Pengakuan Tersangka Pembunuhan Mayat Dalam Koper di Brebes, Sakit Hati Ditagih Hutang

JATENG.AKURAT.CO, Polres Brebes telah mengungkapkan latar belakang kasus pembunuhan yang menemukan jasad pria bernama Sapri (70 tahun) di dalam sebuah koper, di Desa Sukareja, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Tersangka dalam kasus ini adalah Rokib (45 tahun), yang telah berhasil ditangkap oleh pihak berwenang.
Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardiansyah menjelaskan, bahwa berdasarkan pengakuan awal tersangka kepada tim penyidik, tindakan pembunuhan dilakukan karena emosi yang muncul saat korban datang menagih utang yang belum dibayar oleh Rokib.
"Informasi awal memang menunjukkan demikian. Kami sedang menyelesaikan seluruh proses pemeriksaan secara menyeluruh. Setelah semua tuntas dan kami dapat mengambil kesimpulan yang jelas, kami akan memberikan pemberitahuan lebih lanjut," ujar Lilik pada hari Rabu (18/2).
Menurutnya, hingga saat ini belum ditemukan indikasi bahwa pembunuhan tersebut direncanakan sebelumnya.
Berdasarkan pengakuan sementara dari tersangka, tindakan tersebut dilakukan secara spontan akibat kondisi yang terjadi saat itu.
"Saat ini berdasarkan informasi yang kami dapatkan, aksi pembunuhan bersifat spontan," tambahnya.
Akibat perbuatannya, tersangka Rokib dijerat dengan pasal 479 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang dapat mengakibatkan ancaman hukuman penjara hingga 20 tahun.
Kasus ini bermula pada hari Senin (16/2), ketika pemilik sebuah rumah yang masih dalam tahap pembangunan berniat melakukan pembersihan lokasi.
Saat itu, ia mencium bau amis yang menyengat dari salah satu ruangan. Setelah melakukan pemeriksaan lebih jauh, ditemukan sebuah koper yang ketika dibuka ternyata berisi jasad seorang pria.
Setelah menerima laporan kejadian, tim penyidik Polres Brebes segera melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.
Selanjutnya, pihak kepolisian melakukan penangkapan terhadap tersangka Rokib di wilayah Majalengka, Jawa Barat.
Sampai saat ini, penyelidik menyampaikan bahwa korban mengalami tindakan mutilasi pada bagian kaki dan tangan.
Hal ini dilakukan karena jasad korban tidak dapat masuk secara keseluruhan ke dalam koper yang digunakan untuk menyembunyikannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Yadea RS20 Resmi Dijual Rp16,6 Juta, Motor Listrik Retro Bisa Tempuh hingga 80 Km
- 2Angin Segar Liverpool! PSG Mulai Luluh, Dua Bintang Siap ke Anfield
- 3Arsenal Siap Korbankan Gabriel Jesus, Napoli Bergerak Cepat! Como Bidik Striker Chelsea! Bursa Transfer Eropa Memanas
- 4Persib Juara Dewata Challenge Series 2026! Bangkit dari Ketertinggalan, Obati Kegagalan di Piala Presiden
- 5Chelsea vs Manchester United: Duel Perburuan Gelandang Prancis Manu Koné
- 6Barcelona Beralih ke Gyokeres setelah Alvarez Buntu, Arsenal Siap Melepas?
- 7Manchester United dan Arsenal Dapat Angin Segar di Bursa Transfer Bek Brugge
- 8Jamie Gittens Diprediksi Bertahan di Chelsea Usai Roma Beralih ke Target Lain
- 9Bom! Al Hilal Sepakat dengan Pedro Neto, Chelsea Siap Lepas dengan Harga €60 Juta
- 10Bukan Batal! Fabrizio Romano: Barcola ke Liverpool Masih Hidup dan Kian Menggembirakan








