Tragis! Siswa SD di Pati Masuk RS Diduga Akibat Dikeroyok Teman karena Tak Bayar Iuran Sound System

JATENG.AKURAT.CO, Dunia pendidikan di Kabupaten Pati kembali berduka. Seorang siswa kelas 3 Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Gabus dilaporkan harus menjalani perawatan intensif di RSUD RAA Soewondo setelah diduga menjadi korban perundungan (bullying) dan pengeroyokan oleh rekan-rekannya.
Kabar memprihatinkan ini viral setelah beredar luas di media sosial yang memperlihatkan kondisi sang bocah yang terbaring di rumah sakit.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi kekerasan tersebut dipicu oleh masalah sepele yakni iuran sewa sound system untuk acara takbir keliling.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Iuran Takbir
Kepala Desa setempat, Kusnan, mengonfirmasi kebenaran insiden yang terjadi di lingkungan sekolah wilayahnya tersebut.
Menurut Kusnan, korban diduga dianiaya karena tidak mampu atau tidak mau membayar uang iuran untuk menyewa alat pengeras suara.
"Kejadiannya kemarin. Namanya anak-anak, diajak iuran buat sound, mungkin si anak ini tidak punya uang atau bagaimana, akhirnya di-bully," ujar Kusnan saat dikonfirmasi, Sabtu (14/3).
Akibat aksi pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka-luka yang cukup serius.
Keluarga yang khawatir akan adanya cedera kepala atau luka dalam segera melarikan korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Mediasi dan Evaluasi Pihak Sekolah
Merespons kejadian ini, Pemerintah Desa (Pemdes) langsung turun tangan melakukan mediasi antara pihak sekolah, wali murid pelaku, dan keluarga korban.
Dalam pertemuan tersebut, tercapai kesepakatan damai sementara di mana orang tua pelaku bersedia memberikan bantuan materiil untuk pengobatan korban.
Namun, Kusnan memberikan teguran keras kepada pihak sekolah. Ia menyayangkan peristiwa ini bisa terjadi di bawah pengawasan tenaga pendidik.
"Kepala sekolah sudah saya 'sentil'. Saya minta ini diselesaikan dengan serius karena menyangkut marwah pemerintahan juga," tegasnya.
Langkah Tegas: Libatkan Polisi dan TNI untuk Edukasi
Sebagai tindak lanjut agar peristiwa serupa tidak terulang, pihak sekolah berjanji akan melakukan evaluasi internal besar-besaran terhadap kinerja para guru.
Selain itu, pihak keamanan dari unsur Polri dan TNI akan dihadirkan ke sekolah untuk memberikan edukasi kepada wali murid dan siswa mengenai bahaya bullying.
"Saya minta pihak sekolah mengedukasi semua wali murid. Nanti kita hadirkan polisi dan TNI supaya ada efek jera dan tidak terjadi lagi di tahun-tahun mendatang," pungkas Kusnan.
Kondisi korban saat ini dikabarkan mulai membaik dan rencananya akan diperbolehkan pulang dari RSUD RAA Soewondo dalam waktu dekat, meski pemantauan terhadap kondisi psikisnya tetap menjadi prioritas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat









