Kisah Angker dan Juga Mitos Mengenai Gelu: Sering Dikaitkan dengan Adanya Pulung Gantung di Gunungkidul

AKURAT.CO, Di pedalaman Gunungkidul, Yogyakarta, terdapat sebuah mitos yang menyelimuti masyarakat setempat.
Mitos pulung gantung, yang sering dipercaya sebagai penyebab kejadian bunuh diri, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan kepercayaan di daerah tersebut.
Keberadaan mitos ini tidak lepas dari kisah seram mengenai gelu, sebuah fenomena yang diyakini muncul di sekitar tempat-tempat tragedi gantung diri.
Gelu, menurut berbagai sumber, adalah gumpalan tanah yang berbentuk bulat.
Dalam tradisi setempat, gelu diyakini berfungsi sebagai pengganjal jenazah saat dimakamkan.
Namun, mitos gelu ini khususnya terkait dengan kejadian bunuh diri oleh gantung diri.
Dalam cerita mitos, setiap kasus gantung diri akan diiringi oleh keberadaan gelu di bawah mayat atau jasad yang tergantung.
Proses pencarian gelu ini dilakukan dengan syarat-syarat tertentu yang ditetapkan oleh para sesepuh atau pemuka adat masyarakat.
Syarat pertama pencarian gelu adalah pembacaan doa-doa khusus oleh pemuka adat, diikuti dengan penggalian tanah langsung sebelum korban gantung diri diturunkan.
Tujuannya adalah agar gelu yang dicari bisa ditemukan dengan lancar.
Namun, tak jarang pula ada orang yang melakukan penggalian setelah korban sudah ditemukan, dan hasilnya gelu yang dicari tidak ditemukan.
Kadang gelu yang ditemukan jumlahnya tidak sesuai dengan yang diyakini, mungkin hanya satu atau dua gelu, bukan tiga.
Percaya atau tidak, pencarian gelu di bawah mayat yang tergantung diyakini dapat mencegah terjadinya kejadian gantung diri di masa yang akan datang.
Konon, sebagian masyarakat percaya bahwa gelu memiliki kemampuan untuk mengusir makhluk yang dianggap menjelma menjadi pulung gantung.
Makhluk tersebut digambarkan memiliki wujud manusia berkulit hitam membusuk dengan darah menetes dari lubang hidung dan telinga.
Sosok seram ini diyakini menjaga tali yang biasa digunakan oleh para korban gantung diri, sehingga pencarian gelu menjadi langkah penting dalam upaya mencegah kejadian serupa di masa yang akan datang.
Mitos pulung gantung dan gelu ini menjadi bagian dari warisan budaya dan kepercayaan masyarakat Gunungkidul.
Meskipun terasa menakutkan, kisah-kisah seperti ini mengajarkan kita untuk menghargai kearifan lokal dan menjaga tradisi-tradisi yang telah mengakar dalam budaya setempat.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










