Jateng

Liverpool Dipermalukan Manchester City 4-0, Van Dijk Bela Arne Slot: Pemain yang Harus Bercermin, Bukan Pelatih

Theo Adi Pratama | 5 April 2026, 21:26 WIB
Liverpool Dipermalukan Manchester City 4-0, Van Dijk Bela Arne Slot: Pemain yang Harus Bercermin, Bukan Pelatih
Virgil Van Dijk

JATENG.AKURAT.CO, Kapten Liverpool sekaligus pilar utama lini pertahanan timnas Belanda, Virgil van Dijk, berbicara blak-blakan usai timnya secara memalukan tersingkir dari ajang Piala FA setelah dibantai Manchester City dengan skor telak 0-4 di Stadion Etihad, Sabtu (4/4/2026) waktu setempat.

Dalam wawancara eksklusif yang dilansir Sky Sports, Van Dijk dengan berani menuding rekan-rekannya telah "menyerah" di tengah pertandingan, terutama setelah kebobolan gol ketiga yang semakin memperparah situasi.

Sang kapten pun dengan rendah hati menyampaikan permintaan maaf yang mendalam kepada ribuan pendukung The Reds yang setia datang memberikan dukungan, serta dengan tegas menyatakan bahwa kekalahan menyakitkan ini bukan semata-mata kesalahan pelatih kepala Arne Slot.

Ia justru mengajak seluruh skuad untuk berkaca diri dan segera membangkitkan semangat juang tim yang sempat hilang di babak kedua.

Kekalahan ini sekaligus menjadi pukulan telak bagi Liverpool yang musim ini terus dilanda inkonsistensi, sekaligus menambah panjang daftar kegagalan mereka di ajang domestik.

Dengan hanya menyisakan kompetisi Liga Champions sebagai satu-satunya harapan meraih trofi, tekanan mental yang menghantui skuad asuhan Arne Slot kian berat menjelang laga krusial melawan Paris Saint-Germain pekan ini.

Pengakuan Jujur Van Dijk: "Kami Menyerah, Itulah yang Terjadi"

Dalam konferensi pers yang penuh ketegangan, Van Dijk tidak menutupi rasa frustrasinya. Ia secara gamblang mengakui bahwa timnya kehilangan perlawanan setelah tertinggal tiga gol.

Padahal, target awal saat memasuki babak kedua adalah memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Namun, justru sebaliknya yang terjadi.

"Saya hanya bisa meminta maaf kepada para penggemar atas apa yang kami tunjukkan, terutama di babak kedua," ujar Van Dijk dikutip dari Sky Sports.

"Kamu keluar dari ruang ganti dengan niat yang benar, berharap bisa segera mencetak gol untuk mengubah keadaan. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, dan bangkit dari ketertinggalan 3-0 di sini jelas sangat sulit. Namun, kamu juga seharusnya tidak menyerah, dan mungkin pada titik tertentu itulah yang terjadi," tambahnya dengan nada kecewa.

Pernyataan ini menjadi bukti nyata bahwa kapten Liverpool melihat langsung bagaimana mental timnya hancur setelah gempuran cepat Manchester City.

Klaim bahwa tim "menyerah" ini menjadi sorotan tajam media dan dinilai sebagai bentuk kritik paling keras dari seorang kapten kepada rekan-rekannya musim ini.

Kapten Bela Arne Slot: "Bukan Hanya Tanggung Jawab Pelatih"

Salah satu poin paling menarik dari pernyataan Van Dijk adalah pembelaannya terhadap pelatih Arne Slot, yang kini sedang berada di bawah tekanan besar karena rentetan hasil buruk.

Ia dengan tegas membantah anggapan bahwa kegagalan tim sepenuhnya disebabkan oleh taktik atau strategi sang juru taktik.

"Ini adalah masalah bersama, bukan? Jelas dia (Slot) bertanggung jawab sebagai manajer, tetapi kamilah yang berada di atas lapangan dan harus menjalankannya," tegas Van Dijk seperti dilansir oleh BBC Sport.

Pernyataan ini sekaligus menjadi tamparan halus bagi para pemain yang dinilai kurang menunjukkan totalitas dan semangat juang selama 90 menit penuh.

Van Dijk mengakui bahwa tim sedang dalam masa transisi, dan hilangnya "kebersamaan" yang dulu menjadi ciri khas Liverpool menjadi biang kerok utama.

