Jateng

Jelajah Misteri Bersama Semarangker, Komunitas Unik Bertujuan Merubah Image Mistis dan Angker Menjadi Fun

Arixc Ardana | 19 Januari 2024, 12:54 WIB
Jelajah Misteri Bersama Semarangker, Komunitas Unik Bertujuan Merubah Image Mistis dan Angker Menjadi Fun


AKURAT.CO SEMARANG, Kepercayaan dan keimanan kepada Tuhan tidak boleh digadaikan atau disekutukan kepada selainNya.

Hal tersebut dikatakan oleh Pamuji Yuwono selaku ketua komunitas Semarangker (Semarang Angker) pada Jumat 19 Januari 2024

Pamuji mengatakan, budaya dan tradisi di Indonesia, terutama Jawa, masih kental nuansa mistis. Bahkan peminat klenik (perilaku mistis) sangat banyak.

Baca Juga: Apa Itu Omah Demamit? Kenapa Diberi Nama Dhemamit? Sejarah dan Misteri Omah Demit Rumah Kuno Peninggalan Belanda

Di Jawa banyak sekali mitos-mitos atau cerita legenda yang kental bernuansa mistis, bahkan tak sedikit yang mempercayai mitos-mitos tersebut sebagai fakta. Tak terkecuali para pejabat, politisi, dan pengusaha yang percaya dengan hal itu.

Alih-alih menolak kenyataan bahwa cerita legenda itu adalah mitos, para pejabat, politisi, dan pengusaha tersebut melakukan ritual-ritual tertentu untuk memuluskan tujuannya.

Menanggapi hal itu, Yuwono pamuji menjelaskan jika memang setiap orang memiliki kepercayaan terhadap mitos-mitos tersebut boleh-boleh saja sebagai bagian dari budaya.

Namun Yuwono mengatakan, mitos apapun itu ada pantangannya dan tidak boleh dilakukan di tempat-tempat angker.

Kemudian Yuwono menjelaskan, sebagai praktisi di dunia mistis, dalam menjalankan aktifitasnya, selama tidak bertentangan dengan norma agama, hukum, adat, budaya, etika dan lainnya, serta mendapat ijin dari penjaga atau sesepuh di tempat tersebut, maka pihaknya siap melanggar mitos tersebut, untuk membuktikan bahwa cerita-cerita mistis yang selama ini berkembang itu hanya mitos atau fakta.

“Tidak ada acara mediasisasi dan ritual apapun baik pemanggilan ataupun mendatangkan arwah, setan, jin, pusaka, jimat dan lainnya. Hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa tempat kami menyembah, meminta, memohon pertolongan dan perlindungan,” ujar Pamuji.

Komunitas Semarangker yang dipimpin Pamuji berisi para penjelajah tempat-tempat yang dianggap angker oleh masyarakat, dengan berbagai macam mitos dan dipercaya sering muncul penampakan.

Pamuji menjelaskan bahwa Semarangker berupaya mengemas sesuatu yang horor, angker, tegang dan menakutkan menjadi sesuatu yang fun, rilex, santai dan menyenangkan.

Inspirasi Dari Anak Pertama

Semarangker sendiri berdiri sejak 13 Maret 2007. Pamuji mengaku tertarik mendalami dunia mistis sejak lahirnya anak pertama dia yang diberi nama Rado Dzikri Yuono Putra, yakni pada Selasa, 13 Maret 2007.

Dari situ Pamuji bersama temannya mulai memperbincangkan hal-hal yang berbau mistis, ghaib dan angker, iseng-iseng mencoba menjelajahi tempat-tempat angker untuk mencari jawaban mitos atau fakta.

Disampaikan, sejak 2007 hingga 2012, komunitasnya masih tertutup, hanya beberapa orang dekat saja yang bisa menjadi anggota dan ikut penjelajahan.

“Kami bongkar pasang dengan anggota yang datang pergi di Komunitas Semarangker. Hanya ada 5 orang yang solid setia dalam suka dan duka bersama Semarangker dari awal berdiri sampai sekarang. Mereka kami sebut dengan pendawa lima atau the voltus V yaitu Pamuji (Pamerado), Andik, Pakdhe Ari Songkel, Handaka (Mas Hans) dan Zacky.

Namun sejak 2012, Semarangker sudah mengadakan jelajah ke tempat-tempat angker yang diikuti peserta dari masyarakat umum yang dinamakan semarangker tour dengan lokasi perdana di Eks-Hotel Sky Garden, area Bukit Angker Gombel.

“Kami jelajahi semua mulai dari lorong, lobi, kamar, sampai villa bawah dan kolam renang yang bermitos sarang wewe gombel. Sejak itulah Komunitas semarangker terbuka untuk umum,” ujarnya.

Pamuji menyebut, Komunitas semarangker memiliki visi sederhana.

“Kami hanya ingin menjadi komunitas yang bermanfaat bagi siapapun, menjadi pribadi yang menyenangkan. Kami ingin mengajak anggota kami untuk selalu menjalankan apa yang diperintah oleh agamanya dan menjauhi apa yang dilarang agamanya,” kata Pamuji.

“Sedangkan misi semarangker adalah kami selalu belajar untuk mengasah mata hati dengan peduli dan berbagi. Kami melakukan baksos untuk warga dhuafa dan anak yatim, melakukan pelestarian alam dari penanaman pohon reboisasi, baik di perkotaan lereng gunung sampai tanam mangrove di pantai untuk menahan abrasi,” ungkapnya.

Pamuji juga mengajak masyarakat untuk menyikapi yang ghaib secara smart and wise (cerdas dan bijak) karena segala yang ada di semesta ini adalah ciptaan Tuhan yang Maha Esa, segala yang terjadi di alam semesta ini juga atas kehendak Tuhan yang Maha Kuasa.

Sementara itu Komunitas semarangker mempunyai 6 Divisi Solid dan Aktif di komunitasnya, yang masing-masing dipimpin oleh seorang Kadiv dan 2 orang Wakadiv, dan masing-masing divisi mempunyai beberapa orang anggota solid yang disebut Laskar Divisi.

Keenam divisi ini sering disebut ‘the six senses divisions of semarangker’.

Keenam divisi ini adalah Divisi Sosial dan alam, bertugas untuk melakukan kegiatan yang bersifat sosial dan pelestarian alam.

Divisi Seni dan Kreatif, Divisi jelajah dan survey, Divisi Keamanan dan Satwa-Paspamwa yang bertugas mengamankan dalam setiap kegiatan semarangker agar berjalan dengan aman, lancar dan damai. Menjaga keamanan bila di lokasi jelajah ada binatang melata atau berbisa.

Sementara Divisi Srikandi bertugas melakukan kegiatan yang bersifat perempuan dan menggalakkan emansipasi wanita, dan Divisi Perlengkapan bertugas membantu mendata property, equipment, membawa, check da& Re-check, set up & clear up dalam setiap event semarangker.

“Tujuan kegiatan semarangker tak lain untuk wisata malam, mengajak peserta berolahraga, jalan-jalan malam untuk memanage rasa takut dalam suasana persaudaraan, keakraban dan kebersamaan,” imbuh Pamuji.

Selain itu, untuk menyikapinya harus secara Smart and Wise, cerdas dan bijak dalam menghadapi yang ghaib, membuktikan tentang mitos atau fakta, mencoba mengingatkan bahwa makhluk ghaib dan ‘Dunia Lain’ memang ada.

Pamuji berharap setelah mengikuti acara semarangker, peserta menjadi lebih meningkatkan iman dan takwa.

Semakin beriman meyakini bahwa yang ghaib itu ada, tetapi harus lebih Smart and Wise, cerdas dan bijak dalam menyikapinya agar tidak mudah terjebak dalam tipu daya setan, serta segala bentuk kegiatan yang bebau kemusyrikan dan menyesatkan.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.