Jateng

Libur Nataru, Rahmulyo Minta Mbak Ita dan Jajaran Pemkot Semarang Optimalkan Potensi Wisata

Theo Adi Pratama | 23 Desember 2023, 11:51 WIB
Libur Nataru, Rahmulyo Minta Mbak Ita dan Jajaran Pemkot Semarang Optimalkan Potensi Wisata

AKURAT.CO, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang menyoroti belum optimalnya potensi dari beberapa objek wisata unggulan di Kota Semarang, salah satunya Museum Kotalama yang berada dilahan Eks Taman Air Mancur Bubakan Semarang sehingga bisa menarik lebih banyak pengunjung.

Apalagi saat musim libur Natal dan Tahun Baru, padahal, sempat saat dibuka untuk umum pada awal tahun 2021 lalu, Museum Kotalama menjadi magnet kunjungan di Kota Semarang.

Karena di museum Kotalama tersebut pengunjung bisa belajar sejarah kota Semarang mulai tahun 1547 saat kota Semarang berdiri.

Baca Juga: Iswar Aminuddin; Realisasi Penerimaan PBB Kota Semarang Capai 101,53 Persen

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo menjelaskan, seharusnya keberadaan Museum Kotalama sangat bermanfaat bagi masyarakat dan harus dikelola dengan optimal.

"Pengetahuan sejarah Kota Semarang ini penting apalagi dilengkapi dengan teknologi imersif, pengunjung dapat masuk ke dunia nyata dan digital serta merasakan langsung sejarah kota Semarang. Cukup menarik minat masyarakat atau wisatawan yang ingin mengetahui sejarah terkait perkembangan kota Semarang, sehingga Pemkot Semarang bisa diangkat lagi potensi ini," ujarnya, Sabtu (23/12/2023).

Selain itu, Pemerintah Kota Semarang, lanjut dia, untuk lebih komprehensif mengangkat semua potensi destinasi wisata yang ada. Termasuk, tidak egosentris atau hanya mementingkan yang ada dalam programnya masing-masing.

Baca Juga: Mau Kuliner Jepang Yang Unik dan Berporsi Besar? Makan di Restoran Kakkoii Aja, Ada Diskon Natal dan Tahun Baru Lho

Padahal, jika sebuah bangunan atau tempat wisata sudah berdiri seharusnya ada anggaran perawatannya.

"Dimantainance, itu penting agar menarik kunjungan wisatawan jangan sampai keberadaan dan fungsinya seolah menjadi tidak jelas," imbuhnya.

"Bangunannya sudah ada, diisi, dibagusin dan dirawat. Nantinya, juga menjadi retribusi pemasukan pendapatan bagi Pemkot Semarang," sambungnya.

Menurutnya, museum yang sempat dibuka untuk umum dan menjadi daya tarik pengunjung untuk berwisata ke Kota Semarang penting dikelola dengan baik dan berkelanjutan.

Baca Juga: Gereja-Gereja Unik di Indonesia: Menelusuri Keajaiban Arsitektur dan Keindahan Spiritual (Bagian 1)

"Dianggarkan untuk perawatan dan mantainance, jangan stagnan begitu saja, harus melanjutkan," katanya.

Sama halnya, dengan wisata lainnya, Kawasan Kotalama dan Taman Lele yang saat ini sudah bagus, tentu harus dianggarkan perawatannya agar lebih indah dan nyaman.

"Potensi yang ada dioptimalkan, apalagi Libur Natal dan Tahun Baru wisata di Kota Semarang diharapkan Pemkot Semarang berbenah agar menjadi jujugan wisatawan dari luar Semarang. Seperti yang saat ini terlihat yang gencar mempercantik wajah kotanya, misalnya aspal jalan yang makin mulus, dan penataan kota menjadi bersih serta perbaikan drainase atau gorong-gorong juga massif dilakukan," pungkasnya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.