Jateng

Cuaca Buruk Kacaukan Persiapan, Francesco Bagnaia Gagal Podium di Sprint Race MotoGP Brasil

Theo Adi Pratama | 22 Maret 2026, 18:12 WIB
Cuaca Buruk Kacaukan Persiapan, Francesco Bagnaia Gagal Podium di Sprint Race MotoGP Brasil

JATENG.AKURAT.CO, Akhir pekan MotoGP Brasil 2026 yang penuh tantangan bagi Francesco Bagnaia. Pembalap Ducati Lenovo itu harus puas finis di posisi kedelapan dalam sprint race yang digelar di Sirkuit Internasional Ayrton Senna, Goiania, Sabtu (21/3/2026).

Namun lebih dari sekadar hasil akhir, Bagnaia mengungkapkan bahwa rangkaian kesalahan kecil dan keterbatasan sesi latihan kering akibat cuaca buruk membuat potensi podiumnya sirna.

Ia memulai sprint dari posisi ke-11 setelah crash di sesi kualifikasi, dan merasa memiliki kecepatan untuk bersaing di barisan depan jika tidak ada kesalahan.

Bagnaia mengakui bahwa hari Sabat di Brasil berlangsung sangat intens.

Kondisi cuaca Jumat yang diguyur hujan deras membuat para pembalap kehilangan waktu berharga untuk menguji setelan motor dalam kondisi kering.

Akibatnya, saat memasuki sesi latihan Sabtu pagi, Bagnaia mendapati dua motor Desmosedici-nya memiliki setelan yang berbeda.

Ia pun memilih salah satu yang lebih nyaman, namun kecelakaan di lap pertama Q2 memaksanya beralih ke motor cadangan dengan cengkeraman lebih rendah—sebuah masalah fatal di trek yang sangat membutuhkan grip.

Baca Juga: Kabar Transfer MotoGP: Aldeguer Tetap di Gresini Racing atau Pindah ke VR46?

Keterbatasan Sesi Latihan Kering Jadi Kendala Utama

Francesco Bagnaia menjelaskan bahwa cuaca buruk pada hari Jumat berdampak besar pada persiapan tim.

Tidak adanya sesi latihan dalam kondisi kering membuat pembalap tidak memiliki cukup waktu untuk menyempurnakan setelan motor.

“Kami tidak punya waktu untuk berkendara dan menguji setelan kemarin,” ujar Bagnaia kepada MotoGP.com.

“Jadi pagi ini saya memiliki dua motor dengan setelan berbeda. Saya memilih satu yang lebih baik bagi saya, tetapi setelah crash saya kehilangan motor itu. Motor yang lain memiliki grip lebih rendah, dan di trek ini Anda sangat membutuhkan grip.”

Bagnaia mengakui bahwa kesalahan di kualifikasi menjadi titik balik.

“Saya crash di putaran cepat pertama. Sayang sekali karena potensi motor sangat kompetitif di sini, saya merasa sangat kompetitif,” tambahnya.

Kesulitan Menyalip di Sirkuit Goiania

Start dari posisi ke-11 membuat Bagnaia harus berjuang ekstra untuk menembus barisan depan.

Namun, ia menemui kendala lain: sulitnya melakukan overtaking di Sirkuit Goiania yang baru pertama kali digunakan untuk MotoGP ini.

“Di trek ini cukup sulit untuk menyalip. Saya terjebak di belakang Alex Marquez yang menutup jalur dengan sangat rapat, dan saya tidak pernah mendapat kesempatan untuk menyalipnya—ini semua karena kesalahan saya sendiri,” jelas Bagnaia.

Ia mengaku sempat dua kali mencoba strategi berbeda, tetapi kedua kali ia kembali terjebak di belakang Alex Marquez.

“Padahal potensinya ada, dan sayang sekali saya tidak bisa menyatukan semuanya untuk finis di podium yang sebenarnya mungkin hari ini.”

Potensi Besar Terbuang Sia-sia

Meski finis di posisi kedelapan, Bagnaia menegaskan bahwa hasil itu tidak mencerminkan potensi motor Ducatinya.

Ia merasa bisa bersaing di barisan depan jika tidak ada kesalahan di kualifikasi dan jika setelan motornya konsisten.

Hasil kedelapan di sprint race Brasil menjadi hasil terbaik Bagnaia musim ini setelah sebelumnya dua kali finis kesembilan di Thailand.

Namun ia tetap optimistis bahwa performa sebenarnya telah ada, dan hanya perlu menghindari kesalahan di balapan utama.

“Ini memalukan karena motornya sangat kompetitif di sini, saya merasa sangat kompetitif. Saya hanya melakukan kesalahan dua kali, dan di trek ini sulit untuk memperbaikinya,” pungkas pembalap Italia itu.

FAQ Seputar Performa Bagnaia di MotoGP Brasil

Q: Mengapa Bagnaia start dari posisi ke-11?
A: Ia crash di Q2 pada lap pertama, sehingga hanya memiliki satu kesempatan menggunakan motor cadangan dan tidak bisa memperbaiki catatan waktu.

Q: Apa penyebab utama kesulitan Bagnaia di sprint?
A: Kombinasi start buruk (posisi 11), kesulitan menyalip di trek baru, dan perbedaan setelan dua motor setelah crash.

Q: Apakah Bagnaia puas dengan hasil sprint?
A: Tidak. Ia merasa motor sangat kompetitif dan seharusnya bisa finis podium jika tidak ada kesalahan.

Q: Bagaimana peluang Bagnaia di balapan utama?
A: Ia masih optimistis karena kecepatan motor ada, namun start dari posisi ke-11 akan kembali menjadi tantangan besar.

Q: Apa dampak cuaca Jumat bagi para pembalap?
A: Hujan deras membuat sesi latihan kering sangat terbatas, sehingga banyak pembalap tidak memiliki cukup data setelan untuk trek baru.

Francesco Bagnaia membawa pulang poin dari sprint race Brasil, tetapi jelas kecewa karena potensi podium terbuang akibat kesalahan di kualifikasi dan keterbatasan persiapan.

Balapan utama Minggu menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa kecepatan yang ia rasakan bisa diubah menjadi hasil nyata.

Namun ia harus memulai lagi dari posisi ke-11, dan trek Goiania yang sulit dinaliyp bukanlah musuh yang mudah.

Apakah Bagnaia bisa bangkit di balapan utama? Saksikan MotoGP Brasil 2026 hanya di Vidio!

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.