Siap Dilalui Arus Mudik dan Balik, Jalur Pantura Sayung Demak Sudah Bebas dari Rob dan Banjir

JATENG.AKURAT.CO, Pada puncak arus mudik Idul Fitri 2025, Oprasionalisasi Jalan Nasional Sayung Demak meminimalkan dampak terhadap arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Namun beberapa waktu belakang, jalan Pantura yang menghubungkan wilayah barat dan timur Pulau Jawa itu sempat tergenang banjir dan rob.
Akhirnya, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY melakukan upaya sigap dalam menangani genangan air dan rob di sepanjang Kecamatan Sayung.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Doddy Hanggodo yang meninjau lokasi, memberi apresiasi terhadap langkah yang telah dilakukan BBPJN Jateng-DIY khususnya untuk mengamankan jalur mudik.
Kepala BBPJN Jateng-DIY Khusairi menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiagakan berbagai sarana dan prasarana guna mengantisipasi dampak genangan air.
"Kami telah menyiagakan mobil crane derek untuk membantu kendaraan yang mogok akibat genangan air. Pada tanggal 26 dan 27 Maret lalu, mobil crane derek telah beroperasi untuk menarik kendaraan yang terjebak genangan," jelasnya, Senin (31/3/2025).
Selain itu, langkah preventif lainnya telah dilakukan melalui pemasangan CCTV di titik lokasi KM 8+400 Sayung yang memungkinkan pemantauan kondisi jalan secara real-time.
Informasi ini digunakan untuk mendukung pengaturan lalu lintas yang lebih efektif.
Termasuk kemungkinan dilakukannya satu jalur contraflow untuk mengurangi antrian akibat perlambatan kendaraan yg melintasi genangan rob apabila kondisi benar-benar darurat.
"Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Lalu Lintas dan Dinas Perhubungan untuk melakukan rekayasa lalu lintas jika kondisi semakin memburuk. Rambu peringatan juga telah disiapkan di lokasi strategis, seperti di pertigaan Genuksari, untuk pengalihan arus jika diperlukan," tambah Khusairi.
Meskipun jalur alternatif telah disiapkan, masyarakat tetap lebih memilih menempuh jalur yang tergenang karena dinilai lebih cepat dan langsung menuju tujuan mereka.
Hal ini juga menjadi perhatian Menteri Doddy yang menyaksikan langsung animo masyarakat yang menempuh jalur pantura Demak meski tergenang pasca hujan deras dan rob.
Meski sempat terjadi kepadatan arus menuju arah Surabaya, penanganan yang sigap membuat kondisi lalu lintas berangsur normal.
Menteri Doddy menegaskan bahwa penanganan ini menjadi prioritas mengingat ruas jalan Kaligawe dan Sayung merupakan jalur vital bagi arus kendaraan logistik dan masyarakat yang bepergian ke wilayah timur Pulau Jawa, sehingga solusi jangka panjang sangat penting.
"Kita dari PU sedang membangun tanggul laut yang diintegrasikan dengan jalan tol yang Insya Allah tahapan timbunan konstruksi tanggul laut ini akan mencapai stage 2 (dari total 6 stage timbunan) sekitar bulan Desember tahun ini. Timbunan itu nantinya sudah mampu berfungsi menahan rob air laut, sambil kita melanjutkan penyelesaian struktur utama tanggul dan jalan tolnya. Sementara waktu ya kita tangani tahap demi tahap," ujar Menteri Doddy.
Menteri Dody juga meminta koordinasi yang intensif agar terus dilakukan antara BBPJN Jateng-DIY, BBWS Pemali Juana, Kepolisian, Perhubungan dan Pemerintah Daerah terkait untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan aman pagi pengguna jalan.
Dalam kunjungan tersebut, turut mendampingi Kepala BBWS Pemali Juana Fikri Abdurrachman, Kepala Bidang Preservasi I BBPJN Jateng-DIY Tri Bakti Mulianto, Kepala Bidang Preservasi II Aris Rudianto Nugroho, Kepala Satker PJN Wilayah III Provinsi Jawa Tengah Yanuar dan PPK 3.1 Provinsi Jawa Tengah Iwan Susanto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional








