ASMARA Tuntut Aparat Penegak Hukum Adili Oknum TNI dan Relawan Yang Melakukan Kekerasan Hingga Korban Meninggal

AKURAT.CO, Aliansi Masyarakat Magelang Raya (ASMARA) menggelar doa bersama atas kekerasan terhadap relawan kampanye Pilprea di Sleman dan Boyolali pada Senin malam (8/1/2024).
Koordinator Aksi dan Doa Bersama, Chabibullah mengatakan catatan kejadian kekerasan, arogansi dan repsifitas, baik yang dilakukan oleh kelompok masyarakat sipil terorganisir maupun aparat keamanan diakhir tahun 2023 sebagai penghantar proses demokrasi Indonesia yang akan beralngsung tanggal 14 Pebruari 2024.
"Hal ini menjadi keprihatinan bersama, 7 orang yang harus kena dampak dari peristiwa tersebut, 1 orang meningal dan 6 orang dirawat di rumah sakit. Dua peristiwa yang terjadi di Sleman dan Boyolali, yang secara kebetulan yang terdampak adalah masa pendukung pasangan Ganjar-Mahfud," ujarnya pada Selasa (9/1/2024).
Kekersan yang melibatkan kelompok masyarakat sipil terorganisir dan Aparat keamanan adalah suatu bentuk tindakan yang tidak bisa ditolirer dan ini permasalahan yang serius, apalagi samapi ada yang meninggal di Selemam dengan korban bernama Muhandi Mawanto.
"Sebuah pelanggaran HAM dan perlu tindakan serius bagi pelaksana hukum di negeri ini," beber Chabibullah..
Hal ini juga menimbulkan keprihatinan bagi masyarakat sipil yang mendambakan proses demokrasi tanpa kekerasan dan ajang pesta serta konsolidasi masyarakat sipil unntuk mewjudkan demokrasi yang mampu menjawab problematika dan kebutuhan publik kedepan dangan adanya negara dan pemerintahan dengan pimpinannya.
Baca Juga: Ketua ICW: Pemkot Semarang Miliki Komitmen Tinggi dalam Pencegahan Korupsi
"Sebagai bentuk keprihatianan dan ruang ekpresi kecaman atas realitas kekerasan ini , kami dari berbagai elmen masyarakat sipil yang tergabung dalam Aspirasi Masyarakat Sipil Magelang Raya (ASMARA) menggelar aksi dan doa bersama untuk warga sipil yang terdampak," ungkap Chabibullah.
ASMARA menyerukan :
1. Aparat Hukum untuk menindak secara tegas dan transparan terhadap pelaku tindak kekeran dan arogansi yang mengakibatkan meninggalnya 1 orang relawan dan luka – luka terhadap 6 orang relawan, baik di Sleman maupu di Boyolali.
2. Mengusut secara tuntas baik secara Institusi , organisasi dan individu yang terlibat dalam tindakan kekerasan tersebut.
Baca Juga: Lengek Squad, Sindikat Jual Beli Mobil Bodong Yang Berhasil Disikat Polda Jateng
3. Meminta kepada Komisi 1 DPR RI untuk membentuk Panja Pegusutan kasus tersebut.
Aparat Penegak Hukum untuk menjamin tidak terjadinya tindakan kekerasan dan arogansi serta menjaga netralitas dalam proses demokrasi yang sedang berjalan.
4. Meminta kepada semua elemen yang terlibat dalam proses demokrasi yang sedang berjalan ini baik sipil mau militer untuk bersama – sama menciptakan kedamaian dan kententraman besama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Peringkat FIFA Oman vs Indonesia Malam Ini: Jika Menang, Seri, atau Kalah, Posisi Timnas Garuda Bisa Berubah
- 2iPhone 18 Pro Bocor di Internet, Warna Dark Cherry Jadi Daya Tarik Utama
- 3Barcelona Siapkan Siasat Licik: Tawar Rashford Rp 260 Miliar, MU Dipojokkan Demi Bebaskan Gaji
- 4Tanda Bansos Kamu Sudah Diterima dan Siap Diambil! Lakukan Cek dengan 3 Cara Mudah Ini
- 5Terungkap! Ini Alasan Thom Haye Tidak Diturunkan Saat Indonesia vs Oman, Ternyata Masih Jalani Sanksi FIFA
- 6Man City dan Bayern Saling Sikut Rekrut Bek Chelsea, Maresca Ingin Reuni dengan Mantan Anak Buah
- 7Terungkap! Ini Alasan Layvin Kurzawa Tinggalkan Persib Bandung! Dua Pemain Asing Lain Segera Menyusul?
- 8Shearer Buka Suara: Sandro Tonali Bisa ke MU Jika Dua Syarat Ini Terpenuhi, Bandrol £90 Juta!
- 9Gagal Move On, Manchester United Siap Bajak Elliot Anderson dari Bawah Hidung City
- 10Morgan Rogers Siap Gabung Arsenal, Roy Keane: 'Dia Mengingatkan Saya pada Paul Gascoigne'







