Jateng

TERBONGKAR! Stadion Ikonik Prancis Parc des Princes Ini Lebih Tua dari yang Kamu Kira! Markas Utama Tim PSG dengan Arsitektur yang Memukau

Theo Adi Pratama | 17 Mei 2025, 13:00 WIB
TERBONGKAR! Stadion Ikonik Prancis Parc des Princes Ini Lebih Tua dari yang Kamu Kira! Markas Utama Tim PSG dengan Arsitektur yang Memukau

JATENG.AKURAT.CO, Para penggemar sepak bola dunia, khususnya para pendukung Paris Saint-Germain (PSG) dan timnas Prancis, bersiaplah untuk mengetahui lebih dalam tentang salah satu stadion paling ikonik di Eropa! Parc des Princes, yang terletak di jantung kota Paris, bukan hanya sekadar kandang bagi raksasa Prancis, PSG, tetapi juga merupakan monumen arsitektur yang dilindungi secara hukum dan saksi bisu berbagai perhelatan akbar dunia!

Dengan kapasitas 47.929 tempat duduk, stadion ini telah menjadi tuan rumah berbagai ajang bergengsi, mulai dari Piala Dunia, Kejuaraan Eropa, Olimpiade Musim Panas, hingga berbagai acara penting lainnya.

Tahukah Anda bahwa stadion yang berdiri megah saat ini bukanlah bangunan aslinya? Parc des Princes pertama kali dibangun pada tahun 1897 dan memiliki lintasan sepeda sebagai fitur utamanya!

Versi stadion yang kita kenal sekarang adalah iterasi ketiga yang dibangun di lokasi yang sama.

Bahkan, sudah ada berbagai rencana untuk merenovasi stadion yang telah berdiri kokoh selama 52 tahun ini.

Sejak menjelma menjadi kekuatan dominan di sepak bola Prancis, Paris Saint-Germain menjadikan Parc des Princes sebagai rumah mereka.

Di stadion inilah mereka meraih berbagai kejayaan dan seringkali diperkuat oleh para pemain kelas dunia.

Stadion yang dimiliki oleh Dewan Kota Paris ini selalu menjadi andalan Prancis dalam setiap acara besar yang mereka selenggarakan.

Sejarah Panjang Parc des Princes: Lebih dari Sekadar Sepak Bola

Parc des Princes pertama kali diperkenalkan pada tahun 1897 dengan nama Stade Velodrome du Parc des Princes.

Sesuai namanya, stadion ini memiliki lintasan sepeda yang besar dan menjadi tuan rumah berbagai acara olahraga lainnya seperti balap sepeda dan rugby.

Pada awal tahun 1930-an, stadion ini mengalami renovasi pertama. Kapasitasnya ditingkatkan menjadi 45.000 penonton dan atap mulai dipasang.

Pada periode ini, Parc des Princes menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA dan Kejuaraan Eropa UEFA.

Perombakan besar ketiga terjadi pada tahun 1972. Arsitek-arsitek ternama didatangkan untuk membangun struktur ikonik yang kita lihat saat ini.

Perhatian khusus diberikan pada pemasangan fitur-fitur canggih yang pertama kali ada di stadion tersebut.

Parc des Princes juga merupakan stadion terbesar di Prancis hingga Stade de France mengambil alih mahkota tersebut pada tahun 1998.

Setelah QSI mengambil alih PSG pada awal tahun 2010-an, mereka memiliki rencana ambisius untuk pengembangan kembali stadion.

Mereka bahkan ingin membeli stadion ini dan menjadikannya salah satu yang terbaik di dunia.

Lokasi Strategis dan Nama yang Bersejarah

Stadion ini terletak di distrik olahraga terkenal yang juga menjadi rumah bagi Stade Jean-Bouin dan Stade Roland Garros.

Area stadion aslinya dulunya adalah taman hutan yang digunakan oleh keluarga kerajaan.

Setelah Revolusi Prancis, dewan kota mengambil alih area tersebut. Inilah asal-usul nama Parc des Princes, yang berarti "Taman Para Pangeran".

Pembangunan dan Pembukaan: Lahirnya Ikon

Henri Desgrange, seorang pebalap sepeda terkenal, ditunjuk sebagai direktur proyek pembangunan stadion baru ini.

Desgrange adalah pebalap legendaris yang memegang dua belas rekor dunia balap sepeda dan juga merupakan pendiri Tour de France.

Ia juga mendirikan majalah bersepeda L’Auto, yang kemudian menjadi L’Equipe.

