Jateng

Viral Video Netanyahu bersama Huckabee, Apakah Itu Nyata atau Deepfake?

Theo Adi Pratama | 19 Maret 2026, 16:07 WIB
Viral Video Netanyahu bersama Huckabee, Apakah Itu Nyata atau Deepfake?
video viral Netanyahu bersama Huckabee (tangkapan layar instagram @iran.live.news)

JATENG.AKURAT.CO, Sebuah video yang memperlihatkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bertemu dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, baru-baru ini menjadi perbincangan hangat di jagat maya.

Bukan karena isi pertemuan politiknya, melainkan karena kecerdasan buatan (AI) milik X, Grok, menyebut bahwa video tersebut kemungkinan besar adalah palsu atau deepfake.

Klaim ini langsung memicu gelombang kontroversi dan spekulasi di tengah publik yang sudah dihebohkan dengan rumor tentang kondisi perdana menteri.

Dalam video yang beredar, Netanyahu terlihat bercanda dengan Huckabee, mengatakan, "Yes, Mike. Yes, I'm alive. We shake hands with five fingers in each hand" .

Ucapan "five fingers" ini merupakan sindiran langsung terhadap teori konspirasi yang sebelumnya viral, di mana warganet mengklaim bahwa tangan Netanyahu dalam video sebelumnya tampak memiliki enam jari—sebuah ciri khas umum dari gambar yang dihasilkan oleh AI .

Grok Sebut Video Satir, Huckabee Menolak

Kekacauan informasi ini mencapai puncaknya ketika seorang pengguna X bertanya kepada Grok tentang konteks video tersebut.

Dalam sebuah respons, chatbot tersebut menyebut video itu sebagai konten satir yang dihasilkan AI, dan bukan merupakan rekaman pertemuan asli .

"Ini adalah konten satir yang dihasilkan AI, bukan klip pertemuan sungguhan. Ini mengejek video 'bukti hidup' yang diunggah Netanyahu hari ini di tengah rumor yang mengatakan dia tewas dalam serangan rudal Iran," tulis Grok dalam salah satu analisisnya .

Namun, klaim dari AI ini langsung mendapat bantahan telak dari sumber terpercaya.

Mike Huckabee, yang hadir langsung dalam pertemuan tersebut, dengan tegas membantah melalui media sosial.

"Maaf, Grok. Anda salah. Itu benar-benar pertemuan nyata yang terjadi hari ini. Saya seharusnya tahu. Saya ada di sana. Tidak ada AI sama sekali dalam hal ini!" tulis Huckabee .

Asal Mula Rumor dan Fenomena Enam Jari

Kekacauan ini berakar pada video sebelumnya yang dirilis oleh kantor berita pemerintah Israel pada 13 Maret 2026.

Dalam pidatonya, beberapa warganet mengabadikan momen di mana tangan Netanyahu seolah-olah memiliki enam jari.

Momen ini kemudian menyebar luas dan dijadikan "bukti" bahwa video tersebut adalah deepfake yang dibuat untuk menutupi kabar bahwa Netanyahu telah tewas atau cedera dalam serangan Iran .

Situs pemeriksa fakta seperti Newsweek dan PolitiFact, bagaimanapun, telah melakukan analisis mendalam.

Mereka menemukan bahwa dalam rekaman yang lebih jernih, Netanyahu jelas memiliki lima jari. Efek "jari keenam" kemungkinan besar disebabkan oleh ilusi optik, di mana guratan di telapak tangan atau efek bayangan membuatnya tampak seperti jari tambahan.

Kantor Netanyahu sendiri menyebut kabar tersebut sebagai "berita palsu" (fake news) .

'Liar's Dividend' di Era AI

Insiden ini menjadi contoh sempurna dari fenomena yang disebut "Liar's Dividend" atau keuntungan pembohong.

Stuart A. Thompson dan Tiffany Hsu dari The New York Times menjelaskan bahwa di era AI ini, konten palsu tidak hanya dapat menipu publik, tetapi konten asli pun dapat dengan mudah dituduh sebagai palsu .

Dalam konteks perang Israel-Iran yang sedang memanas, informasi yang simpang siur ini menciptakan ketidakpastian yang berbahaya.

Setelah serangan besar-besaran yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei, pada akhir Februari, Iran telah berulang kali mengancam akan membunuh Netanyahu sebagai balasan.

Ancaman nyata di medan perang bercampur dengan "peperangan kognitif" di dunia maya, di mana akun-akun yang tidak bertanggung jawab menyebarkan video lawas atau hasil rekayasa AI untuk memicu kepanikan .

Meskipun demikian, kantor Perdana Menteri Israel terus menegaskan bahwa Netanyahu dalam keadaan sehat dan terus memimpin koordinasi perang melawan Iran.

Para ahli memperingatkan publik untuk lebih berhati-hati dan selalu memeriksa kebenaran informasi dari sumber-sumber terpercaya di tengah gempuran disinformasi yang semakin canggih .

FAQ Seputar Kontroversi Video Netanyahu

Apa yang menyebabkan video Netanyahu menjadi viral?
Video tersebut viral karena AI Grok menyebutnya sebagai deepfake atau konten satir, sementara Dubes AS Mike Huckabee yang hadir dalam pertemuan itu membantahnya. Hal ini memicu perdebatan sengit di media sosial .

Mengapa ada isu tentang tangan Netanyahu yang memiliki enam jari?
Isu ini berasal dari video pidato Netanyahu sebelumnya. Beberapa warganet mengklaim tangannya tampak memiliki enam jari, yang sering menjadi tanda sebuah gambar dihasilkan oleh AI. Pemeriksa fakta kemudian menjelaskan bahwa itu adalah ilusi optik akibat bayangan dan sudut pandang kamera .

Apa respons Netanyahu terhadap rumor kematiannya?
Netanyahu merilis serangkaian video, termasuk saat ia sedang minum kopi dan saat bertemu dengan Dubes AS, untuk membuktikan bahwa ia masih hidup. Ia bahkan secara terang-terangan menyindir teori "enam jari" dengan menyebut "lima jari" dalam videonya .

Apa yang dimaksud dengan "Liar's Dividend"?
"Liar's Dividend" atau keuntungan pembohong adalah fenomena di mana konten yang asli dapat dengan mudah dituduh sebagai palsu, sehingga merusak kepercayaan publik terhadap semua informasi, termasuk yang benar sekalipun .

Bagaimana seharusnya masyarakat menyikapi informasi ini?
Publik disarankan untuk tidak mudah percaya pada klip-klip pendek atau tangkapan layar yang beredar. Selalu cari video versi lengkapnya dari sumber resmi dan lihat hasil analisis dari pemeriksa fakta independen untuk mendapatkan kebenaran .

Kontroversi seputar video Netanyahu ini menunjukkan betapa kompleksnya lanskap informasi di era modern, di mana kecanggihan AI dapat mengaburkan batas antara realitas dan fiksi, serta antara fakta dan hoaks.

Di tengah konflik bersenjata yang nyata, pertempuran di dunia maya ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat global untuk terus waspada dan kritis.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.