Jadi Sorotan Beda Sikap Presiden Jokowi, Sebelum dan Sesudah Pencalonan Gibran jadi Cawapres Prabowo

AKURAT.CO, Jadi Sorotan Beda Sikap Presiden Jokowi, Sebelum dan Sesudah Pencalonan Gibran jadi Cawapres Prabowo.
Sikap yang ditunjukkan Presiden Jokowi, kader PDIP sekaligus ayah Gibran Rakabuming Raka, menjadi sorotan karena dinilai berbeda 180 derajat.
Sebelumnya, Jokowi menilai kabar pencalona Gibran sebagai cawapres hanya sekedar rumor dan tidak mungkin terjadi.
Sikap Jokowi tersebut terlihat dari video yang viral di media sosial.
Dalam video tersebut, Jokowi menilai jika Gibran yang baru 2 tahun terjun di dunia politik sebagai wali kota Solo, dinilainya belum pas untuk maju sebagai cawapres.
Namun sikap Jokowi ini berubah, usai Gibran benar-benar dicalonkan oleh Partai Golkar sebagai pendamping capres Prabowo Subianto.
Baca Juga: Ganjar Pranowo: Selamat dan Bertanding Fair pada Gibran Rakabuming sebagai Cawapres Prabowo Subianto
Keputusan Golkar mengusulkan Gibran sebagai bakal cawapres Prabowo diresmikan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) partai yang digelar pada Sabtu (21/10/2023).
Meski Jokowi enggan menjawab tegas perihal dukungan Golkar kepada Gibran, namun dirinya mengaku, sebagai orang tua mendukung langkah terbaik yang diambil sang anak.
Termasuk saat ditanya apakah dirinya merestui atau tidak jika sang putra benar-benar maju pada kontestasi Pilpres 2024.
Jokowi hanya menjawab, sebagai orang tua tugasnya hanya mendoakan dan merestui keputusan sang anak.
Apalagi sang anak tergolong sudah dewasa dan bisa menentukan keputusan sendiri.
"Orang tua itu tugasnya hanya mendoakan dan merestui keputusan (Gibran) semuanya. Karena sudah dewasa ya jangan terlalu mencampuri urusan," kata Jokowi seusai menjadi Pembina Upacara Hari Santri di Tugu Pahlawan Surabaya, Minggu (22/10/2023).
Baca Juga: Resmi jadi Cawapres Dampingi Ganjar, Ini Komentar Mahfud MD
Terkait kepastian Gibran akan berpasangan dengan Prabowo di Pilpres 2024, Jokowi juga enggan memberikan kepastian.
Ia meminta awak media untuk menanyakan langsung kepada koalisi partai politik pengusung Prabowo Subianto sebagai bakal capres 2024.
"Tanyakan ke partai politik itu wilayahnya partai politik, atau koalisi partai politik, atau gabungan partai politik, bukan urusan presiden," tandasnya.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Yadea RS20 Resmi Dijual Rp16,6 Juta, Motor Listrik Retro Bisa Tempuh hingga 80 Km
- 2Angin Segar Liverpool! PSG Mulai Luluh, Dua Bintang Siap ke Anfield
- 3Arsenal Siap Korbankan Gabriel Jesus, Napoli Bergerak Cepat! Como Bidik Striker Chelsea! Bursa Transfer Eropa Memanas
- 4Chelsea vs Manchester United: Duel Perburuan Gelandang Prancis Manu Koné
- 5Persib Juara Dewata Challenge Series 2026! Bangkit dari Ketertinggalan, Obati Kegagalan di Piala Presiden
- 6Barcelona Beralih ke Gyokeres setelah Alvarez Buntu, Arsenal Siap Melepas?
- 7Manchester United dan Arsenal Dapat Angin Segar di Bursa Transfer Bek Brugge
- 8Jamie Gittens Diprediksi Bertahan di Chelsea Usai Roma Beralih ke Target Lain
- 9Bom! Al Hilal Sepakat dengan Pedro Neto, Chelsea Siap Lepas dengan Harga €60 Juta
- 10Bukan Batal! Fabrizio Romano: Barcola ke Liverpool Masih Hidup dan Kian Menggembirakan








