Jateng

Drama Etihad: Kartu Merah Bernardo Silva dan Brace Vinicius Hancurkan Harapan City, Ini Rating Pemain Manchester City

Theo Adi Pratama | 18 Maret 2026, 08:35 WIB
Drama Etihad: Kartu Merah Bernardo Silva dan Brace Vinicius Hancurkan Harapan City, Ini Rating Pemain Manchester City

JATENG.AKURAT.CO, Etihad Stadium sejatinya sudah disulap menjadi lautan harapan. Video-video kebangkitan legendaris Manchester City diputar di layar raksasa sebelum kick-off, mengingatkan semua orang pada momen-momen ajaib seperti gol Aguero atau penyelamatan Gundogan. Namun, takdir berkata lain.

Real Madrid, untuk keempat kalinya dalam lima tahun, kembali menjadi mimpi buruk bagi The Citizens. Dalam laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Rabu (18/3/2026) dini hari WIB, Los Blancos menaklukkan tuan rumah dengan skor 2-1 dan memastikan langkah mulus ke perempat final dengan agregat telak 5-1 .

Pertandingan yang diprediksi akan berlangsung sengit ini justru berubah menjadi drama dalam 20 menit pertama.

Tekad baja City untuk membalikkan defisit 0-3 dari leg pertama langsung diuji oleh ketajaman serangan balik Madrid. Hasilnya, sebuah momen kontroversial sekaligus fatal yang mengubah wajah laga selamanya .

Baca Juga: Rating Pemain Real Madrid Setelah Melibas Manchester City 2-1: Vinicius, Huijsen, dan Tchouameni Bersinar

Jalannya Pertandingan: Momen Fatal di Babak Pertama

City memulai laga dengan tempo tinggi, sesuai janji kapten mereka, Bernardo Silva, untuk berjuang sampai akhir . Peluang emas bahkan datang di menit pertama ketika Federico Valverde, yang mencetak hat-trick di leg pertama, kembali lolos dari penjagaan. Sayang, tembakannya masih terlalu lemah dan mudah diamankan Gianluigi Donnarumma .

Namun, petaka datang di menit ke-20. Serangan balik cepat Madrid dilancarkan. Vinicius Junior berlari menusuk pertahanan City dan melepaskan tembakan yang membentur tiang. Bola liar kemudian kembali dikuasai Madrid dan disodorkan lagi ke Vinicius. Saat pemain Brasil itu bersiap melepaskan tembakan kedua, Bernardo Silva yang berusaha menutup jalur bola, secara tidak sengaja (atau disengaja) menggunakan lengannya untuk menghalau bola di garis gawang .

Wasit Clement Turpin awalnya mengabaikan insiden tersebut, tetapi atas instruksi VAR, ia meninjau tayangan ulang. Keputusannya tegas: penalti untuk Real Madrid dan kartu merah langsung untuk Bernardo Silva! Ini adalah kartu merah pertama dalam karier gelandang asal Portugal tersebut . Vinicius Junior yang gagal mengeksekusi penalti di leg pertama, kali ini tampil tenang. Ia mengecoh Donnarumma dan membawa Madrid unggul 1-0, sekaligus membuat agregat menjadi 4-0 dan praktis mengubur harapan City .

Bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-20, City bukannya menyerah. Mereka justru menunjukkan karakter luar biasa. Tekanan demi tekanan dilancarkan. Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-41. Umpan tarik Jeremy Doku dari sisi kiri mengenai kaki pemain Madrid dan jatuh tepat di kaki Erling Haaland. Dengan tenang, bomber Norwegia itu menyontek bola masuk ke gawang. Skor berubah 1-1, dan untuk sesaat, harapan kecil kembali menyala di Etihad .

Babak Kedua: Kegigihan 10 Pemain dan Klinisnya Madrid

Memasuki babak kedua, Madrid terpaksa melakukan pergantian paksa. Kiper utama Thibaut Courtois mengalami cedera dan digantikan oleh Andriy Lunin . City yang terus percaya diri mencoba memanfaatkan situasi ini. Peluang emas didapat Haaland pada menit ke-50, namun sepakannya dari jarak dekat berhasil digagalkan oleh Lunin dengan gemilang .

City terus menggempur. Rodri, Antoine Semenyo, dan Abdukodir Khusanov bergantian melepaskan tembakan, namun semuanya meleset atau mampu diantisipasi pertahanan Madrid yang dipimpin Antonio Rudiger dan Dean Huijsen . Dua gol bahkan sempat dianulir untuk City. Jeremy Doku dan Rayan Ait-Nouri masing-masing membobol gawang Lunin, tetapi wasit menganulirnya karena posisi offside yang sangat tipis .

