Bisnis Cheat Mobile Legends: Bang Bang Terbongkar, Polisi Soroti Ancaman Serius bagi Ekosistem Game

JATENG.AKURAT.CO, Praktik bisnis ilegal penjualan cheat pada game Mobile Legends: Bang Bang akhirnya terbongkar setelah Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah mengungkap jaringan pelaku yang telah beroperasi selama bertahun-tahun. Kasus ini menyoroti ancaman serius terhadap ekosistem industri game digital, termasuk kerugian besar bagi pengembang.
Pengungkapan kasus bermula dari laporan resmi kuasa hukum Shanghai Moonton Technology Co., Ltd., pengembang Mobile Legends, yang mengadukan maraknya peredaran cheat sejak 2024. Dari hasil penyelidikan, praktik ilegal tersebut ternyata telah berlangsung sejak 2021 hingga Agustus 2025.
Direktur Reserse Siber Polda Jateng Kombes Pol. Himawan Sutanto Saragih menjelaskan, cheat yang beredar memungkinkan pemain mendapatkan keuntungan tidak wajar, seperti mendeteksi posisi musuh secara real-time. Kondisi ini dinilai merusak keadilan dalam permainan sekaligus mengganggu pengalaman pengguna lain.
“Ini bukan sekadar pelanggaran biasa, tetapi ancaman terhadap integritas sistem dan ekosistem game itu sendiri,” tegasnya, Selasa (14/4).
Pelaku berinisial DAR (22) diketahui memproduksi cheat secara mandiri dengan memanfaatkan aplikasi pihak ketiga yang dimodifikasi. Produk tersebut kemudian dipasarkan melalui Telegram dengan harga mulai Rp15.000 hingga Rp270.000, menyasar pemain hingga reseller.
Dalam operasinya, pelaku menggunakan skema penjualan digital. Setelah pembayaran, pembeli akan menerima file APK dan akses login ke server tertentu, sehingga cheat dapat langsung digunakan dalam permainan.
Hasil pengembangan kasus membawa polisi hingga ke wilayah Lampung, di mana satu terduga pelaku lain berhasil diamankan. Aparat kini masih mendalami kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas dalam distribusi cheat tersebut.
Secara ekonomi, praktik ini terbukti menggiurkan. Pelaku diperkirakan meraup keuntungan ratusan juta rupiah. Namun di sisi lain, dampaknya sangat besar. Pihak pengembang ditaksir mengalami kerugian lebih dari Rp2,5 miliar akibat peredaran cheat yang masif sejak 2022.
Polda Jateng menilai fenomena ini sebagai peringatan bagi masyarakat terkait maraknya kejahatan digital berbasis game. Selain merusak industri, aktivitas tersebut juga berpotensi menjerat pelaku dengan sanksi hukum.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol. Artanto mengingatkan masyarakat agar tidak tergoda menggunakan atau memperjualbelikan cheat.
“Jangan sampai tergiur keuntungan sesaat. Aktivitas seperti ini jelas melanggar hukum dan merugikan banyak pihak, termasuk pemain lain dan pengembang,” ujarnya.
Kasus ini menjadi bukti bahwa kejahatan di ruang digital terus berkembang, bahkan menyasar sektor hiburan seperti game online. Polisi memastikan akan terus memperkuat pengawasan serta menindak tegas pelaku demi menjaga ekosistem digital yang sehat dan adil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Yadea RS20 Resmi Dijual Rp16,6 Juta, Motor Listrik Retro Bisa Tempuh hingga 80 Km
- 2Angin Segar Liverpool! PSG Mulai Luluh, Dua Bintang Siap ke Anfield
- 3Arsenal Siap Korbankan Gabriel Jesus, Napoli Bergerak Cepat! Como Bidik Striker Chelsea! Bursa Transfer Eropa Memanas
- 4Persib Juara Dewata Challenge Series 2026! Bangkit dari Ketertinggalan, Obati Kegagalan di Piala Presiden
- 5Chelsea vs Manchester United: Duel Perburuan Gelandang Prancis Manu Koné
- 6Barcelona Beralih ke Gyokeres setelah Alvarez Buntu, Arsenal Siap Melepas?
- 7Manchester United dan Arsenal Dapat Angin Segar di Bursa Transfer Bek Brugge
- 8Jamie Gittens Diprediksi Bertahan di Chelsea Usai Roma Beralih ke Target Lain
- 9Bom! Al Hilal Sepakat dengan Pedro Neto, Chelsea Siap Lepas dengan Harga €60 Juta
- 10Bukan Batal! Fabrizio Romano: Barcola ke Liverpool Masih Hidup dan Kian Menggembirakan









