Konflik Gaji Pemain Semen Padang FC, Manajemen Tuding Indisipliner

AKURAT.CO, Semen Padang FC kembali menjadi sorotan publik, bukan karena prestasi di lapangan, melainkan polemik internal terkait gaji pemain.
Klub yang tengah berjuang di BRI Liga 1 2024/2025 ini kini menghadapi masalah serius setelah dua pemainnya, Miswar Syahputra dan Romadon, mempublikasikan keluhan terkait gaji yang belum dibayarkan.
Keluhan Pemain Viral di Media Sosial
Kiper Miswar Syahputra dan pemain sayap Romadon menyampaikan keluhannya melalui unggahan di media sosial yang langsung menarik perhatian pendukung Semen Padang FC. Dalam unggahannya, Miswar menulis:
"Assalamualaikum pak CEO @winbernadino. Tolong gaji saya dibayar ya pak, jangan bapak lari dari saya. Saya sudah coba hubungi bapak dari kemarin, tapi bapak tidak jawab saya. Jadi hari ini tolong diselesaikan gaji saya ya pak."
Baca Juga: PSMS Tetap Fokus Latihan di Jeda Pilkada Serentak 2024
Sementara itu, Romadon yang sebelumnya menyatakan mundur dari tim juga mengungkapkan kekecewaannya melalui story Instagram:
"Tolong responsnya dong, saya cuma meminta hak saya. Masak harus dipersulit seperti ini? Yang lain pada dikasih, masak cuma kami bertiga yang ditahan gajinya?"
Romadon juga menambahkan bahwa dirinya dan dua pemain lain asal Aceh merasa diperlakukan tidak adil.
Ia mengungkapkan bahwa sepak bola adalah satu-satunya sumber penghasilan untuk menghidupi keluarganya.
Respons Manajemen Semen Padang FC
Unggahan ini memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk suporter setia Semen Padang FC.
Banyak pendukung yang meneruskan keluhan tersebut kepada penasihat tim, Andre Rosiade.
Dalam responsnya, Andre menjelaskan poin-poin yang disampaikan oleh CEO Semen Padang FC, Win Bernadino.
Manajemen menyatakan bahwa gaji pemain-pemain tersebut ditahan karena alasan indisipliner. Beberapa poin yang disebutkan adalah:
-
Tidak mengikuti latihan dan pulang kampung tanpa izin.
-
Mengaku sakit namun terlihat keluar mess dan nongkrong.
-
Bermalas-malasan dalam latihan karena merasa tidak masuk skema pelatih.
-
Menolak menambah porsi latihan dengan alasan sudah lelah.
-
Sudah mengundurkan diri tetapi ternyata ada yang mulai berlatih dengan klub lain.
Win Bernadino menegaskan bahwa hak para pemain tetap akan dibayarkan sesuai kewajiban yang telah mereka jalani secara adil.
Dukungan Suporter dan Tuntutan Transparansi
Kasus ini memantik kemarahan suporter yang meminta transparansi dari manajemen klub.
Mereka berharap konflik internal tidak memengaruhi performa tim di lapangan, mengingat posisi Semen Padang FC yang masih terpuruk di dasar klasemen Liga 1.
Dengan krisis prestasi dan isu internal yang semakin mencuat, Semen Padang FC kini berada dalam situasi yang sangat sulit.
Diperlukan langkah tegas dan transparansi dari manajemen untuk menyelesaikan polemik ini agar fokus tim tidak terganggu dalam perjuangan keluar dari zona merah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







