JANGAN KAGET! Ini Hasil Penelitian Mencengangkan, Satu dari Tiga Orang Indonesia Tidak Nyaman Melihat Ibu Menyusui di Tempat Umum!

JATENG.AKURAT.CO, Menyusui adalah proses alami yang penting bagi tumbuh kembang bayi.
Tapi, bagi sebagian ibu, memberikan ASI di ruang publik seringkali menjadi tantangan.
Perasaan risih dan tidak nyaman seringkali dirasakan, baik oleh sang ibu maupun orang-orang di sekitarnya.
Ternyata, hal ini bukan sekadar perasaan, melainkan temuan yang didukung data!
Sebuah studi terbaru dari Health Collaborative Center (HCC) dalam rangka Pekan Menyusui Sedunia 2025 dengan tema “Persepsi dan Dukungan pada Ibu Menyusui di Tempat Umum” mengungkap fakta mengejutkan.
Penelitian yang melibatkan 731 responden secara daring ini menemukan bahwa satu dari tiga orang Indonesia masih memiliki pandangan negatif atau kontra terhadap ibu yang menyusui di ruang publik.
"Bukan Menolak, tapi Merasa Tidak Nyaman"
Pendiri dan peneliti utama HCC, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, menjelaskan bahwa persepsi kontra ini bukan berarti mereka menolak kegiatan menyusui, melainkan merasa tidak nyaman saat melihatnya.
"Mereka secara dominan melihat bahwa ibu menyusui di tempat umum itu tidak nyaman," papar Ray kepada awak media di Jakarta, Sabtu, 9 Agustus 2025.
Ada empat persepsi negatif yang ditemukan HCC, dan semuanya menjadi sinyal merah (red flag) yang harus kita perhatikan:
- Sebanyak 29,7 persen responden merasa ibu menyusui di tempat umum membuat tidak nyaman.
- Sebanyak 30 persen mengaku merasa gelisah saat melihatnya.
- Sebanyak 29 persen responden setuju ibu sebaiknya menyusui di tempat khusus saja.
- Sebanyak 50 persen responden sangat tidak setuju jika ibu menyusui di mana saja tanpa penutup atau nursing cover.
"Kenapa kita bilang ini red flag? Karena itu berarti menyusui di ruang publik masih dianggap bukan perilaku alami. Padahal secara ilmiah ini perilaku naluriah yang harus kita dukung," ungkap Ray.
Transportasi Umum dan Gen Z Jadi Sorotan
Studi ini juga menemukan bahwa lokasi publik yang mendapat penolakan tertinggi adalah transportasi umum (33,8 persen), taman (34,6 persen), kafe (32,8 persen), dan tempat makan (30,6 persen).
"Stimulus ketika melihat ibu menyusui di KRL atau MRT bikin orang paling nggak nyaman," terang Ray.
Menariknya, keresahan ini paling banyak datang dari orang di bawah usia 30 tahun, terutama generasi Z.
Ray menjelaskan bahwa hal ini bisa berkaitan dengan pandangan Gen Z soal privasi.
"Kita ingat anak-anak Gen Z sekarang, privasi itu paling penting. Mungkin mereka merasa menyusui juga harus dilakukan di tempat privat," tukasnya.
Kegiatan menyusui di tempat umum seharusnya menjadi hal yang normal dan didukung oleh semua pihak, bukan malah memunculkan stigma negatif.
Dukungan dari masyarakat dan penyediaan fasilitas yang memadai seperti ruang laktasi yang layak sangat dibutuhkan agar para ibu bisa menyusui dengan nyaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







