Jateng

Dari Kesehatan Jiwa hingga Jaminan Hari Tua Guru Madin, Ini Aktifitas Apel Kemanusiaan PWNU Jateng di Batang

Theo Adi Pratama | 1 Februari 2026, 17:19 WIB
Dari Kesehatan Jiwa hingga Jaminan Hari Tua Guru Madin, Ini Aktifitas Apel Kemanusiaan PWNU Jateng di Batang

JATENG.AKURAT.CO, Peringatan Harlah satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) tingkat Jawa Tengah yang dipusatkan di Kabupaten Batang bukan sekadar seremoni. 

Lebih dari itu, momentum ini menjelma menjadi panggung aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga, mulai dari kesehatan mental hingga jaminan hari tua bagi para pendidik keagamaan.

Ribuan warga dan kader NU memadati rangkaian acara yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah. 

Batang dipilih bukan hanya karena letaknya yang strategis di jalur Pantura–Pansela, tetapi juga karena dukungan penuh pemerintah daerah. Sinergi inilah yang membuat peringatan satu abad NU terasa lebih membumi.

Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, menegaskan bahwa Harlah kali ini dirancang untuk menjawab problem riil masyarakat. NU, kata dia, tidak cukup hadir lewat mimbar, tetapi juga melalui layanan nyata.

Salah satu terobosan yang paling menyita perhatian adalah dibukanya layanan kesehatan gratis, termasuk konsultasi dengan dokter spesialis kejiwaan. 

Bekerja sama dengan RS Amino Gondohutomo, panitia menyediakan pemeriksaan dasar hingga layanan psikiatri.

Di tengah tekanan ekonomi, cuaca ekstrem, dan beban hidup yang kian berat, Gus Rozin menilai persoalan kesehatan mental tak bisa lagi dipandang sebelah mata. Stres, kecemasan, hingga depresi ringan, menurutnya, adalah penyakit zaman yang perlu direspons secara terbuka.

“Berobat ke psikiater itu sama seperti ke dokter umum. Tidak ada yang perlu ditutupi,” ujarnya, Minggu (1/2/2026).

Selain kesehatan, PWNU Jateng juga membuka ruang konsultasi hukum gratis, menyusul diberlakukannya KUHP dan KUHAP baru, serta layanan wakaf produktif yang kini semakin kompleks. 

Semua layanan ini disiapkan agar warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga penerima manfaat langsung dari peringatan satu abad NU.

Puncak rangkaian kegiatan ditandai dengan Apel Akbar Kemanusiaan yang diikuti sekitar 7.000 peserta. 

Ribuan kader dari berbagai badan otonom NU—mulai dari Ansor, Fatayat, IPNU, IPPNU, hingga Pagar Nusa—turut hadir, mempertegas komitmen NU Jawa Tengah dalam merespons isu kebencanaan dan kemanusiaan.

Gus Rozin mencontohkan peran aktif LPBI NU yang terlibat dalam penanganan bencana di berbagai daerah, seperti Aceh Timur dan Tegal. Bagi NU, kemanusiaan bukan sekadar jargon, melainkan panggilan gerakan.

Momentum Harlah ini juga dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Batang untuk meluncurkan kebijakan yang menyentuh sektor pendidikan keagamaan. 

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, mengumumkan program Dana Pensiun bagi sekitar 6.600 Guru Madrasah Diniyah (Madin) yang selama ini belum memiliki jaminan hari tua.

Melalui skema ini, setiap guru Madin yang memasuki masa purna tugas akan memperoleh manfaat yang cukup besar. Pemerintah daerah menyiapkan anggaran tahunan dengan data penerima mengacu pada basis Kementerian Agama.

Meski manfaatnya baru akan dirasakan di masa depan, Faiz menegaskan program ini adalah investasi sosial jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan para pendidik yang selama ini mengabdi dengan penuh keikhlasan.

Dari layanan kesehatan jiwa hingga jaminan hari tua, Harlah satu Abad NU di Batang menjadi bukti bahwa peringatan keagamaan dapat menjelma menjadi gerakan sosial yang berdampak nyata. Batang pun tak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga pusat gerak perubahan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.