KABAR BURUK! 76 Persen Orang Indonesia Cemas Pekerjaannya Diganti AI, Ini Beda Jauh Sama Jepang!

JATENG.AKURAT.CO, Perkembangan kecerdasan buatan (AI) memang bikin banyak orang kagum, tapi di sisi lain, muncul kecemasan besar.
Banyak yang bertanya, "Apakah pekerjaan saya akan diganti oleh mesin?" Ternyata, rasa cemas ini beda-beda di setiap negara, dan Indonesia termasuk yang paling khawatir!
Sebuah survei global terbaru yang dirilis pada tahun 2024, "Global Public Opinion on Artificial Intelligence (GPO-AI)", memberikan gambaran mengejutkan.
Survei yang melibatkan 1.000 responden dari 21 negara ini menunjukkan bahwa masyarakat dunia punya pandangan yang sangat berbeda soal risiko otomatisasi.
Indonesia Paling Cemas, Jepang Paling Santai
Hasil survei ini menempatkan Indonesia di urutan teratas sebagai negara yang paling cemas.
Sebanyak 76 persen responden dari Indonesia percaya pekerjaan mereka berisiko digantikan oleh komputer atau mesin dalam satu dekade ke depan.
Angka ini hampir sama dengan India (75 persen) dan Pakistan (72 persen), yang juga punya kekhawatiran tinggi.
Laporan GPO-AI menyebutkan, kekhawatiran ini muncul karena adopsi teknologi yang cepat, sementara perlindungan untuk pekerja masih terbatas.
Hal ini berbeda jauh dengan negara maju. Di Jerman, hanya 34 persen responden yang cemas.
Bahkan di Jepang, tingkat kekhawatiran terendah tercatat, hanya 5 persen responden yang yakin akan kehilangan pekerjaan karena AI.
Kekhawatiran Lebih Besar untuk Generasi Mendatang
Satu hal yang menarik dari survei ini adalah, banyak responden merasa anak-anak mereka dan generasi mendatang jauh lebih rentan terhadap ancaman AI daripada diri mereka sendiri.
Sekitar separuh responden global khawatir pekerjaan mereka bisa hilang dalam 10 tahun, tapi kekhawatiran itu melonjak drastis saat menyangkut masa depan anak cucu mereka.
Ini menunjukkan bahwa ketakutan terhadap AI bukanlah isu tunggal. Ada faktor ekonomi, budaya, dan kebijakan yang memengaruhi cara pandang setiap orang.
Bagi Indonesia, hasil survei ini bisa jadi alarm. Daripada hanya larut dalam kecemasan, para pekerja perlu mulai meningkatkan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Jadi, gimana menurut kamu? Apakah kamu termasuk dalam 76 persen yang merasa khawatir?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Peringkat FIFA Oman vs Indonesia Malam Ini: Jika Menang, Seri, atau Kalah, Posisi Timnas Garuda Bisa Berubah
- 2iPhone 18 Pro Bocor di Internet, Warna Dark Cherry Jadi Daya Tarik Utama
- 3Barcelona Siapkan Siasat Licik: Tawar Rashford Rp 260 Miliar, MU Dipojokkan Demi Bebaskan Gaji
- 4Tanda Bansos Kamu Sudah Diterima dan Siap Diambil! Lakukan Cek dengan 3 Cara Mudah Ini
- 5Terungkap! Ini Alasan Thom Haye Tidak Diturunkan Saat Indonesia vs Oman, Ternyata Masih Jalani Sanksi FIFA
- 6Man City dan Bayern Saling Sikut Rekrut Bek Chelsea, Maresca Ingin Reuni dengan Mantan Anak Buah
- 7Terungkap! Ini Alasan Layvin Kurzawa Tinggalkan Persib Bandung! Dua Pemain Asing Lain Segera Menyusul?
- 8Shearer Buka Suara: Sandro Tonali Bisa ke MU Jika Dua Syarat Ini Terpenuhi, Bandrol £90 Juta!
- 9Gagal Move On, Manchester United Siap Bajak Elliot Anderson dari Bawah Hidung City
- 10Morgan Rogers Siap Gabung Arsenal, Roy Keane: 'Dia Mengingatkan Saya pada Paul Gascoigne'







