Sambut Bonus Demografi, Azil Maskur Optimis, GP Ansor Dibawah Addin Jauharuddin Mampu Mewujudkan Kemandirian Organisasi

AKURAT.CO, Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) sebagai organisasi kempemudaan terbesar di Indonesia mempunyai tanggung jawab yang juga sangat besar untuk ikut mensukseskan keberhasilan memanfaatkan bonus demografi.
Hal tersebut diungkap oleh M Azil Maskur selaku Ketua Kaderisasi PW GP Ansor Jawa Tengah pada Minggu (4/2/2024).
Apalagi GP Ansor telah usai melaksanakan Kongres yang berakhir pada Sabtu (3/2/2024) kemarin dengan terpilihanya Addin Jauharuddin sebagai ketua umum menggantikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
Kongres GP Ansor sendiri dilaksanakan dengan cara unik, yaitu bertempat di Kapal Laut bernama KM Kelud yang berlayar dari Tanjung Priuk Jakarta menuju Tanjung Mas Semarang selama tiga hari.
Baca Juga: Makam Massal di Kampung Plumbon, Semarang: Kehidupan dan Misteri di Balik Pemakaman yang Dilupakan
Kongres semacam ini baru pertama kali dilakukan mengingat belum ada organisasi ataupun partai politik mengadakan kongres di dalam kapal yang berlayar di tengah laut.
Addin sendiri sebelumnya menjabat sebagai bendahara umum GP Ansor. Pernah juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) tahun 2018-2022.
Dia juga pernah menjadi komisaris PT Pos Indonesia. Pada tahun 2011-2014, Addin juga menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII).
Selain itu, Addin Jauharuddin juga pernah tampil dalam podcast Akuratalk besutan tim akurat.co. Addin memaparkan buku karyanya yang berjudul "Awas Digulung Sejarah; Warisan Sang Pemimpin; Pikiran dan Tindakan Presiden Jokowi". Link podcast bisa dilihat di https://youtu.be/mL5XtccMfLA?si=LsLjl-Labo8CO_SM
Setelah terpilih, Addin mengatakan ada dua program besar yang harus terrealisasi oleh GP Ansor di masa kepemimpinannya untuk periode 2023-2027.
Baca Juga: Menang Adu Penalti 4-1, Persedikab Kediri Menuju Final Liga 3 Jatim
"Ada dua program besar yang menjadi perhatian ke depan. Pertama, pembangunan sumber daya manusia. Kedua, membangkitkan ekonomi kader dan organisasi,” ujar Addin di Semarang.
Melihat latar belakang Addin yang cukup mentereng baik di dunia profesional maupun kepemudaan, M Azil Masykur sepakat dengan pernyataan Addin dan menatap optimis.
"Sepakat dengan pernyataan Sahabat Addin Jauharudin," ujar Azil yang juga Wakil Dekan Fakultas Hukum UNNES.
Dosen sekaligus peneliti di kampus kuning Gunungpati ini menjelaskan pentingnya membangun kapasitas generasi muda melalui kemandirian organisasi.
"Program-program terkait pembangunan kapasitas SDM Kader dan Pembangunan Kemandirian Ekonomi Kader maupun Kemandirian Organisasi menjadi kebutuhan utama organisasi dalam menyongsong puncak bonus demografi," ujar pria yang sedang menempuh doktoral bidang hukum ini.
Bunus Demografi memang menjadi kabar gembira bagi Indonesia. Namun tanpa persiapan matang, bonus demografi akan sia-sia. Harapan itu harus diwujudkan oleh GP Ansor yang memiliki kurang lebih 30 juta kader di seluruh Indonesia.
"Pada Tahun 2030 diprediksi akan terjadi bonus demografi, maka GP Ansor sebagai organisasi kepemudaan memang harus berkontribusi terhadap keberhasilan memanfaatkan bonus demografi ini," jelas Azil.
Azil menjelaskan bahwa dua program besar GP Ansor di bawah kepemimpinan Addin cukup selaras dengan program pemerintah.
"Program ini juga selaras dengan program Presiden Joko Widodo, dimana kedepan pemuda harus tampil aktif dalam mengawal pembangunan bangsa," tuturnya.
Sebagai Ketua Kaderisasi PW GP Ansor Jawa Tengah, Azil siap mensukseskan rencana besar Addin Jauharuddin tersebut.
"PW Ansor Jawa Tengah terutama bidang kaderisasi siap mensukseskan rencana Ketua Umum terpilih melalui kerja-kerja kaderisasi yang kedepan lebih kita arahkan untuk menambah kapasitas SDM Kader dan pemberdayaan ekonomi kader demi mewujudkan kemandirian organisasi dan berkontribusi pada kemajuan bangsa," tandasnya.
Azil juga sudah menyusun materi kaderisasi untuk menerapkan prinsip-prinsip kemandirian organisasi melalui tahapan kaderisasi yang tercantum dalam kurikulum yang telah ditetapkan.
"Sebenarnya dalam Materi Kaderisasi di PW Ansor Jawa Tengah telah lama menyisipkan menerapkan materi Kemandirian Organisasi baik di PKL atau Susbalan. Jadi ini releated dengan program ketum terpilih. Kedepan tinggal kita tajamkan materinya," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










