Bangunan Tua Misterius di Sleman! Bekas Stasiun Medari Ini Simpan 'Loket Rahasia' yang Bikin Merinding!

JATENG.AKURAT.CO, Sleman, Yogyakarta, memang tak pernah kehabisan cerita. Kali ini, sebuah bangunan tua yang dulunya merupakan Stasiun Kereta Api Medari menarik perhatian.
Bangunan berukuran 14 m x 4 m ini membujur utara-selatan dan menghadap ke barat, seolah menyimpan kisah masa lalu yang penuh misteri.
Siapa sangka, di dalamnya terdapat sebuah loket yang kini telah ditutup dan sebuah ruangan tanpa plafon yang punya fungsi unik.
Bangunan yang Berubah Seiring Waktu
Dengan atap tipe kampung dan genteng kripik yang sudah usang, bekas Stasiun Medari ini dibagi menjadi tiga ruangan tertutup.
Ruangan pertama berukuran 4 m x 4,5 m dan dulunya digunakan sebagai gudang.
Plafonnya terbuat dari anyaman bambu yang kini sudah rusak, menambah kesan tua pada bangunan.
Ruangan kedua, yang terletak di sebelahnya, juga memiliki ukuran yang sama dengan plafon bambu yang sudah rusak.
Tapi, di ruangan inilah rahasia paling menarik terungkap: sebuah loket karcis berukuran 0,62 m x 0,58 m.
Loket ini terbuat dari kayu dan kaca, namun saat ini sudah tertutup oleh tripleks.
Ruang Tunggu Tanpa Plafon yang Penuh Kisah
Di bagian selatan ruangan kedua, terdapat ruangan ketiga yang memiliki ukuran lebih besar.
Uniknya, ruangan ini tidak diberi plafon dan atapnya terbuat dari kayu jati dengan penutup seng.
Menurut Ibu Darmini (53 tahun), seorang warga setempat, ruangan ini dulunya digunakan sebagai ruang tunggu penumpang.
Penggunaan ruangan ini berakhir pada tahun 1944, saat stasiun ini tidak lagi difungsikan sebagai stasiun kereta api.
Di bagian dinding atas ruangan ini, kamu bisa melihat "gunung-gunung" dari bata berplester dengan lubang di tengahnya.
Lubang ini kemungkinan besar digunakan untuk menempatkan kayu sebagai rangka plafon.
Meskipun kini hanya tinggal kenangan, bekas Stasiun Medari ini adalah saksi bisu dari sejarah perkeretaapian di Indonesia.
Keberadaannya mengingatkan kita akan jejak-jejak masa lalu yang perlu kita lestarikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