"Kualitas itu ada. Saya cukup beruntung bisa bermain untuk Liverpool selama bertahun-tahun, dan hal utama yang selalu kami miliki adalah kebersamaan. Sekarang, jelas kami dalam sedikit masa transisi, dan kami harus menemukannya kembali," tambahnya seperti disiarkan oleh The Athletic.

Tanpa kebersamaan itu, ia menilai akan sangat sulit untuk tampil konsisten setiap tiga hari sekali.

Fans Berbondong-bondong Pulang, Van Dijk Pahami Kekecewaan Mereka

Laga yang berlangsung di kandang lawan tersebut juga menyisakan pemandangan memilukan bagi kubu Liverpool.

Ribuan pendukung The Reds yang setia melakukan perjalanan jauh ke Etihad memilih meninggalkan stadion lebih awal, jauh sebelum peluit panjang dibunyikan.

Melihat para penggemar yang notabene adalah "nyawa" klub pergi lebih dulu, Van Dijk mengaku sangat memahaminya.

"Saya lelah mengulang-ulang perkataan saya sendiri? Tentu saja, dan saya juga memahami kekecewaan para penggemar," ujarnya.

"Mereka ada di sini untuk mendukung kami, dan kami mengecewakan mereka, mengecewakan diri kami sendiri, dan juga mengecewakan manajer. Cara kami bermain, terutama di babak kedua, pasti menyakitkan bagi semua orang. Ini benar-benar menyakitkan saya," tegasnya.

Kekalahan ini merupakan yang ke-15 bagi Liverpool di semua kompetisi musim ini.

Angka tersebut merupakan statistik memalukan bagi juara bertahan Premier League yang performanya terus menurun drastis.

Fakta Laga: Hattrick Haaland dan Mimpi Buruk Liverpool

Performa buruk Liverpool tidak lepas dari gemilangnya penampilan Erling Haaland.

Striker Norwegia itu mencetak hat-trick dalam waktu kurang dari 20 menit (dua gol di babak pertama dan satu di babak kedua) yang membuat lini pertahanan Liverpool yang dipimpin Van Dijk sendiri tampil kacau balau.

Tragedi dimulai ketika Van Dijk melakukan pelanggaran terhadap Nico O'Reilly di kotak terlarang, yang berujung pada penalti.

Haaland yang menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya.

Seperti dilaporkan The Indian Express, gol pertama itu membuka keran gol City, di mana Antoine Semenyo turut menyumbang satu gol sebelum Haaland melengkapi pesta golnya.

Mimpi buruk semakin lengkap ketika Mohamed Salah, yang diyakini akan meninggalkan Liverpool di akhir musim, gagal mengeksekusi penalti yang semestinya bisa menjadi hiburan bagi para pendukung.

Kiper James Trafford sukses menggagalkan tendangan Salah, memupus habis harapan kebangkitan Liverpool.

Bencana 20 menit ini digambarkan oleh Van Dijk sebagai "pukulan mematikan" yang menghancurkan moral skuad.

Tekanan Meningkat: Kini Fokus Hanya ke Liga Champions

Kegagalan lolos ke semifinal Piala FA membuat musim Liverpool di kompetisi domestik berakhir sudah.

Dengan format kompetisi yang tersisa, satu-satunya jalan bagi Liverpool untuk menyelamatkan musim yang suram ini adalah dengan memenangkan Liga Champions. Namun, rintangan yang dihadapi tidaklah mudah.

Pada pekan ini, Liverpool dijadwalkan untuk bertandang ke markas Paris Saint-Germain pada leg pertama perempat final.

Pelatih Arne Slot yang juga turut kecewa mengatakan hasil 0-4 "berbicara sendiri" dan menyebutnya sebagai "kekecewaan yang luar biasa".

Ia mengakui bahwa timnya harus tampil sempurna, baik dalam penyelesaian akhir maupun pertahanan, jika ingin bersaing dengan raksasa Prancis tersebut.

Van Dijk mengingatkan rekan-rekannya untuk segera move on dan memfokuskan diri pada tiga pertandingan ke depan yang akan menentukan nasib klub musim ini.

"Jika kita ingin membuat sesuatu dari musim ini, maka kita harus mencoba menghasilkan sesuatu yang spesial di tiga pertandingan ke depan. Ini sulit diterima, dan semua orang harus melihat ke cermin dan mengoreksi diri sendiri," tandasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.