Jateng

Update Mudik Jateng: Jalur Semarang-Purwodadi Sudah Normal, Siap Dilalui Pemudik Lebaran 2026

Theo Adi Pratama | 11 Maret 2026, 09:48 WIB
Update Mudik Jateng: Jalur Semarang-Purwodadi Sudah Normal, Siap Dilalui Pemudik Lebaran 2026

JATENG.AKURAT.CO, Kabar gembira bagi para pemudik yang akan melintasi jalur Semarang-Purwodadi.

Ruas jalan penghubung utama di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan yang sebelumnya terputus akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang kini telah tersambung kembali 100%.

Proses perbaikan yang dilakukan secara maraton oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berhasil diselesaikan tepat waktu, memastikan jalur vital ini dapat dilalui kendaraan menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Perbaikan Cepat dengan Metode Fast Track

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat memperbaiki badan jalan sepanjang sekitar 60 meter yang rusak parah akibat diterjang banjir. Perbaikan dilakukan dengan metode pengecoran beton cepat (fast track) agar jalur tersebut dapat segera difungsikan kembali.

Pengecoran mulai dilaksanakan sejak Kamis malam, 5 Maret 2026, diawali dengan pengecoran permukaan beton perata, kemudian dilanjutkan dengan pengecoran beton struktur utama badan jalan .

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (PUSDATARU) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, melalui PPKom proyek perbaikan jalan Tinanding, Pradana, menyampaikan bahwa ketebalan cor mencapai sekitar 30 sentimeter sesuai standar konstruksi jalan beton. Pihaknya memastikan bahwa struktur beton yang telah dikeraskan cukup kuat untuk dilintasi kendaraan.

Target H-7 Lebaran Tercapai

Pantauan di lapangan pada Senin, 9 Maret 2026, pekerja masih melakukan penyelesaian akhir dengan cutter join track atau pemotongan cor beton untuk menjaga pemuaian agar tidak retak. Proses pengerasan beton sendiri diperkirakan memakan waktu sekitar satu pekan.

"Struktur beton siap dipakai dalam sepekan setelah selesai dikerjakan," ujar Pradana.

Ia menjelaskan, idealnya untuk cor kuat sempurna dibutuhkan waktu 27 hari, namun dalam sepekan sudah cukup kuat dilintasi kendaraan, terutama karena mendekati arus mudik Lebaran.

Sebagaimana diketahui, terdapat tiga segmen permukaan jalan beton di Desa Tinanding yang hilang diterjang air bah setelah tanggul di Desa Kebonagung, Kabupaten Demak, jebol.

Total panjang badan jalan yang rusak dan harus dibangun kembali mencapai sekitar 60 meter .

Perbaikan ini dilakukan setelah tanggul Sungai Tuntang di Desa Tinanding jebol pada 16 Februari 2026 lalu.

Peristiwa itu menyebabkan ruas jalan Semarang–Godong KM 35 terputus total, memutus akses utama yang menghubungkan Semarang, Grobogan, dan Purwodadi, serta mengakibatkan genangan di wilayah sekitar.

FAQ Seputar Perbaikan Jalan Semarang-Purwodadi

Q: Kapan jalan Semarang-Purwodadi mulai diperbaiki?
A: Pengecoran jalan mulai dilaksanakan pada Kamis malam, 5 Maret 2026 .

Q: Berapa panjang jalan yang rusak dan diperbaiki?
A: Total badan jalan yang rusak dan dibangun kembali mencapai sekitar 60 meter .

Q: Apa penyebab utama kerusakan jalan tersebut?
A: Jalan rusak akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Tinanding pada 16 Februari 2026 yang menyebabkan banjir dan menggerus badan jalan .

Q: Apakah jalan tersebut sudah bisa dilalui untuk mudik Lebaran?
A: Ya, perbaikan ditargetkan rampung sebelum H-7 Lebaran dan saat ini sudah dapat dilalui kendaraan .

Q: Berapa lama proses pengerasan beton agar kuat dilalui kendaraan?
A: Proses pengerasan diperkirakan memakan waktu sekitar satu pekan setelah pengecoran selesai .

Penutup

Keberhasilan perbaikan jalur Semarang-Purwodadi ini menjadi angin segar bagi jutaan pemudik yang akan melintasi jalur utama menuju Grobogan, Purwodadi, dan sekitarnya.

Kini, kekhawatiran akan kemacetan panjang dan pengalihan arus akibat jalan putus telah teratasi. Masyarakat diimbau tetap berhati-hati saat melintas dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada. Selamat menempuh perjalanan mudik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.