Apa Itu Fenomena Kidult yang Antarkan Penelitian Mahasiswa Unissula Lolos PKM Nasional, Cek Selengkapnya

AKURAT.CO SEMARANG, Tiga mahasiswa Fakultas Psikologi Unissula berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2023.
Mereka adalah Tsania Zahrotun Nabila, Wardah Alqo’idah, dan Muhammad Firdaus Ar-raza yang dibimbing oleh dosen Fakultas Psikologi, Erni Agustina Setiowati SPsi MPsi Psikolog.
Mereka meneliti masalah Kidult yang sedang viral dan alternatif penanganannya.
Baca Juga: Tekan Angka Stunting, Sinergi BKKBN - PKK Jateng Dorong Optimalisasi Dasa Wisma
Kidult merupakan sebuah kondisi pada orang dewasa, yang suka melakukan tindakan atau membeli barang yang ditujukan untuk anak kecil, dengan tujuan untuk mengobati dan mewujudkan kebahagiaan di masa kecilnya yang belum terpenuhi.
Salah satu faktor penyebab dari perilaku kidult adalah keinginan masa lalu yang belum terwujud, sehingga hal ini berkaitan dengan unfinished business atau masalah yang belum terselesaikan.
“Sekarang ini banyak orang dewasa yang bermain dengan model permainan di masa kecilnya, apalagi saat masa pandemi kemarin, banyak orang berdiam di rumah dan untuk mengatasi kebosanan, mereka kembali pada mainan masa kecilnya," terang ketua tim Tsania.
Baca Juga: Pemain Musang FC Meninggal di Lapangan Sidodadi, Diduga Serangan Jantung
Bahkan baru-baru ini permainan lato-lato kembali viral, tidak hanya anak kecil saja namun orang dewasa juga memainkannya.
"Fenomena tersebut bernama kidult, kidult membawa dampak negatif, diantaranya memunculkan sifat kekanak-kanakan, ketergantungan dengan mainan di masa kecil, dan cenderung tidak memposisikan dirinya menuju masa depan, namun sebaliknya," tandasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan terdapat 24 partisipan yang bergabung dalam penelitian ini. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Psikologi Unissula.
Baca Juga: Berikut 4 Hal yang Perlu Dibicarakan Bersama Pasangan Sebelum Memutuskan Memasuki Jenjang Pernikahan
Penelitian telah dimulai pada bulan Juni 2023 dan akan berlangsung sampai bulan Oktober 2023 ini.
“Kami menawarkan suatu metode kreatif dan inovatif untuk menurunkan perilaku kidult yaitu dengan metode forecall. Forecall merupakan kepanjangan dari Forgive, Reframing, dan Recall," lanjutnya.
Metode ini dimaksudkan agar seseorang yang mengalami kidult dapat berdamai dengan masa lalunya, terkhusus unfinished business yang ada pada dirinya.
Baca Juga: Harga Cabai Rawit Merah dan Gula Pasir di Pasar Johar Semarang Melonjak, Ini Penjelasan Dinas
Ia mengharapkan hasil penelitian tersebut dapat memberikan kontribusi dan manfaat bagi masyarakat.
Selain itu juga dapat diterbitkan dalam jurnal ilmiah sebagai sumbangsih terhadap ilmu pengetahuan, khususnya di bidang psikologi.
"Sebelum melangkah ke masa depan, alangkah baiknya kita mundur sejenak, menuntaskan segala hal yang belum terselesaikan, supaya kita dapat melaju dengan kencang ke arah masa depan yang gemilang," tambah anggota lainnya, Firdaus Ar-raza.
"Seperti halnya penelitian kami, berfokus untuk memaafkan dan mengikhlaskan segala keinginan-keinginan di masa kecil yang belum terwujud dan kemudian mencari berbagai alasan positif serta mengambil hikmah dibalik kejadian tersebut," pungkasnya.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