Visi Desgrange membantu mewujudkan Parc des Princes versi pertama. Stadion yang dinamai Stade Velodrome du Parc des Princes ini diresmikan pada 18 Juli 1897.

Velodrome ini memiliki lebih dari 3.000 tempat duduk dan fitur utamanya adalah lintasan sepanjang 728 yard yang dapat digunakan untuk balap sepeda dan atletik.

Stadion ini menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Balap Sepeda UCI 1900. Parc des Princes juga menjadi garis finis Tour de France sejak edisi pertamanya pada tahun 1903 hingga 1967.

Pada tahun 1903, stadion ini menggelar pertandingan sepak bola pertamanya. Tim yang terdiri dari pemain-pemain Paris menghadapi tim Inggris dan kalah telak 11-0.

Beberapa tahun kemudian, Prancis memainkan pertandingan internasional pertamanya di stadion ini melawan Swiss.

Pada tahun 1906, tim nasional rugby Prancis melakukan debutnya melawan Selandia Baru di stadion ini.

Kapasitas stadion kemudian ditingkatkan menjadi 20.000 penonton untuk menyambut Olimpiade Musim Panas 1924.

Namun, Stade Olympique Yves-du-Manoir yang akhirnya terpilih menjadi tuan rumah pesta olahraga tersebut.

Renovasi Berkelanjutan: Menuju Kesempurnaan

Desgrange dan mitra bisnisnya, Victor Goddet, ingin memperluas stadion. Pada awal tahun 1930-an, mereka merencanakan dan melaksanakan rekonstruksi menyeluruh stadion.

Arena olahraga yang diperluas kini dapat menampung 45.000 pengunjung dengan total 26.000 tempat duduk yang tertutup atap.

Saat dibuka kembali pada 19 April 1932, kapasitas stadion dikurangi menjadi 38.000 untuk kenyamanan yang lebih baik. Lintasan sepeda sepanjang 454 meter masih menjadi fitur utama stadion ini.

Parc des Princes versi kedua menjadi tuan rumah berbagai acara penting seperti Piala Dunia, Liga Champions UEFA, Piala Eropa, Liga Rugby, dan Tour de France.

Setelah Perang Dunia Kedua berakhir, pertandingan sepak bola liga menjadi acara reguler di stadion ini.

Pada tahun 1970-an, stadion ini mengalami perombakan besar. Struktur yang ada dirobohkan dan stadion baru dibangun di lokasi yang sama.

Lintasan sepeda dihilangkan dan stadion ini diubah menjadi stadion sepak bola murni.

Arsitek Prancis Roger Taillibert dan seniman Iran Siavash Teimouri menghasilkan desain ikonik yang menjadi salah satu stadion paling emblem dan bersejarah di benua Eropa, dengan sentuhan arsitektur Prancis yang khas.

Stadion ini memiliki atap elips dengan sistem pencahayaan pertama di dunia yang terintegrasi di dalamnya.

Atapnya sendiri memiliki rusuk beton yang khas dan desain seperti silet. Sistem akustiknya sangat dipuji karena meningkatkan pengalaman menonton pertandingan.

Stadion ini memiliki empat tribun bertingkat yang semuanya memiliki tempat duduk dan atap, yang secara resmi dikenal sebagai Tribune Borelli, Tribune Auteuil, Tribune Paris, dan Tribune Boulogne. Pekerjaan renovasi ini menelan biaya 150 juta Franc Prancis.

Perubahan besar berikutnya terjadi pada tahun 2013 ketika QSI mencapai kesepakatan dengan Dewan Kota Paris untuk memperpanjang masa sewa stadion selama 30 tahun lagi, hingga tahun 2043.

Mereka mempekerjakan arsitek Amerika Tom Sheehan dan menyetujui peningkatan senilai €75 juta. Renovasi ini dilakukan dengan tujuan untuk menyambut UEFA Euro 2016.

Barisan kursi tambahan ditambahkan untuk meningkatkan kapasitas stadion saat ini. Kursi hospitality ditingkatkan tiga kali lipat, dan fasilitas lapangan serta pemain juga ditingkatkan secara signifikan.

Bangku pemain pengganti baru, ruang ganti modern, dan ruang perawatan dipasang. Semua fitur ini secara signifikan meningkatkan pendapatan stadion pada hari pertandingan dari €20 juta menjadi €100 juta.

Qatar Sports Investments dikabarkan telah melakukan upaya untuk membeli stadion dengan harga €150 juta dengan tujuan untuk memperluas kapasitasnya menjadi 60.000 penonton dan menjadikannya salah satu yang terbaik di Eropa.

