Haaland Mandul Lagi: Satu Bulan Tak Cetak Gol, Cuma Sentuh Bola 10 Kali Vs Madrid

JATENG.AKURAT.CO, Malam di Santiago Bernabeu menjadi saksi bisu senyapnya mesin gol Manchester City, Erling Haaland.
Dalam kekalahan telak 0-3 dari Real Madrid pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB, striker Norwegia itu kembali gagal mencatatkan namanya di papan skor.
Lebih memprihatinkan lagi, Haaland hanya tercatat menyentuh bola sebanyak 10 kali selama 82 menit ia berada di lapangan sebelum akhirnya ditarik keluar. Periode kemarau golnya kini genap satu bulan, memicu perdebatan sengit di kalangan analis dan penggemar.
Apakah ini sekadar nasib buruk atau ada masalah yang lebih dalam di lini depan City?
Fakta Mengerikan Haaland di Bernabeu
Statistik Haaland melawan Real Madrid benar-benar menunjukkan betapa ia "tersingkirkan" dari pertandingan. Dalam 82 menit, ia hanya membuat tiga umpan dan tidak mampu melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran.
Ketika rekannya, Federico Valverde, mencetak hattrick spektakuler untuk Real Madrid, Haaland hanya bisa menjadi penonton di lapangan.
Yang membuat frustrasi, ini bukan kejadian terisolasi. Haaland telah mengalami paceklik gol selama sebulan terakhir, sebuah periode yang sangat tidak biasa bagi striker sekelasnya.
Debat Analis: Kesalahan Haaland atau Sistem City?
Dua legenda sepak bola, Gianfranco Zola dan Claudio Marchisio, terlibat perdebatan hangat soal performa Haaland di Prime Video. Marchisio dengan tajam menggambarkan penampilan Haaland sebagai "salah tempat di waktu yang salah."
Ia melanjutkan, "Kita juga harus menyebutkan bahwa dia tidak mendapat banyak bola yang bisa dimainkan, tapi sangat mencolok melihat pemain seperti dia tidak pernah benar-benar menjadi ancaman," .
Namun, Zola membela Haaland dan justru menyalahkan tim secara keseluruhan.
"Tidak mudah bermain dalam kondisi seperti itu dan selalu dikelilingi tiga atau empat lawan. Terlebih lagi, sering kali rekan setimnya sendiri yang menutup ruang geraknya. City secara keseluruhan gagal menciptakan keunggulan, dan dalam kondisi seperti itu, sulit bagi siapa pun untuk bermain," ujarnya .
Perbedaan pendapat ini menyoroti masalah yang lebih besar. Apakah Haaland kehilangan instingnya, atau justru sistem permainan City yang gagal memanfaatkan kehebatannya?
Melawan tim sekelas Madrid dengan pertahanan rapat, Haaland kerap merasa terisolasi dan kesulitan mendapatkan ruang.
Baca Juga: Hasil Liga Champions: Menang Sempurna Atas City 3-0, Berikut Rating Pemain Real Madrid Selengkapnya
Kemenangan Madrid Tanpa Mbappe
Di sisi lain, kemenangan Real Madrid terasa semakin manis karena diraih tanpa kehadiran bintang mereka, Kylian Mbappe, dan dengan Vinicius Jr yang gagal mengeksekusi penalti.
Federico Valverde-lah yang tampil sebagai pahlawan dengan hattrick bersejarah, menjadi pemain pertama yang mencetak tiga gol dalam satu pertandingan Liga Champions untuk Real Madrid.
Keberhasilan ini menunjukkan kedalaman skuad Madrid dan bagaimana mereka mampu tampil perkasa meski tanpa beberapa pilar utama.
FAQ Seputar Performa Haaland
Q: Berapa lama Haaland tidak mencetak gol?
A: Haaland telah mengalami paceklik gol selama satu bulan di semua kompetisi, termasuk Liga Champions dan Premier League.
Q: Apa statistik Haaland saat melawan Real Madrid?
A: Dalam 82 menit, ia hanya 10 kali menyentuh bola, membuat 3 umpan, dan tidak melepaskan tembakan tepat sasaran.
Q: Apa kata Zola dan Marchisio tentang Haaland?
A: Marchisio mengkritik Haaland karena tidak menjadi ancaman, sementara Zola membelanya dan menyalahkan sistem permainan City secara keseluruhan.
Q: Apakah kekalahan ini menjadi akhir bagi Manchester City?
A: Secara matematis masih ada peluang di leg kedua, namun defisit tiga gol dan performa buruk tim menjadi tantangan berat.
Penutup
Malam di Bernabeu mengajarkan kita bahwa sepak bola adalah olahraga tim. Sehebat apa pun seorang individu, ia tidak bisa berbuat banyak tanpa dukungan rekan setim dan sistem yang tepat.
Erling Haaland adalah contoh nyata. Ia adalah predator ulung, tetapi jika bola tak sampai ke kakinya dan ruang geraknya terus ditutup, ia akan menjadi pemain biasa.
Kini, tugas Pep Guardiola adalah menemukan cara untuk menghidupkan kembali mesin golnya dan membangkitkan tim dari keterpurukan. Jika tidak, mimpi City untuk meraih gelar Liga Champions akan sirna sudah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










