Jateng

Gemakan Gerakan Indonesia Asri dari Boyolali, PW GP Ansor Jateng Bersama PLN dan BP BUMN Tanam Alpukat di Lereng Merapi

Theo Adi Pratama | 7 Februari 2026, 15:42 WIB
Gemakan Gerakan Indonesia Asri dari Boyolali, PW GP Ansor Jateng Bersama PLN dan BP BUMN Tanam Alpukat di Lereng Merapi

JATENG.AKURAT.CO, Di Desa Sumur Kecamatan Tamansari Boyolali, udara Sabtu pagi (7/2/2026) terasa lebih sejuk dari biasanya. 

Lereng Merapi yang hijau menjadi saksi ketika ratusan bibit alpukat ditanam bukan sekadar sebagai simbol penghijauan, tetapi sebagai ikhtiar panjang membangun masa depan yang lebih asri dan sejahtera.

 

Di tanah yang dikenal subur itu, PW GP Ansor Jawa Tengah bersama PLN Jateng–DIY menggandeng Wakil Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Aminuddin Ma’ruf, menancapkan bibit demi bibit. 

Di balik aksi sederhana ini, tersimpan cerita besar tentang lingkungan, ketahanan pangan, dan harapan ekonomi warga desa.

Dari Gerakan Asri ke Akar Rumput

Aminuddin Ma’ruf menyebut penanaman alpukat ini sebagai bagian dari semangat Gerakan Indonesia Asri, program nasional yang diluncurkan Presiden Prabowo dengan nilai “aman, sehat, resik, dan indah (ASRI)”. 

Bagi Aminuddin, gerakan itu tak boleh berhenti pada seremoni.

“Menjaga alam bukan hanya urusan lingkungan, tetapi juga ibadah sosial dan investasi untuk anak cucu kita,” ujarnya. 

Ia menautkan aksi tanam pohon dengan nilai dasar kader Ansor yaitu hablum minallah, hablum minannas, dan hablum minal alam sebagai tanggung jawab menjaga alam sebagai amanah.

Di tengah meningkatnya bencana banjir di berbagai wilayah Indonesia, ia menekankan bahwa kerusakan ekosistem harus dijawab dengan gerakan kolektif. 

“Jangan sampai daerah kita dikenal karena sampah dan kumuhnya,” katanya, seraya mengajak Ansor menjadi garda depan perubahan.

Alpukat, Pohon yang Menjanjikan

Mengapa alpukat? Bramantyo Anggun Pambudi, GM PLN Unit Induk Distribusi Jateng–DIY, menyebutnya sebagai “pohon harapan”. Selain menghasilkan oksigen dan menyehatkan jantung, alpukat memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Ini bukan hanya sumber oksigen, tetapi juga sumber penghasilan bagi masyarakat,” jelasnya. 

Di Boyolali dan Kudus, PLN telah menyalurkan masing-masing 400 bibit alpukat, dan jumlah itu akan terus ditingkatkan.

Lebih dari sekadar menanam, PLN membawa pendekatan keberlanjutan: modernisasi pertanian, pompa sawah berbasis listrik, hingga target meningkatkan frekuensi panen dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali setahun.

Ansor dan Misi Ketahanan Pangan

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Dr. Shidqon Prabowo, melihat kolaborasi ini sebagai pintu besar menuju pemberdayaan masyarakat. Dengan 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, ia berharap program ini bisa merata.

“Ini sejalan dengan ketahanan pangan nasional. Bukan hanya CSR bibit alpukat, tapi juga peluang CSR lain yang berkelanjutan,” katanya. 

Baginya, Ansor hadir sebagai khadimul ummah (pelayan masyarakat) siap bersinergi dengan BUMN dan BUMD.

Tanah Subur, Tantangan Nyata

Bupati Boyolali, Agus Irawan, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menyebut Tamansari sebagai tanah anugerah, di mana kopi, alpukat, dan sayuran tumbuh subur. 

Namun, ia juga jujur mengungkap tantangan kekurangan air bersih dan hama kera ekor panjang yang merusak lahan.

“Kami berharap CSR dari BUMN juga menyentuh kebutuhan dasar seperti air bersih,” ujarnya. 

Pemerintah daerah, katanya, tengah mengembalikan kejayaan kopi Boyolali yang dahulu melegenda di lereng Merapi.

Menumbuhkan Masa Depan

Di Desa Sumur, bibit alpukat kini berdiri sebagai simbol kecil dari perubahan besar. Di balik daun yang kelak rimbun, tersimpan harapan akan lingkungan yang lebih hijau, ekonomi yang lebih kuat, dan generasi yang lebih sejahtera.

Dari Boyolali, Gerakan Indonesia Asri menemukan akarnya menjalar ke tanah, menembus batas organisasi, dan tumbuh bersama masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.