Bikin Kuping Bergoyang! Ini Bedanya Sound Metalcore, Deathcore, dan Hardcore Punk yang Bikin Kamu Gak Salah Denger!

JATENG.AKURAT.CO, Bagi yang suka musik keras, membedakan genre bisa jadi tantangan tersendiri.
Ada yang bilang sama, padahal ternyata beda jauh. Nah, biar kamu enggak salah denger lagi, yuk kita bedah tuntas perbedaan antara Hardcore Punk, Metalcore, dan Deathcore.
Dari akarnya yang mentah sampai evolusinya yang super brutal!
1. Hardcore Punk: Nenek Moyang dari Segala Genre
Ini adalah akarnya. Hardcore Punk lahir di akhir tahun 70-an sebagai evolusi dari punk rock, tapi dengan energi yang lebih agresif.
Sederhana, cepat, dan penuh amarah adalah tiga kata yang bisa mendeskripsikan genre ini.
- Tempo Cepat: Lagunya ngebut, seringkali enggak sampai dua menit.
- Vokal Teriak Mentah: Bukan growl atau scream yang kompleks, melainkan teriakan kasar yang penuh emosi.
- Instrumen Minimalis: Gitar cuma pakai power chord sederhana, drumnya straight to the point.
- Lirik: Seringkali berisi kritik sosial, perlawanan, atau isu-isu politik.
2. Metalcore: Perkawinan Metal dan Hardcore
Masuk ke Metalcore, genre ini lahir di pertengahan 90-an. Bisa dibilang, ini adalah hasil kawin silang antara metal (khususnya thrash dan melodic death metal) dengan hardcore punk.
Hasilnya? Lebih berat dari hardcore, tapi punya sentuhan melodi yang lebih terasa.
- Riff Gitar: Ada palm-muting riff ala metal yang berat, tapi tetap mempertahankan energi hardcore.
- Vokal Campuran: Kamu akan mendengar perpaduan growl dan scream khas metal, kadang disisipi clean vocal yang melodis di bagian chorus.
- Drum: Double pedal lebih sering dipakai, tapi groove ala hardcore-nya masih kuat.
3. Deathcore: Kematian yang Lebih Brutal
Nah, kalau kamu merasa metalcore kurang "brutal", Deathcore adalah jawabannya.
Lahir di awal 2000-an, genre ini menggabungkan death metal dengan metalcore. Hasilnya adalah sound yang lebih gelap, teknikal, dan brutal!
- Vokal Ekstrem: Vokalnya jauh lebih parah, dengan deep growl dan pig squeal yang menjadi ciri khas death metal.
- Riff dan Breakdown: Riff-nya lebih kompleks dan teknikal, sering diiringi dengan breakdown yang super berat ala metalcore.
- Drum: Banyak menggunakan blast beat super cepat ala death metal, tapi tetap punya part breakdown yang khas.
Sekarang, kamu sudah tahu kan bedanya? Jadi, jangan sampai salah lagi, ya!
Masing-masing genre punya pesonanya sendiri yang bikin musik keras makin kaya. Mana nih yang jadi favoritmu?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Yadea RS20 Resmi Dijual Rp16,6 Juta, Motor Listrik Retro Bisa Tempuh hingga 80 Km
- 2Apakah Besok Senin 24 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama Maulud Nabi? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Angin Segar Liverpool! PSG Mulai Luluh, Dua Bintang Siap ke Anfield
- 4Arsenal Siap Korbankan Gabriel Jesus, Napoli Bergerak Cepat! Como Bidik Striker Chelsea! Bursa Transfer Eropa Memanas
- 5Persib Juara Dewata Challenge Series 2026! Bangkit dari Ketertinggalan, Obati Kegagalan di Piala Presiden
- 6Chelsea vs Manchester United: Duel Perburuan Gelandang Prancis Manu Koné
- 7Barcelona Beralih ke Gyokeres setelah Alvarez Buntu, Arsenal Siap Melepas?
- 8Jamie Gittens Diprediksi Bertahan di Chelsea Usai Roma Beralih ke Target Lain
- 9Manchester United dan Arsenal Dapat Angin Segar di Bursa Transfer Bek Brugge
- 10Bom! Al Hilal Sepakat dengan Pedro Neto, Chelsea Siap Lepas dengan Harga €60 Juta






