Jateng

Misteri yang Menyelimuti di Bali: Mitos dan Larangan Tradisional yang Masih Dipegang Erat Masyarakat di Pulau Bali

Theo Adi Pratama | 22 Februari 2024, 08:00 WIB
Misteri yang Menyelimuti di Bali: Mitos dan Larangan Tradisional yang Masih Dipegang Erat Masyarakat di Pulau Bali

AKURAT.CO Misteri, Pulau Bali, dikenal sebagai pulau surgawi dengan budayanya yang kaya, juga dipenuhi dengan mitos dan larangan yang masih dipegang erat oleh masyarakat setempat.

Meskipun berada dalam era modern, keyakinan dan tradisi ini tetap dijunjung tinggi.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata, memahami mitos dan larangan ini bisa menjadi panduan untuk menghormati budaya lokal dan menjalani liburan dengan penuh penghormatan.

Berikut adalah sepuluh mitos dan larangan yang masih beredar di Bali:

Baca Juga: Mengungkap Sisi Misteri dan juga Legenda Arca Dwarapala: Penjaga Setia Pada Bangunan Suci

Tidak Boleh Keramas saat Kajeng Kliwon atau Jumat Kliwon: Masyarakat meyakini bahwa keramas pada hari Kajeng Kliwon bisa membuat rambut rontok dan mempermudah serangan ilmu hitam, seperti ilmu Leak.

Dilarang Duduk di Atas Bantal: Bertumpu pada bantal dianggap tidak etis karena bantal adalah tempat untuk kepala saat tidur. Hal ini diyakini bisa menyebabkan bisulan.

Tidak Boleh Makan Semangka Bersamaan dengan Gula Merah: Kombinasi ini dipercaya bisa mengganggu pencernaan dan memicu racun dalam tubuh yang berujung pada kematian.

Jangan Bertanya kepada Orang yang Akan ke Tajen: Bertanya kepada seseorang yang akan pergi ke tempat sabung ayam dianggap bisa membawa nasib buruk, menyebabkan kekalahan dalam pertarungan.

Hindari Sembahyang di Bawah Cucuran Atap: Sembahyang di bawah cucuran atap diyakini bisa mengganggu hubungan dengan alam lain.

Baca Juga: Mengungkap Misteri dan Riwayat Candi Asu Sengi: Simbol Keagungan dan Kehormatan

Jangan Mengucapkan Kata 'Capek' atau 'Kenyel' di Pura Lempuyang Luhur: Mengucapkan kata-kata tersebut saat mendaki Pura Lempuyang Luhur diyakini bisa memperberat perjalanan menuju puncak.

Dilarang Menggunakan Emas saat Mendaki Gunung Agung: Mitos menyebutkan bahwa menggunakan emas saat mendaki Gunung Agung bisa membawa nasib malang.

Jangan Bawa Daging Sapi ke Gunung Agung dan Mendaki saat Berduka: Daging sapi dianggap bisa membawa nasib sial, sedangkan mendaki gunung saat berduka bisa membawa musibah fatal.

Hindari Keluyuran di Jam 12 Siang dan 6 Sore: Jam-jam tersebut diyakini menjadi waktu berkeliaran makhluk halus dan 'wong samar'.

Tidak Menyentuh Ayam yang Sedang Kejang atau Akan Mati: Menyentuh ayam dalam kondisi tersebut diyakini bisa menimbulkan penyakit buyutan atau gemetar saat melakukan sesuatu.

Baca Juga: Menggali Misteri yang Tersembunyi di Candi Banyunibo: Kisah Dewi Hariti dan Transformasinya

Mitos dan larangan ini menjadi bagian penting dari warisan budaya Bali.

Meskipun beberapa di antaranya mungkin terdengar aneh bagi beberapa orang, masyarakat Bali tetap menghormati dan mematuhi tradisi ini sebagai bagian dari identitas dan kepercayaan mereka.

Bagi para wisatawan yang berkunjung, menghormati dan mengikuti aturan ini adalah cara yang baik untuk menghargai budaya lokal dan menikmati liburan dengan pengalaman yang otentik.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.