timur XIV, kegiatan ini mengangkat tema “Optimalisasi Peran Asatidz dalam Lembaga Pendidikan Al-qur’an”.

Seperti kegiatan pembinaan sebelumnya, pembinaan kali ini dihadiri oleh seluruh perwakilan 16 dari ketua Badko LPQ kecamatan secara luring dan hadir dalam online sebanyak 300 peserta. 

Baca Juga: PSCS Cilacap Raih Kemenangan WO, Kalteng Putra Mangkir dari Pertandingan

Bahrul Fawaid menyampaikan disyukuri atau tidak organisasi harus berkembang dan tumbuh agar tidak dalam kerangka stasis dalam upaya penyelesaian masalah internal tidak perlu pihak eksternal ikut terlibat.

Artinya, Bahrul menegaskan, perlu pendampingan dan advokasi baik masalah Lembaga ataupun internal. sebagiamana komitmen Badko LPQ Kota Semarang tidak hanya sebagai organisasi kelembagaan yang bersifat sosial keagamaan namun juga memberikan bentuk perhatian terhadap kuliatas asatidz yang ada di kota Semarang khususnya melalui pembinaan ini ke arah ang lebih baik lagi.

"Selanjutnya patut disyukuri bahwa dalam hukum sebab akibat bahwa upaya sinergitas antara pemerintah kota Semarang dengan Badko LPQ Kota Semarang di tahun 2024 memberikan kuota bisyaroh dengan 2.250, hal ini dilihat dengan peran para Asatidz Badko LPQ kota Semarang dengan semangat mendidik para santri TPQ dengan lingkungan yang aman dan nyaman," tegas Bahrul.

Baca Juga: Polres Brebes Tangkap 2 Pelaku Pengoplos Gas Elpiji Bersubsidi, Dijual Dengan Harga di Bawah Pasaran

Dalam pembinaan Asatidz kali ini, Bahrul Fawaid, memberikan penegasan kepada seluruh Asatidz yang hadir baik luring maupun daring, tidak hanya berperan dibidang pendidikan keagamaan tapi juga sosial dan ekonomi kreatif.

Terakhir bahrul juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh Asatidz yang dengan bersama-sama berpartisipasi, bergerak untuk membantu saudara kita yang berada di Palestina melalui unit sosial yang disalurkan ke Badan Amil Zakat Nasional sejumlah Rp. 154.555.150.

Hadir dalam pembinaan Dr. H. Fakhrudin Azis, Lc., MSI, beliau melihat bahwa perkembangan zaman sangat mempengaruhi moralitas santri. Hal ini tentu menjadi tugas para Asatidz agar memiliki peran yang sangat penting dalam pilar Pendidikan keagamaan.

Baca Juga: Tinggalkan Semarang, Wapres Makruf Amin Hadiri Haul Mbah Ma'shoem Lasem dan Ziarah ke Mbah Muttamakin Pati

"Lingkungan yang kondusif didukung kegiatan yang positif ini menjadi tombak bagi para Asatidz lebih maksimal seabagai garda terdepan dalam memberikan kesenangan dalam belajar kebahagiaan serta mendapat kepercayaan dari para wali santri untuk menitipkan anaknya dalam proses pembelajaran," ujar Fakhruddin. 

Dari Implikasi pendidikan ini, asatidz dapat mengajarkan berbagai aspek iman dan membangun pemahaman menyeluruh tentang Islam kepada para siswa.

"Pendidikan Alqur'an tidak hanya mencakup hafalan tetapi juga pemahaman dan penerapan nilai-nilai iman dalam kehidupan sehari-hari," ujar Fakhruddin.

Kemudian Asatidz diharapkan untuk membina hubungan yang baik dengan para siswa, menciptakan lingkungan belajar yang positif, dan memberikan pendekatan yang ramah dan penuh kasih sayang dalam mengajar.

Baca Juga: Stefanus Asat Gusma Pamit dari PDIP: Mengikuti Jejak Maruarar Sirait dan Fokus Menangkan Prabowo-Gibran

Asatidz dapat memberikan perhatian khusus pada pengembangan takwa (ketakwaan) dalam pendidikan Alqur'an, membimbing santri untuk memahami dan mengamalkan ajaran Islam dengan bimbingan hati yang tulus.

Optimalisasi peran asatidz (guru atau pendidik) dalam lembaga pendidikan Alqur'an melibatkan sejumlah aspek yang mencakup metode pengajaran, bimbingan moral, interaksi dengan siswa, dan adaptasi terhadap perkembangan zaman.

Sementara Hadits Arbain Nawawi memberikan pedoman-pedoman umum untuk kehidupan Muslim, asatidz dapat menggunakan nilai-nilai dan ajaran-ajaran ini sebagai landasan untuk membimbing dan mendidik siswa mereka dalam lembaga pendidikan Alqur'an.

"Mereka dapat menekankan pada aspek spiritual, moral, dan etika Islam sebagai bagian integral dari pembelajaran Alqur'an," kata Dosen UIN Walisongo Semarang ini. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.