Jateng

Benturan Brutal di Liga 4 Jateng, PSSI Jateng Ancam Hukuman Berat Kiper PSIR dan Wasit, Pemain Persikaba Dirawat di Rumah Sakit

Theo Adi Pratama | 22 Januari 2026, 13:21 WIB
Benturan Brutal di Liga 4 Jateng, PSSI Jateng Ancam Hukuman Berat Kiper PSIR dan Wasit, Pemain Persikaba Dirawat di Rumah Sakit

 

JATENG.AKURAT.CO, Laga panas Liga 4 Jawa Tengah antara PSIR Rembang melawan Persikaba Blora berubah menjadi insiden mengerikan.

Gelandang andalan Persikaba, Rizal, harus dilarikan ke rumah sakit usai mengalami benturan keras dengan Kiper PSIR Rembang.di area kotak penalti yang memicu kecaman keras dari Asprov PSSI Jawa Tengah.

Insiden tersebut terjadi pada pertengahan babak kedua, saat kedua tim terlibat perebutan bola liar di jantung pertahanan PSIR Rembang.

Rizal yang berusaha menyambar bola justru terkena kontak fisik telat dari kiper tuan rumah. Benturan keras tak terhindarkan dan membuat sang gelandang langsung terkapar di lapangan.

Wasit sempat menghentikan pertandingan selama beberapa menit untuk memberi kesempatan tim medis masuk ke lapangan.

Kondisi Rizal dinilai tidak memungkinkan untuk melanjutkan pertandingan, sehingga ia langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD di Kabupaten Rembang untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Berdasarkan keterangan resmi Manajemen Persikaba Blora dalam rilis pers bernomor 045/PR-PERS/I/2026, Rizal tiba di rumah sakit dalam kondisi sadar namun mengeluhkan nyeri hebat pada bagian tubuh yang mengalami benturan.

Tim medis klub mendampingi pemeriksaan lanjutan berupa rontgen dan pemindaian untuk memastikan tingkat keparahan cedera, termasuk kemungkinan cedera tulang atau organ dalam.

Manajemen Persikaba menegaskan akan memastikan Rizal memperoleh perawatan terbaik hingga pulih total, serta meminta doa dari seluruh suporter agar sang pemain segera diberikan kesembuhan.

Terkait insiden di lapangan, klub menyerahkan sepenuhnya proses evaluasi dan penindakan kepada Komite Disiplin penyelenggara liga.

Insiden ini memicu reaksi keras dari Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah, Yoyok Sukawi. Ia mengutuk keras tindakan yang dinilai telah mencederai nilai sportivitas dan fair play dalam sepak bola.

“Saya mengutuk keras tindakan yang merusak nilai sportivitas dan fair play. Saya juga mendukung penuh Komite Disiplin dan Komite Wasit untuk menghukum berat para pelaku termasuk wasit yang bertugas. Tadi malam Komdis dan Komwas sudah rapat darurat dan langsung diputuskan, hari ini keputusan tersebut akan keluar,” tegas Yoyok Sukawi.

Informasi yang beredar dari Forum Wasit Indonesia menyebutkan, pelaku kekerasan dalam laga tersebut terancam hukuman berat.

Tak hanya itu, wasit yang memimpin pertandingan, Nur Yasin asal Kudus, juga disebut akan mendapatkan sanksi tegas karena dinilai mengabaikan dan membiarkan terjadinya tindakan kekerasan di lapangan.

Kasus ini menjadi sorotan tajam publik sepak bola Jawa Tengah dan menambah daftar panjang insiden kekerasan di kompetisi daerah, sekaligus menjadi ujian serius bagi komitmen federasi dalam menegakkan disiplin dan keadilan di lapangan hijau.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.