Menkes Budi Gunadi Dorong Kasus Perundungan di Undip ke Ranah Hukum

AKURAT.CO, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan komitmennya untuk mendorong kasus dugaan perundungan di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, yang berujung pada bunuh diri seorang mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), agar diproses secara hukum.
Budi menegaskan bahwa kasus perundungan ini harus ditangani dengan serius untuk memberikan efek jera bagi pelaku.
"Bagaimana kasus 'bullying' itu nanti berkaitan dengan isu hukum, saya serius, saya benar-benar akan mendorong kasus ini ke ranah hukum agar ada hukuman maksimal bagi pelakunya. Ini penting agar ada efek jera," ujar Budi Gunadi di Kompleks Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito, Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu 28 Agustus 2024
Baca Juga: Erick Thohir Puji Kemenangan Bersejarah Timnas U-20 atas Argentina di Seoul Earth On Us Cup 2024
Budi juga menyatakan bahwa tanpa adanya proses hukum yang tegas, sistem dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) akan sulit diperbaiki.
"Jika tidak ada tindakan hukum, para pejabat tinggi pun mungkin tidak akan mengambil tindakan untuk memperbaiki sistem," katanya.
Meski belum memberikan penjelasan rinci terkait hasil investigasi kasus ini, Budi menegaskan bahwa dirinya sudah sangat memahami apa yang terjadi dalam kasus ini.
"Dari apa yang saya lihat, semuanya sudah jelas, termasuk dari 'whatsapp'-nya," ungkapnya.
Budi juga mengungkapkan bahwa dirinya telah bertemu langsung dengan keluarga mendiang Aulia Risma Lestari, mahasiswi PPDS Undip yang menjadi korban perundungan.
Pertemuan ini memberikan Budi banyak informasi penting mengenai kasus tersebut, termasuk riwayat percakapan di media sosial dan berbagai catatan lainnya.
"Kami sudah menyerahkan hasil investigasi internal dari Kemenkes kepada pihak kepolisian.
Tim investigasi kami telah mendapatkan sejumlah dokumen, mulai dari riwayat percakapan WA, catatan, hingga rekaman yang berkaitan dengan kasus ini," jelas Budi.
Lebih lanjut, Budi menekankan bahwa menghilangkan praktik perundungan dalam pendidikan dokter spesialis adalah salah satu mimpinya yang harus terwujud.
Ia menyatakan bahwa ini adalah salah satu cara untuk menghormati keluarga korban, terutama setelah upayanya untuk menyelamatkan ayah dari Aulia Risma Lestari tidak berhasil.
"Setelah ayah mendiang Aulia wafat, saya berharap mimpi saya untuk menghilangkan praktik 'bullying' yang tidak manusiawi ini dalam pendidikan dokter spesialis bisa tercapai secepat mungkin," ujar Budi.
Sebelumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa pihaknya akan mengumumkan hasil investigasi terkait kasus dugaan perundungan di Undip pada minggu ini.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Yadea RS20 Resmi Dijual Rp16,6 Juta, Motor Listrik Retro Bisa Tempuh hingga 80 Km
- 2Apakah Besok Senin 24 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama Maulud Nabi? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Angin Segar Liverpool! PSG Mulai Luluh, Dua Bintang Siap ke Anfield
- 4Arsenal Siap Korbankan Gabriel Jesus, Napoli Bergerak Cepat! Como Bidik Striker Chelsea! Bursa Transfer Eropa Memanas
- 5Persib Juara Dewata Challenge Series 2026! Bangkit dari Ketertinggalan, Obati Kegagalan di Piala Presiden
- 6Chelsea vs Manchester United: Duel Perburuan Gelandang Prancis Manu Koné
- 7Barcelona Beralih ke Gyokeres setelah Alvarez Buntu, Arsenal Siap Melepas?
- 8Jamie Gittens Diprediksi Bertahan di Chelsea Usai Roma Beralih ke Target Lain
- 9Manchester United dan Arsenal Dapat Angin Segar di Bursa Transfer Bek Brugge
- 10Bom! Al Hilal Sepakat dengan Pedro Neto, Chelsea Siap Lepas dengan Harga €60 Juta









