Pencanangan TNI Manunggal Bangga Kencana Kesehatan, Sinergi Tingkatkan Keluarga Berkualitas Cegah Stunting

AKURAT.CO SUKOHARJO - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Kodam IV Diponegoro, mencanangkan TNI Manunggal Bangga Kencana Kesehatan Tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Pencanangan TNI Manunggal Bangga Kencana Kesehatan tingkat Jateng tersebut dilakukan di Lapangan Desa Ngreco Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, Kamis 14 September 2023.
TNI Manunggal Bangga Kencana Kesehatan 2023 tersebut, merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama antara TNI dengan BKKBN dalam rangka penguatan Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting di Indonesia.
Baca Juga: Peningkatan Jalan Kaliancar-Mangkang Rampung Desember 2023
"Saat ini angka total kelahiran telah mengalami penurunan dari 5,6 anak per wanita usia subur di tahun 1970 menjadi 2,14 Tahun 2022. Seiring dengan itu IBangga mengalami peningkatan dari tahun 2021 sebesar 54,10 menjadi 56,07 di tahun 2022," papar Deputi Bidang Advokasi Pergerakan Informasi BKKBN, Sukaryo Teguh Santoso, disela kegiatan.
Dalam upaya percepatan penurunan stunting ini, telah mampu menurunkan prevalensi stunting menjadi 21,6%. Sesuai dengan arahan presiden, harus di turunkan menjadi 14% di tahun 2024.
"Untuk mencapai target sesuai arahan Presiden tersebut dibutuhkan Percepatan, kolaborasi dan gotong royong dari semua pihak. Sinergi pemerintah pusat, daerah, dan seluruh elemen masyarakat, termasuk dengan menggandeng TNI,” ujarnya.
Baca Juga: Jadwal Siaran TV RCTI, SCTV dan Indosiar Jumat 15 September 2023
Percepatan Penurunan Stunting sesuai dengan Rencana Aksi Nasional (RAN) dilakukan dengan pendekatan dari hulu melalui pendampingan kepada keluarga risiko stunting termasuk Catin dengan intervensi spesifik maupun sensitif.
"Oleh karena itu TNI Manunggal Bangga Kencana Kesehatan, sungguh sangat strategis sebagai wujud kolaborasi dalam upaya menjawab tantangan bagi bangsa kita ke depan," lanjut Teguh.
Pihaknya berharap melalui Pencanangan ini akan ditindaklanjuti di lapangan.
Baca Juga: Detty Miris Dengan Kasus Pencabulan di Pondok Pesantren, Padahal Semarang Jadi Kota Layak Anak
"Kami berharap Momentum ini dapat ditindaklanjuti dengan berbagai kegiatan operasional di tingkat lapangan diantaranya, sosialisasi dan KIE kepada seluruh keluarga khusus keluarga KRS, meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan KB meliputi PUP, Pelayanan Kontrasepsi serta peningkatan kesejahteraan keluarga," terangnya.
Selain itu juga, terjadi peningkatan cakupan Pendampingan Catin, bumil, dan Pasca Salin termasuk di dalamnya peningkatan cakupan pemberian eksklusif ASI selama 6 bulan
"Termasuk juga menggalang gotong royong masyarakat para pihak dalam upaya Percepatan Penurunan Stunting melalui gerakan BAAS, memperkuat komitmen dalam Program Bangga Kencana, serta melakukan pencatatan dan pelaporan tepat waktu," tandasnya.
Baca Juga: Kepala BKKBN Apresiasi Program Satu Hari Satu Telur untuk Atasi Masalah Stunting di Jateng
Hal senada disampaikan Irdam IV/Diponegoro, Brigjen Yudi Pranoto.
Program Bangga Kencana Kesehatan bertujuan mewujudkan keluarga berkualitas dan mencegah stunting.
“Jadi, TNI Manunggal Bangga Kencana Kesehatan ini untuk memberikan motivasi dan mendorong masyarakat untuk ikut KB, sehingga bisa terwujud keluarga yang berkualitas,” ujar Brigjen Yudi.
Baca Juga: Jadwal Siaran GTV, Net TV dan MNCTV 15 September 2023
Menurutnya, Indonesia di tahun 2024 akan mengalami bonus demografi dan diharapkan di tahun tersebut usia produktif mencapai 60% dari total jumlah penduduk di Indonesia.
Dalam program TNI Manunggal Bangga Kencana tersebut, nantinya akan mengerahkan Babinsa untuk mendukung program-program Bangga Kencana Kesehatan.
Sementara Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengatakan, program Bangga Kencana berkontribusi bukan hanya membatasi jumlah kelahiran, namun meningkatkan kualitas manusia.
Baca Juga: Aldi Taher dan Guyon Waton Siap menghibur Masyarakat Mojokerto Dalam OKEFESTRIA
Diantaranya peningkatan gizi ibu dan anak, mutu tenaga kerja, produktivitas, tingkat pendidikan, kesehatan dan penurunan kemiskinan.
“Keberhasilan Program Bangga Kencana bukan hanya merupakan keberhasilan pemerintah saja, akan tetapi merupakan keberhasilan seluruh komponen serta Kader KB yang ada, melalui program-program yang lintas instansi, bersifat koordinatif dan sinergitas, termasuk didalamnya peran dari TNI dan jajaran,” tandasnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










