Bangkitkan Kesadaran Cegah Stunting, Mahasiswa KKN Undip Gelar Edukasi dan Demo Masak MPASI

AKURAT.CO PEKALONGAN – Masih adanya angka stunting, menggarisbawahi urgensi tindakan segera untuk mengatasi masalah gizi anak yang semakin mendesak
Salah satunya juga terjadi di Desa Harjosari, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, yang memotivasi tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro untuk mengedukasi para ibu untuk sadar pentingnya cegah stunting.
Upaya cegah stunting tersebut, melalui edukasi pemenuhan gizi selama 1000 hari awal kehidupan dengan ASI eksklusif dan demo masak makanan pendamping air susu ibu (MPASI).
Baca Juga: Peringati HUT Ke-78 RI, KAI Hadirkan Tiket Kereta Promo Satset 78 Persen hingga Tarif Hanya 78 Ribu
Program yang didukung penuh oleh Bidan Desa Harjosari ini di Aula Balai Desa Harjosari.
Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu posyandu yang memiliki anak balita, terutama yang akan memulai fase MPASI.
"Kegiatan edukasi cegah stunting dan demo masak yang diinisiasikan oleh Tim II KKN Undip di Desa Harjosari, merupakan salah satu program kerja multidisiplin," papar koordinator KKN, Izzaty Candra Dewi.
Disampaikan bahwa edukasi tersebut bertujuan untuk membangkitkan kembali semangat para ibu, agar memperhatikan gizi anak.
Baca Juga: Cek Cara Dapatkan Promo Tiket Kereta KAI Sambut Kemerdekaan RI, Lengkap Daftar Rute KA
Ia juga menyampaikan bahwa dengan memanfaatkan bahan yang murah dan mudah dijangkau dalam pembuatan MPASI, harapannya bisa membuat para ibu berperan maksimal dalam mencegah stunting.
Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi, penyampaian materi yang kemudian disambung dengan demo masak menu MPASI.
Materi edukasi cegah stunting disampaikan oleh mahasiswa kedokteran Universitas Diponegori, Nadia Aulia Alifiani.
Nadia menjelaskan konsep stunting, dampak negatif, serta ciri-ciri dan diagnosa stunting. Kemudain membahas proses tumbuh kembang anak dan pemperian ASI eksklusif yang dilanjutkan dengan strategi persiapan MPASI.
Baca Juga: Perlu Dipahami, Berikut 3 Penyebab Kulit Kepala Kering
“Pemantauan tumbuh kembang anak di Posyandu penting ya, bu. Ketika makan juga penting sekali untuk memperhatikan pemenuhan isi piringku,jangan hanya memberi satu jenis makanan saja, gizi seimbang dan lengkap bisa diterapkan di rumah dari sekarang ya, bu. Gizi anak melalui pemberian ASI eksklusif serta pemilihan menu makanan saat MPASI dan asupan harian anak nantinya akan sangat berpengaruh dalam mencegah stunting” jelasnya.
Setelah pemaparan materi, dilanjutkan dengan sesi demo masak MPASI. C
larinta Sheikilla, mahasiswa program studi Teknologi Pangan, menunjukkan bagaimana menyajikan makanan yang tidak hanya mudah ditemukan dan murah, tetapi juga kaya akan gizi.
Resep yang disajikan mengutamakan tekstur, variasi nutrisi, dan rasa.
Partisipasi aktif pesera mencerminkan kesadaran mereka akan pentingnya pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi yang tepat.
Baca Juga: Pengrajin IKM Logam Bugangan, Keluhkan Sepi Pembeli
“Materi yang disampaikan sangat mudah dipahami, harapan saya semoga setelah lulus kekreativitas anak KKN bisa diterapkan di masyarakat langsung di masa depan," tambah Noerhidayah, selaku bidan di Desa Harjosari.
Dengan upaya kolaboratif ini, para mahasiswa Tim II KKN Undip berhasil menginspirasi perubahan positif di tingkat masyarakat, khususnya dalam mengatasi masalah stunting.
Upaya pendekatan komprehensif dan demo masak MPASI diharapkan, dapat membantu mengurangi angka stunting di Desa Harjosari, serta memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesehatan pada generasi mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









