Dari Kesehatan Jiwa hingga Jaminan Hari Tua Guru Madin, Ini Aktifitas Apel Kemanusiaan PWNU Jateng di Batang

JATENG.AKURAT.CO, Peringatan Harlah satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) tingkat Jawa Tengah yang dipusatkan di Kabupaten Batang bukan sekadar seremoni.
Lebih dari itu, momentum ini menjelma menjadi panggung aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga, mulai dari kesehatan mental hingga jaminan hari tua bagi para pendidik keagamaan.
Ribuan warga dan kader NU memadati rangkaian acara yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah.
Batang dipilih bukan hanya karena letaknya yang strategis di jalur Pantura–Pansela, tetapi juga karena dukungan penuh pemerintah daerah. Sinergi inilah yang membuat peringatan satu abad NU terasa lebih membumi.
Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, menegaskan bahwa Harlah kali ini dirancang untuk menjawab problem riil masyarakat. NU, kata dia, tidak cukup hadir lewat mimbar, tetapi juga melalui layanan nyata.
Salah satu terobosan yang paling menyita perhatian adalah dibukanya layanan kesehatan gratis, termasuk konsultasi dengan dokter spesialis kejiwaan.
Bekerja sama dengan RS Amino Gondohutomo, panitia menyediakan pemeriksaan dasar hingga layanan psikiatri.
Di tengah tekanan ekonomi, cuaca ekstrem, dan beban hidup yang kian berat, Gus Rozin menilai persoalan kesehatan mental tak bisa lagi dipandang sebelah mata. Stres, kecemasan, hingga depresi ringan, menurutnya, adalah penyakit zaman yang perlu direspons secara terbuka.
“Berobat ke psikiater itu sama seperti ke dokter umum. Tidak ada yang perlu ditutupi,” ujarnya, Minggu (1/2/2026).
Selain kesehatan, PWNU Jateng juga membuka ruang konsultasi hukum gratis, menyusul diberlakukannya KUHP dan KUHAP baru, serta layanan wakaf produktif yang kini semakin kompleks.
Semua layanan ini disiapkan agar warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga penerima manfaat langsung dari peringatan satu abad NU.
Puncak rangkaian kegiatan ditandai dengan Apel Akbar Kemanusiaan yang diikuti sekitar 7.000 peserta.
Ribuan kader dari berbagai badan otonom NU—mulai dari Ansor, Fatayat, IPNU, IPPNU, hingga Pagar Nusa—turut hadir, mempertegas komitmen NU Jawa Tengah dalam merespons isu kebencanaan dan kemanusiaan.
Gus Rozin mencontohkan peran aktif LPBI NU yang terlibat dalam penanganan bencana di berbagai daerah, seperti Aceh Timur dan Tegal. Bagi NU, kemanusiaan bukan sekadar jargon, melainkan panggilan gerakan.
Momentum Harlah ini juga dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Batang untuk meluncurkan kebijakan yang menyentuh sektor pendidikan keagamaan.
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, mengumumkan program Dana Pensiun bagi sekitar 6.600 Guru Madrasah Diniyah (Madin) yang selama ini belum memiliki jaminan hari tua.
Melalui skema ini, setiap guru Madin yang memasuki masa purna tugas akan memperoleh manfaat yang cukup besar. Pemerintah daerah menyiapkan anggaran tahunan dengan data penerima mengacu pada basis Kementerian Agama.
Meski manfaatnya baru akan dirasakan di masa depan, Faiz menegaskan program ini adalah investasi sosial jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan para pendidik yang selama ini mengabdi dengan penuh keikhlasan.
Dari layanan kesehatan jiwa hingga jaminan hari tua, Harlah satu Abad NU di Batang menjadi bukti bahwa peringatan keagamaan dapat menjelma menjadi gerakan sosial yang berdampak nyata. Batang pun tak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga pusat gerak perubahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?










