Perjalanan Gedung De Javasche Bank Surabaya: Jejak Sejarah Perbankan yang Hadir di Indonesia

AKURAT.CO Sejarah, Gedung De Javasche Bank Surabaya, megah berdiri sejak awal abad ke-20, menjadi saksi bisu perkembangan sejarah perbankan di Indonesia.
Dari masa kolonial hingga era kemerdekaan, gedung ini menyimpan jejak perjalanan panjang De Javasche Bank yang akhirnya bertransformasi menjadi Bank Indonesia.
Mari kita telusuri sejarah dan peran penting gedung ini dalam perkembangan dunia perbankan di tanah air.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Sejarah: Stasiun-Stasiun Tua di Jakarta yang Masih Bertahan Hingga Sekarang
Masa Awal: De Javasche Bank dan Perkembangan Perbankan di Hindia Belanda
Kelahiran institusi perbankan pertama di Indonesia tak terlepas dari kehadiran Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) yang mendirikan De Bank van Leening pada 20 Agustus 1746 di Batavia (kini Jakarta).
Meskipun De Bank van Leening kemudian mengalami kesulitan dan dilebur menjadi De Bankcourant en Bank van Leening pada 5 September 1752, perkembangan perbankan terus berlanjut.
De Javasche Bank dan Bank-Bank Belanda di Indonesia
De Javasche Bank, didirikan pada 1828, menjadi bank Belanda yang berhasil berkembang dan menjadi cikal bakal bank sentral Indonesia di masa mendatang.
Bank-bank Belanda lainnya, seperti Nederlandsch Indische Escompto Maatschapij, Maatschapij, Nederlandsch Indische Handelsbank, dan Nederlandsche Handel Maatschapij, mulai beroperasi pada tahun 1857, 1864, dan 1883.
Baca Juga: Penemuan Fosil Gading Gajah Purba Mampu Mengungkap Perjalanan Sejarah Kehidupan Purba di Kudus
Transformasi Menuju Bank Indonesia
Pada awalnya, De Javasche Bank hanya berfungsi sebagai bankir bagi pemerintah Hindia Belanda dan belum sepenuhnya menjadi bank sentral.
Transformasinya menuju bank sentral terjadi setelah perubahan undang-undang pada tahun 1922, yang memberikan wewenang monopoli pengeluaran uang kepada De Javasche Bank.
Meskipun demikian, De Javasche Bank masih memainkan peran penting sebagai bank sirkulasi dan bank umum.
Proses Nasionalisasi dan Terbentuknya Bank Indonesia
Seiring dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia, terjadi nasionalisasi De Javasche Bank melalui Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1951.
Dengan berlakunya Undang-Undang No. 11 Tahun 1953, De Javasche Bank secara resmi menjadi Bank Indonesia, bank sentral Indonesia yang diakui oleh pemerintah.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Sejarah dan Cerita Masa Lalu Melalui Stasiun-Stasiun Tua di DI Yogyakarta
Gedung De Javasche Bank Surabaya: Saksi Sejarah dan Museum
Gedung De Javasche Bank Surabaya, dibangun oleh Belanda pada awal 1900-an, menjadi pusat kegiatan perbankan dan mengalami berbagai perubahan tangan selama masa pendudukan Jepang dan kemerdekaan.
Setelah 20 tahun digunakan sebagai kantor Bank Indonesia, pada tahun 1973 gedung ini digantikan oleh kantor baru di Jalan Pahlawan No. 105.
Museum De Javasche Bank Surabaya: Merayakan Sejarah Perbankan
Pada tahun 2012, gedung ini diresmikan sebagai Museum De Javasche Bank Surabaya.
Museum ini memamerkan sejarah singkat sistem perbankan di Indonesia, foto-foto lama, koleksi mata uang kuno, serta alat-alat perbankan lama.
Melalui museum ini, diharapkan masyarakat dapat mengenali perjalanan sejarah perbankan di Indonesia.
Baca Juga: Mengenal Kabupaten Sumenep: Jejak Sejarah, Warisan Budaya, dan Makna Dari The Soul of Madura
Gedung De Javasche Bank Surabaya, selain menjadi bangunan bersejarah, juga mencerminkan transformasi perbankan Indonesia dari masa kolonial hingga kemerdekaan.
Sebagai Museum De Javasche Bank Surabaya, gedung ini menjelma menjadi tempat yang merayakan warisan sejarah perbankan Indonesia, mengajak kita semua untuk menelusuri perjalanan panjang perbankan tanah air.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










