Adib: Jika Luthfi – Yasin Menang Pilgub, Dinamika Politik Jateng Pada Pemilu 2029 Akan Keras

Akurat.co – Real count Pilkada Jateng 2024 memperlihatkan Andika Perkasa-Hendrar Prihadi meraih 7.836.697 atau 40,86 persen suara. Sementara itu, Ahmad Luthfi-Taj Yasin meraup 11.344.930 atau 59,14 persen.
Data real count Pilkada Jateng 2024 sudah 56.643 dari 56.812 tempat pemungutan suara (TPS) atau mencapai 99,70 persen atau di seluruh Jateng. Dengan demikian, hasil ini tak berbeda jauh dari hasil quick count yang beredar.
Versi Indikator Politik Indonesia yang datanya sudah 100 persen, Andika Perkasa-Hendrar Prihadi 41,69 persen dan Ahmad Luthfi-Taj Yasin 58,31 persen.
Versi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang datanya sudah 100 persen, Andika Perkasa-Hendrar Prihadi 41,58% dan Ahmad Luthfi-Taj Yasin 58,42 persen.
Tingkat partisipasi pemilih di Jawa Tengah pada Pilgub 2024 cukup tinggi. Hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam menentukan pemimpin daerah mereka.
KPU Jawa Tengah mencatat bahwa partisipasi pemilih mencapai lebih dari 70 persen, yang merupakan angka yang cukup baik dibandingkan dengan pemilihan sebelumnya.
Angka-angka tersebut masih berupa prediksi, begitupun dengan angka kemenangan Luthfi – Yasin di Pilgung Jateng yang merupakan prediksi karena suara sah hanya akan diumumkan oleh KPU di hari akhir rekapitulasi suara nanti.
Pengamat politik UIN Walisongo Semarang, Dr M Kholidul Adib mengatakan bahwa Paslon Luthfi – Yasin memang diprediksi banyak pihak akan memenangkan Pilgub Jateng 2024.
Adib memaparkan ada sejumlah faktor yang menyebabkan paslon ini unggul. Faktor terbesar adalah paslon Ahmad Luthfi - Taj Yasin diusung koalisis partai gemuk KIM plus (non PDIP) juga mendapat dukungan penuh dari mantan preisden Jokowi.
“Dia (Jokowi) bahkan turun langsung saat kampanye di sejumlah tempat yang menjadi basis PDIP seperti Solo Raya, Semarag Raya, Banyumas, Brebes, Grobogan kemudian juga dukungan Prabowo dalam pernyataan resminya,” tutur Adib pada Senin (2/12/2024).
Adib juga mengatakan, kemampuan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin dalam meyakinkan masyarakat saat debat. Lebih dari itu juga faktor kuatnya dukungan warga Nahdliyin sebagai kalangan agamis di Jateng yang mendukung Ahmad Luthfi - Taj Yasin.
Faktor berikutnya adalah dukungan penuh warga NU untuk paslon Ahmad Luthfi – Taj Yasin. Ahmad Luthfi mengaku sebagai warga NU dan alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) saat kuliah di Unair Surabaya seangkatan dengan Ibu Khofifah yang sekarang menjadi cagub Jatim.
Sedangkan Taj Yasin merupakan putra KH Maemun Zubair (ulama NU yang sangat berpengaruh di kalangan santri). Beberapa waktu lalu para tokoh NU juga bertemu dengan Jokowi di Solo tentu pertemuan ini berkaitan dengan pilgub .
“Walhasil dukungah warga NU yang besar terhadap paslon Ahmad Luthfi - Taj Yasin membuahkan hasil dengan kemenangan mereka,” tutur Adib.
Kemudian Adib mengatakan Andika - Hendi hanya diusung oleh PDIP dan sudah berusaha untuk mengambil basis NU tetapi hanya dapat suara kecil dari kantomg NU.
“Kekuatan PDIP sendiri sudah maksimal mendukung Andika – Hendi,” ungkapnya.
Adib memaparkan, kedepan dinamika politik di Jateng akan keras ada upaya dari partai penguasa (Gerindra atau koordinator KIM plus) untuk mengambil alih sebagai partai penguasa di Jateng.
“Partai penguasa perlu kerja keras untuk dapat menumbangkan PDIP di pileg 2029.” tuturnya.
Adib menambahkan, jika pada periode 2025-2030 Pemprov Jateng tidak lagi dikuasai PDIP sedangkan Ketua DPRD Jateng masih dari kader PDIP maka akan membuat hubungan eksekutif dan legislatif akan dinamis.
Adib berharap mekanisme check and balances akan berjalan dengan baik, namun berkat dukungan mayoritas parlemen dari partai KIM plus akan membuat program Luthfi - Yasin akan bisa berjalan dengan baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










