Jateng

Sengketa Dana Chelsea Rp52 Triliun Memanas: Abramovich Tantang Pemerintah Inggris

Theo Adi Pratama | 12 Maret 2026, 07:14 WIB
Sengketa Dana Chelsea Rp52 Triliun Memanas: Abramovich Tantang Pemerintah Inggris
Markas Chelsea

JATENG.AKURAT.CO, Perseteruan antara oligarki Rusia Roman Abramovich dan pemerintah Inggris memasuki babak baru yang semakin panas.

Hampir empat tahun setelah invasi Rusia ke Ukraina memaksa Abramovich menjual Chelsea Football Club pada 2022, dana hasil penjualan senilai £2,35 miliar atau sekitar Rp52 triliun masih terkatung-katung, membeku di rekening bank Inggris.

Kini, dengan tenggat waktu 17 Maret yang semakin dekat, kedua pihak saling berhadapan di arena hukum dan politik. Abramovich melalui tim kuasa hukumnya dengan tegas menyatakan bahwa uang tersebut adalah miliknya dan ia siap bertempur di pengadilan jika pemerintah nekat menyita.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper angkat bicara dengan nada keras, "Sudah waktunya Abramovich melakukan hal yang benar, tetapi jika dia tidak mau, kami akan bertindak."

Inti Sengketa: Definisi "Korban" dan Kepemilikan Dana

Akar perselisihan ini terletak pada janji Abramovich saat menjual Chelsea pada Mei 2022. Saat itu, ia menyatakan akan menyumbangkan seluruh hasil bersih penjualan "untuk kepentingan semua korban perang di Ukraina".

Frasa "semua korban" inilah yang menjadi ganjalan. Pemerintah Inggris bersikeras bahwa dana tersebut hanya boleh digunakan untuk korban di Ukraina, sejalan dengan upaya Eropa agar Rusia membayar kerusakan akibat invasi .

Namun, tim hukum Abramovich dari Kobre & Kim memiliki pandangan berbeda. Dalam surat yang dikirim ke pemerintah Inggris, mereka menegaskan bahwa dana tersebut – meskipun saat ini dibekukan – tetap "sepenuhnya dimiliki" oleh Fordstam Ltd, perusahaan milik Abramovich . Mereka juga mengkritik pendekatan pemerintah yang dinilai lebih mengandalkan pernyataan politik daripada menyelesaikan masalah hukum yang kompleks.

Surat itu juga menyebutkan bahwa Abramovich ingin dana tersebut menjangkau semua korban perang, termasuk kemungkinan membantu di luar perbatasan Ukraina, sebuah langkah yang ingin diblokir oleh Inggris .

Tenggat Waktu dan Ancaman Pemerintah

Perdana Menteri Keir Starmer telah mengeluarkan ultimatum tegas pada Desember 2025. Ia menyatakan bahwa "waktu terus berjalan" bagi Abramovich untuk mentransfer dana tersebut ke yayasan baru untuk bantuan kemanusiaan di Ukraina, dan pemerintah siap menempuh jalur pengadilan jika perlu.

Pernyataan ini diperkuat oleh Menteri Luar Negeri Yvette Cooper, yang mengatakan kepada The Athletic bahwa lisensi telah diterbitkan dan sudah waktunya uang itu digunakan untuk membangun kembali kehidupan masyarakat yang hancur akibat perang ilegal Putin .

Menanggapi ancaman tersebut, pengacara Abramovich memperingatkan bahwa jika pemerintah membuka proses penyitaan resmi, mereka akan menghadapinya di pengadilan. Mereka juga menyoroti bahwa proposal donasi ini diajukan oleh Abramovich sebelum sanksi dijatuhkan, dan klien mereka tetap berkomitmen penuh untuk tujuan amal .

Komplikasi Investigasi di Jersey

Situasi semakin rumit dengan adanya investigasi terpisah di Jersey, pusat keuangan lepas pantak. Fordstam berutang £1,4 miliar kepada Camberley International Investments Ltd, perusahaan terdaftar di Jersey. Utang ini merupakan pinjaman yang diberikan Abramovich ke Chelsea selama masa kepemilikannya .

Jaksa Agung Jersey membuka investigasi pencucian uang pada April 2022 untuk menentukan apakah aset tertentu, yang diduga terkait dengan Abramovich, merupakan hasil kejahatan. Investigasi ini masih berlangsung dan dapat mempengaruhi pelepasan dana.

Akun Fordstam menyebutkan bahwa dana dari Camberley mungkin terpengaruh oleh investigasi kriminal yang sedang berlangsung . Akibatnya, jumlah yang benar-benar dapat disumbangkan pun dipertanyakan.

Laporan Sky News menunjukkan bahwa dana bersih yang tersedia untuk amal mungkin hanya £987 juta, setelah memperhitungkan pembayaran utang .

Abramovich membantah tuduhan tersebut dan sedang menentang investigasi di pengadilan, dengan alasan bahwa penyelidikan diluncurkan untuk motif politik yang tidak benar .

FAQ Seputar Sengketa Dana Chelsea

Q: Berapa nilai dana hasil penjualan Chelsea yang disengketakan?
A: Nilainya mencapai £2,35 miliar atau sekitar Rp52 triliun.

Q: Mengapa dana tersebut dibekukan?
A: Dana dibekukan di rekening bank Fordstam Ltd milik Abramovich karena sengketa dengan pemerintah Inggris tentang bagaimana uang itu akan digunakan untuk membantu korban perang di Ukraina .

Q: Apa inti perselisihan antara Abramovich dan pemerintah Inggris?
A: Perselisihan inti terletak pada interpretasi "korban." Abramovich ingin dananya menjangkau "semua korban" perang, sementara Inggris bersikeras dana hanya untuk korban di Ukraina .

Q: Apa tenggat waktu yang diberikan pemerintah Inggris?
A: Pemerintah Inggris, di bawah Perdana Menteri Keir Starmer, telah menetapkan tenggat waktu 17 Maret bagi Abramovich untuk merespons dan mentransfer dana .

Q: Apa yang akan terjadi jika Abramovich tidak mematuhi?
A: Pemerintah Inggris mengancam akan memulai proses penyitaan resmi, yang akan berujung pada pertarungan hukum di pengadilan .

Q: Bagaimana peran investigasi di Jersey?
A: Investigasi di Jersey bertujuan menentukan apakah sebagian dana merupakan hasil kejahatan. Ini mempersulit pelepasan dana karena terkait dengan utang Abramovich kepada perusahaan di Jersey .

Penutup

Sengketa dana Chelsea ini bukan sekadar persoalan legal dan politik biasa. Di dalamnya terkandung janji kemanusiaan, tekanan geopolitik, dan prinsip kepemilikan aset. Abramovich, yang pernah menjadi simbol kesuksesan di sepak bola Inggris, kini berada di pusaran konflik yang menentukan nasib miliaran pound yang dijanjikan untuk meringankan penderitaan korban perang.

Sementara pemerintah Inggris bertekad memastikan dana itu sampai ke tangan yang tepat, tim hukum Abramovich bersiap untuk bertarung habis-habisan.

Dengan tenggat waktu yang semakin mendekat, dunia menanti apakah uang itu akhirnya akan mengalir untuk membantu mereka yang paling membutuhkan, atau malah tersedot dalam pusaran hukum yang tak berujung.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.