Kapasitas dan Ukuran Lapangan Saat Ini

Parc des Princes saat ini memiliki kapasitas 47.929 penonton. Ini adalah jumlah penonton maksimum yang pernah ditampung stadion ini dalam sejarahnya.

Iterasi sebelumnya memiliki lintasan sepeda dan tidak semua sisi memiliki tribun.

Perluasan terakhir membantu meningkatkan kapasitas stadion hingga standar saat ini.

Rumput Tarkett Sports GrassMaster digunakan untuk melapisi lapangan stadion, yang berukuran 105 meter panjang dan 68 meter lebar.

Pentas Sepak Bola Domestik

Sepak bola domestik tidak menjadi acara reguler di Parc des Princes selama bertahun-tahun awal.

Stadion ini memang menjadi tuan rumah final Coupe de France 1919 dan juga empat final Kejuaraan Prancis USFSA.

Namun, tidak ada tim yang menjadikannya sebagai kandang permanen mereka.

Baru setelah Perang Dunia Kedua, kejuaraan sepak bola Prancis menjadi acara reguler di stadion ini. Stade Francais-Red Star dan Racing Paris secara rutin bermain di stadion ini.

Pembubaran Paris FC dan Stade Saint-Germain melahirkan Paris Saint-Germain (PSG).

PSG memainkan pertandingan pertamanya di Parc des Princes pada tahun 1973.

Mereka kembali ke Ligue 1 pada tahun 1974 dan pindah ke stadion ini. Paris FC, rival mereka yang sebelumnya menempati stadion, terdegradasi.

PSG mendominasi jumlah penonton saat bermain di stadion ini, sementara Racing Paris dan Paris FC juga berbagi stadion tetapi tidak dapat menarik jumlah penonton yang sama.

PSG akhirnya menjadi penyewa tunggal stadion dan mengubahnya sesuai dengan citra mereka.

Kesuksesan domestik mereka yang tak tertandingi setelah pengambilalihan menjadikan stadion ini pusat kesuksesan.

Namun, mereka juga berambisi untuk mengakhiri dahaga gelar Eropa dan menghiasi stadion ini dengan trofi Liga Champions.

Penyelenggaraan Turnamen Internasional Bergengsi

Stadion ini menjadi tuan rumah babak 16 besar dan semifinal Piala Dunia FIFA 1938.

Enam puluh tahun kemudian, stadion ini juga menggelar enam pertandingan edisi 1998, termasuk perebutan tempat ketiga, babak 16 besar, dan empat pertandingan babak grup.

Pada tahun 2019, stadion terkenal ini menjadi bagian dari sejarah ketika Piala Dunia Wanita FIFA dimainkan di lapangannya.

Kejuaraan Eropa UEFA (Euro) pertama kali diadakan di stadion ini pada tahun 1960. Uni Soviet memenangkan turnamen tersebut setelah mengalahkan Yugoslavia.

Prancis mengangkat trofi Euro untuk pertama kalinya pada tahun 1984 setelah mengalahkan Spanyol di Parc des Princes.

Namun, mereka tidak dapat mengulangi prestasi yang sama di edisi 2016, karena final dipindahkan ke tempat lain.

Pertandingan babak grup dan hanya satu pertandingan babak 16 besar yang berlangsung di stadion ini.

Stadion ini telah menjadi tuan rumah tiga final Liga Champions UEFA. Real Madrid memenangkan trofi pertama mereka di sini pada tahun 1956 dan berada di pihak yang kalah pada tahun 1981 ketika Liverpool mengalahkan mereka.

Bayern Munich menang pada tahun 1975 setelah mengalahkan Leeds United.

Beberapa final Piala Winners UEFA dan Liga Europa UEFA juga diadakan di sini. Olimpiade Musim Panas 2024 menambahkan catatan gemilang lainnya dalam sejarah stadion ini, karena baik final putra maupun putri diadakan di Parc des Princes.

Cara Membeli Tiket Parc des Princes

Tiket untuk pertandingan di Parc des Princes dapat dibeli melalui portal tiket resmi PSG. Pasar sekunder seperti StubHub dan Viagogo juga menjual tiket.

Situs web resmi PSG memungkinkan Anda membeli tiket pertandingan tunggal maupun tiket musiman.

Tiket hospitality di PSG memiliki harga premium tetapi menawarkan salah satu pengalaman terbaik di Eropa.

