Jateng

Marco Bezzecchi: "Anda Melihat Batas Saya di Sprint, Sekarang Saya Kembali dengan Kemenangan"

Theo Adi Pratama | 30 Maret 2026, 10:39 WIB
Marco Bezzecchi: "Anda Melihat Batas Saya di Sprint, Sekarang Saya Kembali dengan Kemenangan"

JATENG.AKURAT.CO, Marco Bezzecchi kembali menunjukkan kelasnya di MotoGP Amerika 2026.

Setelah gagal finis di sprint race akibat kecelakaan, pembalap Aprilia itu bangkit dengan performa sempurna di balapan utama Circuit of the Americas (COTA), Minggu (29/3/2026).

Ia sukses meraih kemenangan kedua musim ini sekaligus memecahkan rekor lap beruntun yang sebelumnya dipegang Jorge Lorenzo.

Namun, di balik kemenangan dominannya, Bezzecchi dengan jujur mengakui bahwa ia memiliki batas, dan batas itu ia tunjukkan di sprint race Sabtu.

“Kemarin (sprint race), Anda melihat batas saya. Ketika Anda mencoba sedikit terlalu keras, itu sangat dekat dengan batas. Garisnya sangat tipis,” ujar Bezzecchi.

Ia menjelaskan bahwa motor MotoGP saat ini sangat ekstrem dan pembalap harus terus memaksakan diri untuk melaju kencang.

“Menurut saya, cukup mudah untuk mendefinisikan batas saya,” tambahnya.

Baca Juga: MotoGP Amerika: Dari Pemenang Sprint ke Posisi Kedua, Jorge Martin Sesali Kesalahan Taktik di Balapan Utama

Insiden di Tikungan 11 yang Hampir Berujung Petaka

Kemenangan Bezzecchi tidak lepas dari drama di lap pertama. Ia berhasil mengambil alih posisi terdepan dari Pedro Acosta (KTM) setelah keduanya melebar di tikungan 11.

Namun, saat Acosta kembali ke jalur balap, Bezzecchi bertabrakan dengannya, menyebabkan kerusakan di bagian belakang motor Aprilianya. Untungnya, insiden itu tidak menghalangi lajunya.

“Itu episode yang berat. Di tikungan itu, angin sangat kencang. Saya melihat Pedro melebar dan saya juga sedikit melebar. Saya mencoba menyalipnya di pintu keluar dan ketika saya mencondongkan kepala di atas fairing, saya terlalu dekat dan menyentuhnya. Dengan ride-height device dan segalanya, sulit untuk menghindari kontak,” jelas Bezzecchi.

Ia mengaku motornya rusak di bagian belakang, tetapi tidak tahu apakah motor Acosta juga ikut rusak.

Baca Juga: MotoGP Amerika: Pedro Acosta Akui Bukan Kesalahan, Martin Lewat Demi Hindari Penalti Tekanan Ban

Rekor Baru: 121 Lap Beruntun

Kemenangan ini juga membawa Bezzecchi mencatatkan sejarah baru.

Ia kini menjadi pembalap dengan jumlah lap beruntun terbanyak dalam sejarah MotoGP, mengalahkan rekor Jorge Lorenzo yang sebelumnya memegang 103 lap.

Bezzecchi kini telah memimpin balapan selama 121 lap berturut-turut, sejak seri Sepang 2025 hingga MotoGP Amerika 2026.

“Sulit untuk dijelaskan. Saya tidak tahu bagaimana menggambarkan emosi saya. Tentu saja, ini adalah sesuatu yang tidak pernah Anda duga. Saya bekerja sangat keras seperti semua pembalap MotoGP untuk mencapai hasil seperti ini, tetapi pada akhirnya Anda tidak pernah menduga akan mencapai sesuatu seperti ini,” ujar Bezzecchi penuh haru.

Klasemen dan Prospek ke Depan

Dengan kemenangan ini, Bezzecchi semakin kokoh di puncak klasemen sementara MotoGP 2026.

Ia mengoleksi 71 poin, unggul empat poin dari rekan setimnya, Jorge Martin (67 poin), yang finis kedua di balapan utama.

Pedro Acosta melengkapi tiga besar dengan 55 poin. Sementara itu, rekor lap beruntun yang ia pecahkan menambah daftar pencapaian impresifnya di awal musim.

Baca Juga: Daftar Lengkap Peraih Kemenangan Terbanyak di Kelas Premier MotoGP (1949–2026)

FAQ Seputar Kemenangan Bezzecchi

Q: Siapa pemenang MotoGP Amerika 2026?
A: Marco Bezzecchi (Aprilia) memenangkan balapan utama, sementara Jorge Martin finis kedua.

Q: Apa yang terjadi dengan Bezzecchi di sprint race?
A: Bezzecchi crash saat berada di posisi kedua dan gagal finis, sehingga ia belum pernah menang sprint race di musim 2026.

Q: Berapa rekor lap beruntun yang dipecahkan Bezzecchi?
A: Bezzecchi memecahkan rekor Jorge Lorenzo (103 lap) dengan 121 lap beruntun.

Q: Apakah Bezzecchi mengalami kerusakan motor akibat insiden dengan Acosta?
A: Ya, motor Bezzecchi mengalami kerusakan di bagian belakang, tetapi tidak menghalangi lajunya hingga finis.

Q: Siapa yang memimpin klasemen MotoGP 2026?
A: Marco Bezzecchi memimpin klasemen dengan 71 poin, diikuti Jorge Martin (67) dan Pedro Acosta (55).

Marco Bezzecchi membuktikan bahwa ia bukan hanya cepat, tetapi juga mampu belajar dari kesalahan.

Setelah mengakui batas kemampuannya di sprint race, ia bangkit dengan kemenangan dominan di balapan utama sekaligus memecahkan rekor lap beruntun.

Dengan selisih empat poin dari Martin, persaingan di puncak klasemen diprediksi akan terus berlangsung sengit.

Apakah Bezzecchi mampu mempertahankan performa ini di seri Eropa? Saksikan keseruan MotoGP hanya di Vidio!

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.