Kontroversi di Dunia K-Pop: Tudingan terhadap HYBE sebagai Biang Keladi Merosotnya Kualitas K-Pop

AKURAT.CO, Dunia K-Pop kembali dihebohkan dengan perbincangan hangat.
Kali ini, agensi HYBE menjadi sorotan lantaran dituding sebagai biang keladi merosotnya kualitas K-Pop.
Pada 14 April 2024, sebuah postingan di komunitas online Nate Pann menjadi viral.
OP (Original Poster) mengungkapkan pendapatnya bahwa "HYBE sedang menghancurkan K-Pop."
Menurutnya, di masa lalu, K-Pop dikenal dengan standar kualitas yang ketat.
Hanya trainee terbaik yang bisa debut setelah menjalani pelatihan bertahun-tahun.
Baca Juga: Kabar Bahagia dari Dunia Hiburan Korea Selatan: Aktris Drakor Oh Cho Hee Akan Segera Menikah
Hingga generasi ke-3, jarang sekali trainee debut dengan durasi latihan kurang dari setahun.
Namun, tradisi tersebut perlahan memudar.
Perusahaan seperti HYBE disebut telah mendebutkan trainee hanya dengan pelatihan beberapa bulan.
Contoh yang diangkat adalah Wonhee ILLIT yang mengikuti R U Next? dengan latihan hanya beberapa minggu dan langsung terpilih debut.
Begitu juga dengan Kazuha LE SSERAFIM yang debut dengan pelatihan sekitar setengah tahun saja.
OP berpendapat bahwa meskipun "Big 3" yaitu SM Entertainment, JYP Entertainment, dan YG Entertainment secara bertahap mendebutkan trainee mereka, HYBE justru "mendebutkan anak-anak dengan kemampuan kurang matang untuk produksi massal, sambil media menyebut mereka sebagai adik BTS."
Hal ini dianggap sebagai awal kehancuran K-Pop.
Lebih lanjut, OP menuding fans berat HYBE memperburuk keadaan.
Para fans ini disebut "menerima" debut idol kurang terlatih, "melindungi" idol yang kemampuannya di bawah standar, dan bahkan menganggap performa buruk sebagai penampilan bagus.
Postingan tersebut telah mengumpulkan lebih dari 1523 upvote, angka yang sangat tinggi untuk komunitas online.
Sejumlah netizen lain pun menyatakan persetujuan mereka.
Diskusi ini semakin panas setelah berita HYBE menjadi konglomerat mencuat.
HYBE merupakan perusahaan hiburan pertama yang berhasil mencapai status tersebut.
Selain itu, performa LE SSERAFIM baru-baru ini di Coachella juga menuai banyak kritik, yang membuat banyak orang menuding keseluruhan agensi tersebut.
Kontroversi ini menunjukkan betapa pentingnya kualitas dan integritas dalam industri hiburan, terutama dalam menghasilkan konten yang berkualitas dan mendidik bagi penggemar K-Pop di seluruh dunia.
Semoga masukan dari netizen dan penggemar dapat membantu perusahaan-perusahaan hiburan untuk meningkatkan standar mereka dan mempertahankan keunikan dan keaslian dari seni K-Pop.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








