Contohkan Debat Cawapres, Mbak Ita Ajak Pelajar SMA Semarang Belajar Kepemimpinan dan Membuat Program OSIS

AKURAT.CO, Walikota Semarang Hevearita G Rahayu mencontohkan bagaimana seorang calon presiden dan wakil presiden menyusun program dan memperdebatkan dengan kandidat lain.
Tujuan wanita yang akrab disapa Mbak Ita agar supaya remaja SMA berusia 17 tahun yang notabene pemilih paling pemula tidak Golput.
Selain itu, Mbak Ita juga ingin mereka belajar kepemimpinan dan menyusun program.
Baca Juga: 84 Motor Balap Liar dengan Knalpot Brong di Jalur Lingkar Pati Disita Polisi
"Di Kota Semarang yang anak-anak umur 17 tahun kita dorong untuk tidak jadi golput. Kita dorong kalian belajar untuk memilih pemimpin masa depan. Kita melihat ada debat Cawapres. Belajar bagaimana seorang pemimpin harus bisa membuat program-programnya yang akan dibawa," kata Mbak Ita, Senin (22/1/2024).
Sebelumnya, Mbak Ita hadir dalam acara Semarang Leadership Project Danadyaksa Sadajiwa Bagi Forum Komunikasi OSIS Kota Semarang, Minggu (21/1/2024).
Semarang Leadership Project Danadyaksa Sadajiwa adalah salah satu wujud penerapan Undang-Undang RI Pasal 9 Nomor 40/2009 tentang Kepemudaan, menyatakan bahwa pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat berkewajiban untuk bersinergi dalam melaksanakan pelayanan kepemudaan.
Baca Juga: Mengurai Hubungan Green Inflation dengan Protes Rompi Kuning di Prancis
Mbak Ita berharap acara ini dapat mempersiapkan Gen Z sebagai pemimpin pada Indonesia Emas di tahun 2045 nanti.
"Semoga ini menjadi satu program dari pemerintah melalui Dinpora (Dinas Pemuda dan Olahraga) ini menjadikan anak-anak menjadi seorang leader yang sangat luar biasa, menjadi seorang pemimpin masa depan yang nantinya akan melanjutkan kepemimpinan yang sekarang," tandas Mbak Ita.
Pada acara tersebut Mbak Ita berkali-kali menekankan pentingnya leadership (kepemimpinan).
Baca Juga: Viral Video Buruh Indonesia di Korea Selatan Spill Gaji, Buat Netizen Kebingungan dan Terkaget
Mbak Ita mendorong anak-anak muda di Kota Semarang untuk mempersiapkan keterampilan sebagai pemimpin.
"Leadership Project Forum Komunikasi OSIS ini bertujuan untuk menambah bekal generasi muda untuk menjadi seorang pemimpin yang tentunya dibutuhkan oleh mereka (anak-anak muda). Mereka sudah punya pondasi dari sekolah masing-masing karena merupakan pengurus OSIS di mana salah satu tugasnya mengelola dan mengkoordinir teman-temannya sendiri," ujar Mbak Ita, panggilan akrab wali kota Semarang.
Meski telah belajar kepemimpinan lewat organisasi OSIS , menurut Mbak Ita, anak muda tetap harus belajar langsung dari anak muda lainnya yang berpengalaman tentang kepemimpinan.
Baca Juga: Sejarah Kuliner Nusantara: Getuk, Sebuah Camilan Khas Jawa dengan Keunikan dan Filosofi yang Menarik
Karena itu, pada acara tersebut dihadirkan narasumber-narasumber yang kompeten untuk membagikan pengalamannya, termasuk konten kreator.
"Kita tahu sekarang namanya anak-anak Gen Z membutuhkan ruang, membutuhkan teman yang sebaya atau yang sama. Kadang-kadang mungkin mereka dikasih tahu orang tua belum tentu apa ya istilahnya sama pemahamannya, sama mindsetnya sehingga dibutuhkan rekan-rekan sebaya mereka (anak muda) yang mungkin sudah mempunyai pengalaman lebih untuk bertukar pikiran," imbuh mbak Ita.
Pada kesempatan tersebut, Mbak Ita juga mengajak anak-anak muda untuk turut aktif mengamati rangkaian acara pemilu yang saat ini tengah berlangsung.
Menurutnya, memahami proses demokrasi sangat dibutuhkan bagi seorang pemimpin ke depannya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







