Jateng

Fakta Unik Setan Canting di Film Danur The Last Chapter: Penari Sunda Mistis yang Diperankan Anya Zen

Theo Adi Pratama | 18 Maret 2026, 22:27 WIB
Fakta Unik Setan Canting di Film Danur The Last Chapter: Penari Sunda Mistis yang Diperankan Anya Zen
Hantu Canting dalam Danur The Last Chapter

JATENG.AKURAT.CO, Setelah penantian panjang, film horor Danur The Last Chapter akhirnya resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai hari ini, Rabu, 18 Maret 2026, bertepatan dengan momen libur Lebaran.

Sebagai penutup dari franchise horor tersukses Tanah Air yang telah menemani penonton selama hampir satu dekade, film garapan sutradara Awi Suryadi ini menghadirkan teror baru yang tak kalah mencekam .

Salah satu karakter yang menjadi pusat perhatian adalah Canting, sosok hantu penari tradisional Sunda yang diperankan oleh aktris muda berbakat, Anya Zen.

Karakter ini digambarkan sebagai penari yang sangat mencintai seni tari, namun meninggal dunia dan kini menghantui Riri (diperankan Zee Asadel) di dalam sebuah studio tari jelang pernikahannya.

Gerak-gerik Canting yang lemah gemulai khas penari justru menjadi sumber teror yang membuat bulu kuduk merinding.

Baca Juga: Mitos Ngarunghal dan Langkahan dalam Danur: The Last Chapter, Ini Penjelasan Adat Sunda-Jawa

Sosok Canting: Penari Tradisional yang Menghantui

Dalam film Danur The Last Chapter, Canting bukan sekadar hantu biasa.

Ia adalah representasi dari seorang seniman yang cinta mati pada tarian, sehingga wujud arwahnya pun tetap menampilkan keanggunan meskipun mengerikan.

Anya Zen menuturkan bahwa untuk memerankan Canting, ia harus mendalami gerakan tari tradisional hingga menjalani workshop menari bersama Zee Asadel, meskipun keduanya menarikan tarian yang berbeda .

"Walaupun tariannya beda, kami workshop di ruang yang sama. Jadi mengobrol, itu yang membuat pas mulai syuting sudah enggak deg-degan," ujar Anya Zen, seperti dikutip dari Liputan6.com .

Tantangan terbesar bagi Anya adalah karakter Canting yang sangat powerful namun nyaris tanpa dialog.

Ia harus menyampaikan pesan dan emosi hanya melalui gerak tubuh dan ekspresi, sebuah tantangan besar bagi seorang aktor .

Proses Riasan Ekstrem: 6 Lapis Warna dan 2,5 Jam

Salah satu hal yang paling menonjol dari karakter Canting adalah visualnya yang mengerikan namun artistik.

Berbeda dengan kebanyakan hantu film horor yang menggunakan prostetis tebal, Canting justru mengandalkan body paint dan detail tempelan di sekujur tubuh .

Anya Zen mengungkapkan bahwa proses riasannya sangat panjang dan melelahkan.

"Prosesnya itu ada enam lapisan warna. Enam warna, satu tempelan, satu lagi yang terakhir membentuk kerak kulit tubuh. Itu proses yang sangat panjang, di luar itu ada wig, gigi palsu, dan bajunya kebaya terus," jelasnya .

Setiap kali syuting, Anya harus menghabiskan waktu 2,5 jam hanya untuk duduk di kursi rias.

Jika syuting dimulai pukul 18.00 malam, ia sudah harus tiba di lokasi sejak pukul 15.00 sore untuk mempersiapkan diri.

Tak hanya riasan, ia juga harus menjalani syuting adegan tari selama 6 jam di hari yang berbeda, dengan gerakan yang harus presisi karena kamera dan efek visual akan menangkap setiap detail .

Kisah Lucu di Balik Layar: Lupa Hapus Makeup, Driver Ojol Syok

Di balik keseraman karakter Canting, ada cerita lucu yang dialami Anya Zen selama proses syuting.

Suatu hari, ia bersama Prilly Latuconsina dan Zee Asadel memesan jus melalui aplikasi ojek online.

Karena sudah terbiasa melihat Anya dengan riasan hantu, Prilly dan Zee tidak merasa aneh.

Namun masalah muncul ketika Anya turun untuk mengambil pesanan.

"Zee sama Prilly karena melihat aku terus, mereka sudah biasa. Pernah kami beli jus, pesanan datang. Saya keluar untuk mengambil jus. Saya lupa masih pakai makeup. Saat keluar bertemu bapak ojol, dia teriak astaghfirullahaladzim!" kenang Anya sambil tertawa .

Kejadian ini menjadi salah satu memori tak terlupakan selama syuting film yang juga dibintangi Dian Nitami dan Dito Darmawan tersebut .

Perjuangan Anya Zen Mendapatkan Peran Canting

Menariknya, peran Canting tidak datang dengan mudah bagi Anya Zen. Aktris yang debut di film Ali Topan tiga tahun silam ini mengaku sempat beberapa kali mengikuti casting dan mengalami penolakan .

"Sebagai aktor juga harus siap sama penolakan. Tahu casting ini untuk Danur, tapi ikhlas saja, lakukan yang terbaik. Nanti hasilnya bagaimana, terserah. Pas dapat telepon dan dikabari diterima, baru di situ berasa (bahagia) dapat IP besar," ungkapnya .

Kegigihannya membuahkan hasil. Anya berhasil membawakan karakter Canting dengan begitu meyakinkan, bahkan ia harus naik panggung menari sendirian di hadapan 200 orang figuran—pengalaman yang membuatnya deg-degan karena sudah lama tidak tampil di atas panggung .

Fakta Singkat Karakter Canting

Aspek

Keterangan

Nama Karakter

Canting

Pemeran

Anya Zen

Jenis Hantu

Penari tradisional Sunda

Korban Teror

Riri (Zee Asadel)

Lokasi Teror

Studio tari, gedung pertunjukan tua

Durasi Riasan

2,5 jam

Lapisan Riasan

6 lapis warna + tempelan

Persiapan Khusus

Workshop menari tradisional


Dengan segala kerja keras dan persiapan matang yang dilakukan Anya Zen, karakter Canting di Danur The Last Chapter berhasil menjadi salah satu elemen paling menonjol dalam film penutup saga horor ini.

Keanggunan gerak tari yang berpadu dengan visual mengerikan menciptakan teror psikologis yang berbeda dari film-film horor pada umumnya.

Bagi pencinta film horor Tanah Air, kehadiran Canting menjadi alasan kuat untuk segera menyaksikan film ini di bioskop kesayangan Anda.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.