Seperti biasa, Real Madrid menunjukkan efektivitasnya di menit-menit krusial. Saat City kelelahan dan mulai kehilangan fokus, giliran Madrid yang menghukum. Di masa injury time, tepatnya menit ke-94, Aurelien Tchouameni melepaskan umpan terobosan cantik kepada Vinicius Junior. Dengan tenang, Vinicius menaklukkan Lunin untuk kedua kalinya dan memastikan kemenangan 2-1 bagi Madrid .

Kemenangan ini memastikan langkah Real Madrid ke babak perempat final dengan agregat 5-1, sekaligus menambah daftar panjang kegagalan Manchester City di tangan musuh bebuyutan mereka di Eropa .

Baca Juga: Rating Pemain Arsenal Setelah Berhasil Mencukur Leverkusen 2-0: Eze Sempurna, Rice Gemilang, Saliba Kokoh

Rating Pemain: Khusanov Bersinar di Tengah Kegelapan

Meski kalah, beberapa pemain Manchester City tampil menonjol. Berikut rating para pemain The Citizens berdasarkan performa mereka di laga ini, dirangkum dari berbagai sumber :

Penjaga Gawang dan Pertahanan

  • Gianluigi Donnarumma (6/10): Melakukan beberapa penyelamatan gemilang, termasuk dari Brahim Diaz dan Tchouameni. Namun, ia tak berdaya menghadapi dua gol Vinicius. Terkadang melakukan gerakan berisiko dengan keluar dari sarangnya .

  • Matheus Nunes (6/10): Cukap solid dalam bertahan menghadapi Vinicius di beberapa momen. Kurang terlibat dalam serangan dan digantikan di babak kedua .

  • Abdukodir Khusanov (8/10): Menjadi satu-satunya titik terang di lini belakang City. Bek muda asal Uzbekistan ini menunjukkan kecepatan dan ketangguhannya dengan beberapa tekel brilian terhadap Brahim Diaz dan merebut bola dari kaki Vinicius. Penampilannya menuai pujian dari banyak pendukung .

  • Ruben Dias (5/10): Kesulitan mengimbangi pergerakan Vinicius dan Brahim. Performanya kurang meyakinkan hingga akhirnya ditarik keluar pada babak pertama .

  • Rayan Ait-Nouri (6/10): Cukup aktif bekerja sama dengan Doku di sisi kiri. Mencetak gol sundulan di akhir laga, namun dianulir karena offside .

Lini Tengah

  • Bernardo Silva (3/10): Menjadi aktor utama kekalahan City. Kehilangan ketenangan dan melakukan handsball yang berujung pada penalti dan kartu merah. Sebuah momen ceroboh yang tidak pantas dilakukan oleh seorang kapten di laga sebesar ini .

  • Rodri (7/10): Menunjukkan jiwa kepemimpinan dan kegigihan sejak awal. Ia menjadi motor serangan dan bertahan hingga akhirnya kelelahan dan diganti pada menit ke-74 .

  • Tijjani Reijnders (5/10): Kurang berkontribusi di babak pertama dan terpaksa ditarik keluar karena cedera .

Lini Serang

  • Rayan Cherki (6/10): Memberi warna baru di lini serang City. Beberapa kali merepotkan pertahanan Madrid, namun penyelesaian akhirnya masih kurang maksimal .

  • Erling Haaland (7/10): Kerja kerasnya membuahkan gol penyeimbang di babak pertama. Namun, ia juga menyia-nyiakan beberapa peluang emas, termasuk satu peluang di babak kedua yang gagal dikonversi menjadi gol. Guardiola akhirnya menariknya keluar pada menit ke-57 .

  • Jeremy Doku (7.5/10): Menjadi mimpi buruk bagi bek kanan Madrid, Trent Alexander-Arnold. Dribelnya yang lincah dan umpan tariknya menjadi sumber utama peluang City. Sayang, penyelesaian akhir dari rekan-rekannya kurang maksimal .

Rekor Bersejarah Vinicius Junior

Dua gol yang dicetak Vinicius Junior ke gawang Manchester City tidak hanya memastikan kemenangan Madrid, tetapi juga mengukir namanya dalam buku sejarah klub.

Kini, pemain asal Brasil itu telah mengoleksi 16 gol di fase gugur Liga Champions untuk Real Madrid. Catatan ini membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak ketiga klub sepanjang sejarah di fase gugur, hanya di belakang Cristiano Ronaldo (50) dan Karim Benzema (33), serta secara resmi melampaui legenda hidup klub, Raul Gonzalez, yang mengemas 15 gol .

"Ini adalah malam yang sempurna bagi kami. Kami tahu City akan menekan, tetapi setelah penalti itu, situasi berubah. Saya sangat senang bisa membantu tim melaju ke babak berikutnya," ujar Vinicius usai pertandingan.

