Pesona Dibalik Nama Desa Pacar Peluk: Sejarah dan Asal Usul Nama Desa yang Sangat Unik di Jombang

AKURAT.CO Sejarah, Jika Anda berkunjung ke Jombang, Jawa Timur, jangan lewatkan untuk menjelajahi keindahan dan keunikan Desa Pacar Peluk.
Terletak di Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, desa ini tidak hanya memiliki nama yang unik tetapi juga kisah sejarah yang menarik di baliknya.
Asal Nama Pacar Peluk
Kepala Desa Pacar Peluk menceritakan cerita yang diyakini sebagai asal muasal nama desa ini.
Cerita ini berawal dari kedatangan seorang pengembara bernama Mbah Wonoyudo dari Jawa Tengah, yang bersama Mbah Kalam, menebang hutan untuk dijadikan tempat tinggal.
Di sekitar hutan tersebut, mereka menemukan banyak pohon pacar kuku, sehingga tempat itu diberi nama Dusun Pacar.
Kisah berlanjut ketika Mbah Wonoyudo menikah dan memiliki empat anak.
Mereka bertemu dengan seorang pertapa dari Perak Jombang yang sedang bersemedi di bawah pohon mangga.
Pertapa tersebut membawa bekal beberapa kepal nasi, yang dimakan menggunakan tangan dalam Bahasa Jawa disebut "puluk".
Peristiwa ini menjadi inspirasi bagi Mbah Wonoyudo untuk memberi nama wilayah barunya dengan Dusun Peluk.
Baca Juga: Perjalanan Gedung Juang 45 Bekasi: Saksi Perjuangan dan Museum Sejarah
Perkembangan dan Persatuan
Pada zaman penjajahan Belanda pada tahun 1870-an, Prawiroyudo alias Mbah Konde, cucu dari Mbah Wonoyudo dan putra dari Wiroyudho, menjadi lurah atau kepala desa pertama di Pacar Peluk.
Mbah Konde, sosok yang sakti dan kaya raya, menggabungkan Desa Pacar dengan Desa Peluk, serta membangun Balai Desa yang megah seperti model Keraton.
Ia memimpin desa hingga wafat, dan makamnya yang terletak di desa tersebut menjadi saksi bisu dari sejarah yang berharga.
Meskipun banyak yang mengetahui tentang makam Mbah Konde, namun pengunjungnya cukup sepi.
Lokasinya yang sejuk dan damai seringkali hanya didatangi oleh beberapa warga yang membersihkan sekitar makam.
Namun, warisan sejarah dan budaya yang ia tinggalkan tetap menjadi bagian penting dari identitas Desa Pacar Peluk yang kaya akan cerita dan nilai-nilai tradisional.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










