Jateng

Korban Perundungan di Sungai Watu Telu Sambiroto Semarang Sudah Mulai Membaik

Arixc Ardana | 11 September 2024, 16:21 WIB
Korban Perundungan di Sungai Watu Telu Sambiroto Semarang Sudah Mulai Membaik

AKURAT.CO, Korban perundungan di bantaran sungai Watu Telu Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang saat ini kondisinya sudah membaik. 

Hal itu diungkap oleh Kabid Pembinaan SD Disdik Kota Semarang, Aji Nur Setiawan, Rabu (11/9/2024). 

Bahkan kata Aji, korban sudah kembali bersekolah dan melakukan aktivitas seperti biasa. 

Baca Juga: Tanggapi Kasus Bullying, Mbak Ita Instruksikan Jajarannya Upayakan Pencegahan 

"Kondisi korban sudah baik, cuman masih merasakan sakit di bagian perut dan kepala. Hari ini korban sudah sekolah, besok mau diantar untuk diperiksa ke puskesmas oleh gurunya," buka Aji. 

Korban perundungan itu adalah siswa SD inisial AB (11).

AB ditendang oleh seorang siswa SMP berinisial L sepulang dari bermain di sungai Watu Telu. 

Namun Aji mengatakan setelah perawatan, AB tidak mengalami trauma berkepanjangan usai menjadi korban perundungan. 

Secara sekilas, Aji menuturkan soal kronologi AB jadi korban perundungan.

Pada Jumat (6/9/2024) selepas main di sungai watu telu, AB bersama teman-temannya dicegat gerombolan anak SMP dan terjadilah perundungan.  

"Pelaku dan korban tidak saling korban. Kasus perundungan ini juga sudah ditangani oleh kepolisian. Pelaku dan korban sudah dipanggil ke Polrestabes Semarang," imbuhnya.  

Meski mendapat perlakuan tidak mengenakan dari pelaku.

Disebutkan Aji, korban sudah memaafkan serta tidak memiliki rasa dendam terhadap pelaku. 

Selain mendampingi korban untuk memulihkan psikologis pasca peristiwa perundungan.

Disdik Kota Semarang juga turut melakukan pembinaan terhadap pelaku yang masih berstatus siswa SMP. 

Aji menambahkan pihaknya tidak akan memberikan hukuman hukuman.

Apalagi mengeluarkan pelaku dari sekolah.

Disdik berkomitmen menjaga hak korban dan pelaku untuk mengenyam pendidikan. 

"Saya dapat kabar dari kepala sekolah sejak hari Sabtu bahwa pelaku mendapat pendampingan juga dari Pusat Pelayanan Terpadu Seruni. Tapi berharap masalah ini tidak berkepanjangan dan pelaku bisa bersekolah lagi," tukasnya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.