Klub khusus Collective, klub Vendome, dan ruang Internasional, bersama dengan ruang Eropa, akan membuat para tamu ingin kembali lagi.

Cara Menuju Parc des Princes

Parc des Princes mudah diakses dengan Paris Metro. Jalur 9 menuju Porte de Saint-Cloud hanya berjarak kurang dari lima menit berjalan kaki dari stadion.

Jalur 10 menuju Porte d’Auteuil berjarak sekitar 10 menit berjalan kaki. Stadion ini juga dapat diakses dengan mobil, tetapi lalu lintas Paris terkenal padat, sehingga transportasi umum menjadi pilihan yang lebih mudah.

Tur Terpandu: Menjelajahi Kemegahan Parc des Princes

Paris Saint-Germain menawarkan kesempatan untuk mengikuti tur di Parc des Princes yang terkenal.

Tur ini membawa Anda dari bagian atas tribun hingga dugout pemain pengganti, kotak VIP, dan terowongan pemain. Tur ini disediakan untuk tujuan hiburan dan pendidikan.

Harga tur sangat terjangkau, hanya £25 untuk orang dewasa. Untuk anak-anak di bawah 13 tahun dan lansia di atas 65 tahun, harganya hanya £15. Tur dapat dipesan melalui situs web resmi PSG.

Atraksi Terdekat untuk Penggemar Sepak Bola

Paris dipenuhi dengan monumen terkenal dan situs warisan budaya. Parc des Princes hanya berjarak sangat dekat dari Stade Jean Bouin yang terkenal.

Stade Roland Garros, yang menjadi tuan rumah Prancis Terbuka, juga berada di dekatnya.

La Seine Musicale adalah kubah kaca besar yang terletak di Pulau Seguin di dekatnya dan menawarkan pengalaman musik yang unik.

Taman departemen Saint-Germain Island dan taman L’lle adalah surga bagi pecinta alam untuk bersantai dan menikmati matahari.

Museum-museum terkenal seperti Les Etincelles du Palais de la Decouverte juga berada di sekitar area tersebut.

Atraksi terkenal dunia seperti Menara Eiffel dan Museum Louvre dapat diakses dengan metro terdekat.

Cabang Olahraga Lain

Parc des Princes menjadi tuan rumah acara balap sepeda dan rugby bergengsi pada dua iterasi pertamanya. Berikut adalah beberapa acara paling terkenal di stadion ini:

  • Kejuaraan Dunia Balap Sepeda UCI 1900 diadakan di stadion ini.
  • Tim nasional rugby Prancis melakukan debutnya pada tahun 1906.
  • Final Piala Dunia Liga Rugby 1954 antara Inggris Raya dan Prancis berlangsung di Parc des Princes.
  • Piala Dunia Liga Rugby 1972 menjadikan stadion ini sebagai salah satu tempat penyelenggaraannya.
  • Stadion ini menjadi tuan rumah Piala Dunia Rugby 1991 dan 2007.
  • Stadion ini juga menggelar final satu kali Liga Champions Rugby Eropa 2001.

Konser Musik Legendaris

Stadion ini memulai debut musiknya berkat Michael Jackson. Ikon pop ini menjadikannya tempat yang menarik, dan artis lain pun berbondong-bondong tampil di sana.

Berikut adalah beberapa konser terkenal yang pernah diadakan di stadion ini:

  • Konser Michael Jackson pada tahun 1988 menandai debut musik stadion ini, dan ia kembali tampil pada tahun 1997.
  • The Rolling Stones dan Prince tampil pada tahun 1990.
  • David Bowie tampil di Rock Festival di Paris pada tahun 1997.
  • Serangkaian konser kemudian berlangsung, termasuk Red Hot Chili Peppers (2004), Metallica (2004), Moby (2005), Iron Maiden (2005), Muse (2007), dan Coldplay (2009).
  • Green Day dan Suprême NTM terakhir tampil pada tahun 2010, dan stadion kemudian mengalami jeda panjang dari konser.
  • DJ Snake mengakhiri jeda 12 tahun tersebut dengan tampil pada tahun 2022. Penyanyi Prancis Dadju mengikuti jejaknya tak lama kemudian di tahun yang sama.

Parc des Princes bukan hanya stadion sepak bola biasa. Ini adalah ikon sejarah, olahraga, dan budaya Prancis. Dengan sejarahnya yang kaya dan berbagai acara akbar yang pernah diselenggarakannya, stadion ini terus memikat hati para penggemar dari seluruh dunia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.