Kendal Terkurung Banjir, Tadinya Cuma Lima Kecematan Terdampak, Sekarang Bertambah Tujuh, Desa Tangguh Bencana Tenggelam

JATENG.AKURAT.CO, Kendal makin tenggelam karena banjir. Awalnya pada Kamis (15/1/2026) terdapat lima kecamatan tenggelam, namun saat ini pada Minggu (18/1/2026) menjadi tujuh kecamatan.
Diprediksi banjir ini terus meluas seiring cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Ketinggian airpun bervariasi, mulai dari 15 sentimeter hingga mencapai satu meter.
Selain merendam permukiman warga, banjir juga menggenangi sebagian jalur Pantura Kendal, tepatnya di depan kawasan Sama-sama Kendal.
Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas terganggu, terutama kendaraan yang melintas dari dan menuju pusat kota.
Meski tidak datang secara bersamaan, hampir seluruh kecamatan dan desa yang dilalui aliran sungai di Kendal terdampak luapan air akibat intensitas hujan yang tinggi.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal, tujuh kecamatan yang terdampak banjir meliputi Kecamatan Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, Brangsong, Kota Kendal, Ngampel, Pegandon, dan Rowosari.
Di Desa Ketapang, Kecamatan Brangsong, warga menyebut banjir tahun ini sebagai yang terparah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Salah seorang warga, Tono Ginzu, menduga banjir disebabkan luapan Sungai Trompo yang airnya melimpas ke permukiman.
“Banjir tahun ini paling parah, air cepat naik dan langsung masuk rumah warga,” ujarnya.
Sementara itu, di Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Kota Kendal, hampir seluruh warga terdampak banjir.
Sejumlah rumah terendam hingga membuat sebagian warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat yang berada di lokasi lebih aman.
Menyikapi kondisi tersebut, Desa Tangguh Bencana (Destana) Kebondalem mendirikan dapur umum guna membantu memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak.
Dapur umum ini didukung oleh BPBD, Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta Dinas Sosial Kabupaten Kendal.
Ketua Destana Kebondalem, Widiastuti, mengatakan dapur umum telah beroperasi sejak Kamis (16/1/2026).
Meski masih bersifat terbatas, dapur umum tersebut mampu menyediakan makanan siap saji satu kali sehari bagi warga terdampak banjir.
“Pada hari pertama kami memproduksi sekitar 300 nasi bungkus, dan hari ini meningkat menjadi 400 nasi bungkus,” jelasnya.
Selain makanan siap saji, bantuan juga disalurkan kepada warga yang belum terjangkau dapur umum dalam bentuk bahan makanan mentah, seperti mi instan.
Hingga kini, BPBD Kabupaten Kendal terus melakukan pemantauan di seluruh wilayah terdampak banjir.
Warga juga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan di wilayah tersebut masih tergolong tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Dikabarkan Sakit Mendadak, Ini Fakta Meninggalnya Putri Juficha Tepat di Hari Ulang Tahunnya yang ke-26
- 2Angin Segar Liverpool! PSG Mulai Luluh, Dua Bintang Siap ke Anfield
- 3Jadwal dan Prediksi Skor Persib vs Sabah FC Malam Ini: Maung Bandung Tampil Pincang, Mampukah Tetap Menang? Siaran Langsung Indosiar
- 4Yadea RS20 Resmi Dijual Rp16,6 Juta, Motor Listrik Retro Bisa Tempuh hingga 80 Km
- 5Arsenal Siap Korbankan Gabriel Jesus, Napoli Bergerak Cepat! Como Bidik Striker Chelsea! Bursa Transfer Eropa Memanas
- 6Barcelona Beralih ke Gyokeres setelah Alvarez Buntu, Arsenal Siap Melepas?
- 7Chelsea vs Manchester United: Duel Perburuan Gelandang Prancis Manu Koné
- 8Prediksi Skor Persebaya vs Penang FC: Bajul Ijo Incar Kemenangan di Hadapan Bonek dan Bonita
- 9Diburu Tiga Raksasa Liga Inggris! Victor Osimhen Jadi Rebutan Manchester United, Arsenal dan Tottenham
- 10Manchester United dan Arsenal Dapat Angin Segar di Bursa Transfer Bek Brugge









