Penelusuran Sejarah Sebuah Daerah di Indonesia: Semarang, Sebuah Jejak Kota Pelabuhan dan Kearifan Budaya yang Masih Bertahan

AKURAT.CO, Kota Semarang, yang merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah, memiliki sejarah yang panjang yang dimulai sejak masa Kerajaan Mataram Kuno.
Sebagai salah satu kota pelabuhan terkemuka di Indonesia, Semarang telah menyimpan sejumlah kisah menarik dalam perjalanannya menuju statusnya saat ini.
Menurut cerita yang dilansir dari laman resmi Kota Semarang, asal usul nama kota ini berkisah tentang Raden Mas Pandan yang mencari daerah baru untuk ditempati sesuai tugas yang diberikan oleh kesultanan Demak.
Setelah menemukan sebuah hutan, daerah tersebut kemudian dibabat habis untuk dijadikan pondok pesantren dan lahan pertanian.
Baca Juga: Sebuah Sejarah Perjalanan Masjid Sunan Kalijaga: Saksi Bisu Penyebaran Agama Islam di Gunungkidul
Ketika Raden Pandan Arang, putra Raden Mas Pandan, menggarap lahan pertanian, dia menemukan pohon asam yang tumbuh saling berjauhan.
Hal ini menginspirasi Raden Pandan Arang untuk memberi nama daerah tersebut 'Semarang', yang berasal dari kata 'asem' yang berarti 'asam'.
Sejarah Kota Semarang berawal dari daerah pesisir bernama Pragota yang merupakan bagian dari Kerajaan Mataram Kuno sekitar abad ke-8 Masehi.
Daerah ini merupakan pelabuhan yang penting pada masa itu, dan terletak di sekitar lokasi Pasar Bulu sekarang.
Pada akhir abad ke-15, Pangeran Raden Pandan dari Kesultanan Demak diutus untuk menyebarkan agama Islam dari perbukitan Pragota.
Wilayah yang ditempati oleh Raden Pandan semakin subur, dan dari situlah muncul pohon asam yang menjadi inspirasi nama 'Semarang'.
Setelah itu, daerah ini semakin berkembang dan menarik perhatian Sultan Hadiwijaya dari Kesultanan Pajang.
Pada tanggal 2 Mei 1547, Semarang dinyatakan sebagai kota setelah mendapat persetujuan dari Sunan Kalijaga.
Pada tahun 1705, Semarang diserahkan kepada VOC oleh Susuhunan Pakubuwono I sebagai bagian dari perjanjiannya karena bantuan yang diberikan untuk merebut Kartasura.
Sejak itu, Semarang resmi menjadi kota milik VOC dan kemudian Pemerintah Hindia Belanda.
Pada tahun 1906, Pemerintah Gemeente dibentuk di Semarang yang dikepalai oleh seorang Burgemeester atau Walikota.
Kota ini tetap dipegang oleh Belanda hingga kedatangan pemerintahan pendudukan Jepang pada tahun 1942.
Setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya pada 20 Oktober 1945, Semarang menjadi saksi peristiwa heroik 'lima hari di Semarang', ketika masyarakat melawan bala tentara Jepang.
Kota Semarang, dengan sejarahnya yang kaya dan beragam, terus menjadi pusat penting di Pulau Jawa dan menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan budaya Indonesia yang berharga.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










