Jateng

Misteri Borley Rectory: Kisah Mistis Rumah Hantu Inggris yang Penuh dengan Kontroversial Hingga Sekarang

Theo Adi Pratama | 27 Desember 2023, 17:00 WIB
Misteri Borley Rectory: Kisah Mistis Rumah Hantu Inggris yang Penuh dengan Kontroversial Hingga Sekarang

AKURAT.CO Misteri, Pada tahun 1929, surat kabar Daily Mail menghebohkan publik dengan sebuah artikel tentang rumah berhantu di Borley, Inggris.

Cerita ini didukung oleh seorang paranormal terkenal, Harry Price, yang menjadikan Borley Rectory sebagai fokus investigasinya.

Inilah awal mula kisah misteri rumah paling angker di Inggris.

Baca Juga: Misteri Kastil Glamis: Warisan Bersejarah yang Terabadikan dalam Sejarah Skotlandia

Asal Usul dan Konstruksi Borley Rectory

Borley Rectory, sebuah bangunan bergaya Gothic Victorian, didirikan pada tahun 1862 di Borley, Essex, Inggris.

Pembangunannya dilakukan oleh pendeta Henry Dawson Ellis Bull, menggantikan rumah sebelumnya yang hancur dalam kebakaran pada tahun 1841.

Rumah ini memiliki sejarah yang kaya, baik dalam hal arsitektur maupun cerita misteri yang menyertainya.

Kejadian Aneh dan Penelitian Harry Price

Sejak keluarga Bull menempati rumah pada tahun 1863, Borley Rectory dikabarkan menjadi saksi berbagai kejadian supranatural.

Langkah kaki misterius, penampakan biarawati, hingga kereta tanpa kepala menjadi bagian dari kisah horor rumah ini.

Empat putri Bull bahkan melaporkan penampakan biarawati di halaman rumah pada malam hari, yang kemudian menghilang tanpa jejak.

Pada tahun 1927, Harry Bull meninggal, dan rumah ini sempat kosong sebelum dihuni kembali oleh Reverend Guy Eric Smith pada tahun 1928.

Istri Smith menemukan sebuah kotak berisi kerangka, memicu laporan fenomena aneh di rumah tersebut. Daily Mirror kemudian mempublikasikan cerita ini pada tahun 1929, menarik perhatian Harry Price.

Baca Juga: Misteri Pemakaman Highgate: Menjelajahi Keindahan dan Sejarah di Taman Kematian London

Kontroversi dan Kebohongan Terungkap

Harry Price, seorang paranormal terkenal, melakukan investigasi di Borley Rectory pada tahun 1929.

Fenomena aneh seperti pecahan barang, lemparan batu misterius, hingga tulisan di dinding dicatat oleh Price.

Namun, sesaat setelah Price meninggalkan rumah, kejadian aneh tersebut berhenti.

Pada tahun 1937, Price menyewa Borley Rectory untuk sebuah eksperimen.

Namun, setelah investigasi oleh Society for Psychical Research (SPR) pada tahun 1947, terungkap bahwa Price memalsukan sebagian besar fenomena yang dilaporkan.

Istri dari penghuni sebelumnya, Marianne Foyster, juga mengakui bahwa dia secara aktif terlibat dalam menciptakan kejadian supranatural untuk menutupi perselingkuhannya.

Kebakaran dan Penggalian

Borley Rectory mengalami kebakaran pada tahun 1939, dan investigasi oleh perusahaan asuransi menyimpulkan bahwa kebakaran tersebut sengaja dipicu.

Pada tahun 1943, Harry Price menggali area bawah tanah Borley Rectory dan mengklaim menemukan tulang seorang wanita, yang kemudian dikuburkan di halaman gereja setempat.

Namun, desas-desus menyebut bahwa tulang itu sebenarnya adalah tulang babi.

Baca Juga: Kisah Horor Menara London: Sejarah, Fakta Menarik, dan Misteri yang Tersembunyi

Kontroversi dan Penolakan Publik

Setelah kematian Price pada tahun 1948, publik mulai meragukan kejujurannya.

Sebuah investigasi oleh tiga anggota SPR pada tahun 1956 menyimpulkan bahwa Price memalsukan banyak fenomena paranormal.

Penghuni lain yang tinggal di Borley Rectory setelahnya juga menegaskan bahwa banyak kejadian aneh yang dilaporkan hanyalah tipuan.

Seiring berjalannya waktu, Borley Rectory tetap menjadi pusat kontroversi dan kebohongan dalam sejarah misteri Inggris.

Meskipun dihantui oleh cerita-cerita misterius, kebenaran sejati tentang rumah ini mungkin tak pernah benar-benar terungkap.

Borley Rectory tetap menjadi rahasia tersembunyi yang mengundang tanda tanya dan ketidakpastian.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.