Jateng

Kader Pagar Nusa Dikeroyok di Fly Over ganefo Mranggen, Iswar Aminuddin Ajak Warga Tenang dan Kawal Proses Hukum

Theo Adi Pratama | 30 Desember 2025, 18:02 WIB
Kader Pagar Nusa Dikeroyok di Fly Over ganefo Mranggen, Iswar Aminuddin Ajak Warga Tenang dan Kawal Proses Hukum

JATENG.AKURAT.CO, Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Muhammad Bimo Saputra, kader Pagar Nusa yang menjadi korban pengeroyokan brutal di Flyover Ganefo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, pada Jumat dini hari (26/12/2025).

“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Muhammad Bimo Saputra, serta kepada keluarga besar Pagar Nusa. Ini adalah tragedi kemanusiaan yang sangat menyayat hati, karena yang hilang bukan hanya satu nyawa, tetapi juga masa depan seorang anak muda yang seharusnya masih bisa berkontribusi bagi bangsa dan daerah,” ujar Iswar di Semarang, Selasa (30/12/2025).

Iswar menegaskan bahwa kekerasan brutal yang dilakukan secara berkelompok tidak bisa ditoleransi dalam bentuk apa pun.

“Negara tidak boleh kalah oleh kekerasan jalanan. Siapa pun pelakunya harus diproses secara adil, transparan, dan tegas sesuai hukum yang berlaku. Keadilan untuk almarhum Bimo dan keluarganya adalah keharusan moral sekaligus kewajiban negara,” tegasnya.

Ia juga meminta keseriusan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menghentikan praktik kenakalan remaja yang mengarah pada kriminalitas.

“Fenomena geng, balapan liar, dan kekerasan jalanan ini tidak bisa ditangani setengah-setengah. Ini harus menjadi alarm bersama,” imbuhnya.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Jumat dini hari, 26 Desember 2025, sekitar pukul 01.00 WIB di kawasan Flyover Ganefo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun:

1. Awal kejadian bermula saat korban melintas di kawasan flyover yang saat itu tengah terjadi aktivitas balapan liar dan kumpulan remaja.

2. Dalam situasi tersebut, terjadi kesalahpahaman. Korban diduga diteriaki sebagai bagian dari kelompok tertentu sehingga memancing emosi massa.

3. Korban kemudian dikejar oleh sekelompok orang, dihentikan, lalu menjadi sasaran pengeroyokan secara brutal.

4. Korban mengalami luka serius di bagian kepala dan tubuh akibat pukulan dan tendangan bertubi-tubi.

5. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut berupaya melerai dan membawa korban ke fasilitas medis, namun nyawa korban tidak tertolong.

Peristiwa itu sempat terekam dan menyebar di media sosial, memicu duka mendalam sekaligus kemarahan publik.

Ajakan Tetap Tenang dan Kawal Proses Hukum

Iswar mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri dan mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.

“Saya mengajak semua pihak untuk menahan diri, tidak terpancing emosi, dan tetap menjaga suasana kondusif. Mari kita kawal proses hukum ini secara bersama, dengan kepala dingin, agar keadilan benar-benar ditegakkan dan tragedi seperti ini tidak terulang kembali,” pungkas Iswar.

Kasus ini kini dalam penanganan pihak kepolisian untuk mengungkap pelaku pengeroyokan dan motif pasti di balik tragedi yang merenggut nyawa remaja tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.