RS Cepoko Sudah Berporasi, Warga Gunungpati Tak Perlu Bingung Lagi

AKURAT.CO, Kesulitan warga Kecamatan Gunungpati Kota Semarang dalam mengakses layanan rumah sakit sudah ada solusi dengan diresmikannya RS Cepoko.
Pasalnya, sebelum ada RS Cepoko, warga sekitar harus pergi jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan modern.
Komisaris Utama RS Cepoko Semarang Anang Budi Utomo mengatakan, sebelumnya warga di sekitar Cepoko, Kandri, Sekaran, dan sekitarnya minimal harus menempuh jarak 10 KM jika ingin mengakses layanan rumah sakit.
Baca Juga: Polres Purbalingga Ringkus Tiga Pelaku Pencurian di PT Sung Chang
"Warga sekitar biasanya ke RSUD Ungaran. Lalu, kalau ke rumah sakit di tengah kota, jarak paling minim 10 KM. Padahal kalau perlu pertolongan, harus segera," kata Anang yang juga sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang.
Anang sendiri berinisiatif mendirikan Rumah Sakit berangkat pada tahun 2016 lalu bersama empat rekannya. Saat itu, dia dan temannya mendirikan rumah sakit karena kesulitan warga sekitar mendapat layanan kesehatan.
Kemudian akhirnya pihaknya membebaskan lahan seluas 6.800 meter persegi dan dimulailah peletakkan batu pertama lalu dilanjutkan pembangunan.
Baca Juga: Polresta Banyumas Amankan Enam Remaja Anggota Geng Motor yang Bentrok Gunakan Senjata Tajam
Pembangunan sempat terhenti di 2020 karena pandemi covid. Pembangunan dimulai kembali pada 2022 dan puncaknya pada hari ini telah beroperasi.
"Kita lihat di Kecamatan Gunungpati belum ada rumah sakit. Melalui rumah sakit ini, kami ingin berpartisipasi dalam kesejahteraan dan kesehatan masyarakat," ujarnya.
Sehingga melalui hadirnya rumah sakit ini dia optimis masyarakat mudah mendapatkan layanan kesehatan.
Dia menuturkan saat ini ada 17 pemilik rumah sakit tersebut, termasuk dia. 90 persen diantaranya merupakan tenaga medis.
Baca Juga: PMI Grobogan Dirikan Dapur Umum Untuk Korban Banjir Grobogan, 1350 Nasi Bungkus Dibagikan
"Sehingga kita yakin bisa memberikan pelayanan prima," terang dia.
Dia memastikan fasilitas di rumah sakitnya lengkap. IGD dan sejumlah poli juga beroperasi. Pasien pun akan tercover BPJS.
"Walau belum ada kerjasama dengan BPJS, tapi bisa dicover BPJS," ucapnya.
Direktur Utama RS Cepoko Semarang dr Muhammad Ridwan mengatakan di RS Tipe D ini, ada IGD untuk rawat jalan dan emergency. Adapula poli rawat jalan.
Baca Juga: Menelusuri Sejarah dan Keagungan Masjid Agung Surakarta: Masjid Peninggalan Kerajaan Mataram
"Kami ada poli bedah, poli mata, poli gigi, poli penyakit dalam dan lain-lain. Sesuai standart," jelasnya.
Dia menuturkan ada 52 kamar pasien, termasuk kamar VIP. Lalu ada juga ruang ICU, PICU, NICU.
Direktur PT RS Cepoko dr Ivo Devi Krityam mengatakan RS Cepoko memiliki keunggulan operasi ambeyen tanpa opname.
"Keunggulan kami, ambeyen bisa ditali atau dipotong pakai radio frekuensi atau dengan laser. Kalau dengan laser belum umum. Kalau di Jakarta sudah biasa. Operasi tanpa opname, bisa rawat jalan," kata Ivo.
RS Cepoko sendiri telah diresmikan oleh Walikota Semarang Heverita G Rahayu pada Rabu (7/2/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










