Jateng

Belajar Politik Sebagai Sarana Pembangunan, Ini FGD Yang Digelar PW IKA PMII Jateng

Afri Rismoko | 11 September 2023, 12:43 WIB
Belajar Politik Sebagai Sarana Pembangunan, Ini FGD Yang Digelar PW IKA PMII Jateng

AKURAT.CO,SEMARANG - Pimpinan Wilayah Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) Jawa Tengah kembali menggelar Seminar dan Focus Group Discussion (FGD) Pemilu, Demokrasi, dan Kesatuan Bangsa di Pondok Pesantren Tidar Kota Magelang.

Forum yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan itu menghadirkan narasumber, antara lain Abdul Aziz calon legislatif PPP, Ahmad Labib seorang ulama dan tokoh NU Jawa Tengah, Ali Mansur HD calon legislatif dari partai Nasdem, dan Hendri Wicaksono calon legislatif dari PKB.

Keempat narasumber tersebut menyampaikan materi antara lain pentingnya demokrasi dan pemilu, sejarah pemilu di Indonesia, isu lingkungan hidup, serta menjaga kerukunan jelang perhelatan pemilu 2024.

Baca Juga: Budiyanto Sebut Kepala Sekolah Sebagai Leader Untuk Peningkatan Profesionalitas Pengelolaan Pendidikan

Ahmad Labib menyampaikan pentingnya tokoh politik dan warga masyarakat dalam membangun kerukunan jelang pemilu.

"Jangan sampai perbedaan pandangan politik dan pilihan menjadi sebab terjadinya perpecahan," ungkapnya.

Kemudian Abdul Aziz menyoroti pembangunan yang mengesampingkan pelestarian lingkungan hidup. Aziz mengatakan kekurangan air bersih yang dialami masyarakat belakangan ini tidak semata-mata disebabkan kemarau panjang atau el nino, tapi ada faktor lain yaitu pembangunan yang tidak ramah lingkungan.

Baca Juga: Ditahan Imbang PSIS, Pelatih Selangor FC : Pemain Kehilangan Konsentrasi

"Coba kalian bayangkan, Magelang yang sepuluh tahun lalu tidak pernah kekurangan air walaupun kemarau, sekarang justru mengalami kelurangan air bersih. Sebagian warga di daerah Bener bahkan harus minta bantuan PDAM," ujar Azis.

Kemudian Ali Mansur menyampaikan sejarah pemilu di Indonesia dari masa ke masa. Ali Mansur juga memperlihatkan banyak partai politik bermunculan, banyak juga yang telah bubar.

Ali Mansur juga menunjukkan data di Kemenkumham yang mencatat ada 135 partai politik. Namun yang menjadi peserta pemilu hanya 12 saja.

"Ya demokrasi di Indonesia berbesa dengan negara lain yang partai politiknya itu-itu saja. Di Indonesia ada partai baru, ada juga partai lama yang sudah bubar, kalau tidak salah di Indonesia ada 135 parpol. Tapi yang ikut pemilu cuma 12," kata Ali.

Baca Juga: Tahan Imbang Selangor FC, Pelatih PSIS Coba Skema Tanpa Dewa dan Hulk

Hendri Wicaksono memberikan materi penutup berupa kewajiban para pemuda untuk terus belajar memahami politik sebagai sarana menyampaikan aspirasi dan memajukan pembangunan.

"Anak-anak muda tidak mau belajar politik itu biasanya karena politik dinarasikan sebagai sesuatu yang jahat dan korup. Tapi sebenarnya dari politik itu kita bisa menyampaikam aspirasi dan membangun negara," tutup Hendri.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A