Baca Juga: Rating Pemain Chelsea Setelah Ditaklukkan PSG 3-0: Sarr dan Caicedo Jadi Antagonis, Palmer Hilang

Analisis: Faktor Penentu Kekalahan City

  1. Momen Fatal Bernardo Silva: Handsball yang dilakukan kapten City menjadi titik balik pertandingan. Bermain dengan 10 pemain selama 70 menit melawan tim sekelas Real Madrid adalah misi mustahil .

  2. Kegagalan Memanfaatkan Peluang: City menciptakan banyak peluang, terutama di babak kedua. Namun, ketajaman di depan gawang masih menjadi masalah. Haaland dan rekan-rekannya gagal memanfaatkan momen saat Madrid goyah di awal babak kedua .

  3. Efektivitas Real Madrid: Sebaliknya, Madrid menunjukkan mengapa mereka dijuluki raja Eropa. Meski tertekan, mereka tetap tenang dan mampu memanfaatkan setiap celah kecil untuk mencetak gol. Umpan terakhir Tchouameni kepada Vinicius adalah contoh sempurna dari ketenangan dan efektivitas tersebut .

Dampak dan Definisi

  • DOGSO (Denying an Obvious Goal-Scoring Opportunity): Istilah dalam aturan sepak bola untuk pelanggaran yang menggagalkan peluang mencetak gol yang nyata. Handsball Bernardo Silva di garis gawang jelas termasuk dalam kategori ini, sehingga hukuman ganda (penalti dan kartu merah) tepat diberikan .

  • Agregat 5-1: Ini menjadi kekalahan terbesar Manchester City di kandang sendiri dari tim sekelas Real Madrid di era Pep Guardiola. City untuk keempat kalinya dalam lima tahun tersingkir oleh Madrid dari Liga Champions .

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Tim Besar

  • Kehilangan Konsentrasi di Laga Kandang: Bernardo Silva, sebagai pemain senior dan kapten, seharusnya tidak melakukan gerakan ceroboh seperti itu, terutama di laga sebesar ini.

  • Kegagalan Menyelesaikan Peluang: City menguasai bola dan menciptakan peluang, tetapi rasio gol dari peluang yang ada sangat rendah. Ini adalah masalah klasik yang kerap menghantui mereka di laga-laga besar.

  • Kedalaman Skuad: Saat tertinggal 10 pemain dan harus mengejar ketertinggalan, Guardiola memasukkan pemain seperti Marmoush dan Semenyo, yang tak mampu memberikan dampak signifikan .

Jadwal dan Tantangan ke Depan

Dengan hasil ini, Real Madrid berhak melaju ke babak perempat final dan berpotensi menghadapi raksasa Bundesliga, Bayern Munchen .

Sementara itu, nasib Manchester City di musim ini berada di ujung tanduk. Mereka harus segera bangkit untuk menghadapi final Piala Liga melawan Arsenal akhir pekan ini, serta mengejar ketertinggalan di Premier League dan FA Cup.

Kekalahan ini bisa menjadi awal dari akhir era keemasan mereka di bawah Guardiola, yang masa depannya di klub juga masih menjadi spekulasi .

FAQ Seputar Pertandingan

Mengapa Bernardo Silva mendapat kartu merah?
Bernardo Silva dianggap melakukan handball yang disengaja untuk menghalau bola di garis gawang. Sesuai aturan DOGSO, pelanggaran tersebut diganjar kartu merah langsung dan penalti .

Apakah gol Vinicius yang pertama sah?
Sah. VAR memastikan Vinicius tidak dalam posisi offside saat menerima umpan pertama. Tembakannya yang membentur tiang kemudian mengenai tangan Bernardo Silva .

Siapa yang akan dihadapi Real Madrid di perempat final?
Real Madrid akan menghadapi pemenang dari pertandingan antara Bayern Munchen dan Atalanta .

Berapa banyak gol Vinicius di fase gugur Liga Champions?
Dengan dua gol ke gawang City, Vinicius kini mengoleksi 16 gol di fase gugur, melampaui rekor legenda Real Madrid, Raul Gonzalez .

Mengapa Erling Haaland ditarik keluar lebih awal?
Pep Guardiola menarik Haaland pada menit ke-57 karena ingin menambah daya gedor di lini tengah dan sayap. Beberapa peluang Haaland juga gagal dimanfaatkan menjadi gol .

Etihad Stadium mungkin terdiam, tetapi kisah antara Real Madrid dan Manchester City di Eropa sepertinya masih akan terus berlanjut. Untuk saat ini, mahkota Eropa masih terlalu berat untuk disandang The Citizens selama Los Blancos masih bercokol.

Fokus City kini beralih ke sisa musim yang masih menyimpan segudang tantangan. Akankah mereka bangkit, atau justru tenggelam dalam kekecewaan? Waktu yang akan menjawab.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.