Mengulik Perjalanan Sejarah Masjid Tan Kok Liong: Simbol Kebangkitan Spiritual di Pondok Pesantren At Taibin

AKURAT.CO Sejarah, Pondok pesantren di Cibinong, yang dikenal sebagai Pondok Pesantren At Taibin, telah menjadi rumah bagi ribuan santri yang mencari ilmu agama dan spiritualitas.
Salah satu elemen yang memperkaya keberadaannya adalah kehadiran Masjid Tan Kok Liong, sebuah bangunan megah dan unik yang mencerminkan harmoni antara budaya Cina dan Islam.
Nama "Masjid Tan Kok Liong" diambil dari nama asli Anton Medan, yaitu Tan Hok Liang.
Dengan arsitektur yang mencirikan nuansa Cina, masjid ini dapat menipu pandangan awal pengunjung yang mungkin mengira itu adalah kediaman tradisional Tiongkok atau bahkan sebuah istana di Cina.
Baca Juga: Perjalanan Sejarah dan Keindahan Masjid Agung Jami Malang: Masjid dengan Perpaduan Jawa dan Arab
Gaya arsitektur khas Cina terpancar jelas pada atap masjid yang menggunakan pola limas tiga tingkat, lengkap dengan relief kepala naga yang menghiasi ujung wuwungannya.
Di puncak atap, terdapat mustika berbentuk topi Putri Xin Chiang yang diberi lafaz Allah Swt., merujuk pada Putri Xin Chiang, wanita Cina pertama yang memeluk agama Islam.
Detail-detail bangunan dan elemen hiasan lainnya juga menggambarkan pengaruh budaya Cina, seperti desain pintu yang dilengkapi dengan lampion di sekelilingnya.
Salah satu ciri khas bangunan masjid adalah kubah kecil berwarna emas di atap gazebo pintu masuk.
Baca Juga: Sejarah dan Kemegahan Arsitektur Masjid Agung Keraton Sumenep: Perpaduan Kebudayaan yang Mengagumkan
Ornamen-ornamen yang dipilih dengan cermat juga memiliki makna filosofis yang dalam.
Miniatur empat burung rajawali di atap teratas dan lima burung perkutut di setiap ujung wuwungan atap melambangkan harapan agar umat Islam dapat memandang setiap persoalan dengan kecerdasan dan ketajaman seperti rajawali, bukan dengan kepasrahan seperti burung perkutut yang hanya bergerombol tanpa tindakan.
Salah satu keunikan lainnya adalah adanya pendopo di samping masjid, yang ternyata merupakan sebuah makam dengan pusara, meskipun tanpa jenazah di dalamnya.
Menurut pengakuan Anton Medan, makam tersebut disiapkan sebagai tempat ia akan beristirahat bila dirinya telah meninggal dunia.
Baca Juga: Sejarah dan Keindahan Arsitektur Masjid Jami Al Baitul Amien Jember: Simbol Keagungan dan Kebanggaan
Semua keunikan yang terdapat dalam Masjid Tan Kok Liong mencerminkan perjalanan panjang transformasi seorang Anton Medan.
Dari seorang yang dikenal sebagai pelaku kriminal hingga menjadi pembangun pondok pesantren dan pembawa perubahan yang menginspirasi, Anton Medan memberikan pelajaran berharga tentang kekuatan pertobatan dan kebangkitan spiritual.
Masjid ini bukan hanya sebuah bangunan, melainkan juga simbol dari perjalanan hidup yang penuh makna.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










