Jateng

Kontroversi PSG vs Newcastle: Kontroversial Penalti dan Perbedaan Mengenai Aturan Handball di Liga Champions Maupun Premier League

Theo Adi Pratama | 29 November 2023, 15:46 WIB
Kontroversi PSG vs Newcastle: Kontroversial Penalti dan Perbedaan Mengenai Aturan Handball di Liga Champions Maupun Premier League

AKURAT.CO, Pertandingan antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Newcastle pada matchday kelima Grup F fase grup Liga Champions 2023/2024 menjadi sorotan utama setelah kontroversi terkait penalti yang diberikan kepada tuan rumah PSG.

Meski bermain di Parc des Princes, kedua tim harus puas dengan skor imbang 1-1, namun, keputusan wasit pada menit 90+5 menjadi pusat perdebatan yang memanas.

Baca Juga: Misteri dan Keangkeran Piramida Rowosari: Destinasi Wisata Alternatif dengan Kisah yang Tak Terungkap

Skor Imbang 1-1 dan Protes Newcastle

Dalam pertandingan tersebut, Newcastle unggul lebih dulu melalui gol Alexander Isak pada menit ke-24.

Harapan mereka untuk meraih kemenangan tampaknya hampir terwujud.

Namun, pada menit 90+4, keadaan berbalik ketika wasit Szymon Marciniak memberikan penalti kepada PSG, dan Kylian Mbappe berhasil mengonversinya menjadi gol.

Keputusan kontroversial tersebut membuat pemain dan official Newcastle melakukan protes keras.

Penalti diberikan setelah Tino Livramento dianggap melakukan handball.

Baca Juga: Miris! Bahasa Jawa Kian Terpinggirkan, Ini Langkah yang Perlu Digalakkan untuk Jaga dari Kepunahan

Namun, kubu Newcastle bersikeras bahwa bola sebelumnya mengenai dada Livramento sebelum tangan, yang menurut mereka, tidak disengaja.

Manajer Newcastle, Eddie Howe, menyatakan kekecewaannya, mengklaim bahwa keberuntungan berpihak kepada PSG dan menegaskan ketidaksetujuannya terhadap keputusan wasit.

Pandangan serupa diungkapkan oleh beberapa eks pemain Newcastle, termasuk Jermaine Jenas dan Alan Shearer, yang merasa bahwa tim mereka dirampok oleh keputusan wasit.

Perbedaan Aturan Handball: UEFA vs. Premier League

Kontroversi semakin meruncing ketika BBC Sport mengungkap perbedaan aturan handball yang diadopsi oleh UEFA, penyelenggara Liga Champions, dan aturan yang berlaku di Premier League.

Menurut UEFA, wasit memutuskan apakah handball terjadi atau tidak berdasarkan pertimbangan seperti apakah itu tindakan disengaja, kedekatan pemain dengan bola, dan posisi tidak wajar tangan atau lengan.

Baca Juga: 3 Bekas Hotel di Jantung Kota Semarang: Jejak Kelam Bangunan Bersejarah yang Sempat Berjaya

Dalam hal ini, keputusan wasit dan VAR berkaitan dengan apakah tangan atau lengan pemain berada dalam posisi yang tidak wajar.

Di sisi lain, aturan handball di Premier League memiliki perbedaan signifikan.

Di Premier League, pertimbangan handball lebih longgar. Wasit dapat mengambil keputusan berdasarkan apakah bola lebih dulu mengenai anggota tubuh lain sebelum mengenai lengan.

Dengan perbedaan aturan ini, situasi kontroversial seperti yang terjadi pada laga PSG vs Newcastle dapat menghasilkan penilaian yang berbeda-beda tergantung pada kompetisi yang diikuti.

Baca Juga: Hotel Siranda Semarang: Jejak Gemerlap Bangunan Mewah yang Sudah Terbengkalai di Pusat Kota

Protes dan Kecaman Terus Bergaung

Kontroversi ini tidak hanya menimbulkan reaksi keras dari pihak Newcastle, tetapi juga memicu perdebatan lebih luas tentang konsistensi dan interpretasi aturan dalam sepakbola.

Protes dan kecaman terus bergaung, dengan beberapa pihak menyerukan perlunya konsistensi dalam menerapkan aturan handball di berbagai kompetisi.

Sementara UEFA belum mengadopsi perubahan aturan yang diadopsi oleh Premier League, perbedaan pendekatan ini dapat terus menjadi sumber perselisihan dan ketidakpuasan di kalangan klub, pemain, dan penggemar sepakbola.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.