Kendalikan Inflasi Kota Semarang, Mbak Ita Tidak Tinggal Diam Dengan Luncurkan Berbagai Program

AKURAT.CO SEMARANG - Kenaikan harga bahan pokok di masyarakat terus merangkak.
Pemerintahpun tidak tinggal diam, berbagai program dilakukan agar daya beli masyarakat terhadap bahan pokok memadai.
Program-program pengendalian harga juga gencar dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang. Terutama program-program yang duluncurkan oleh Walikota Semarang Hevearita G Rahayu seperti Pandawa Kita.
Mbak Ita sendiri pada Rabu (15/11/2023) meresmikan kios Pandawa Kita bersama TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) sekaligus membuka pertemuan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan di Pasar Kanjengan Johar.
"Pandawa Kita ini disuport Pemprov Jateng dan BI (Bank Indonesia) untuk mempermudah masyarakat mendaptkan bahan pokok dan menekan harga," ujar Walikota yang akrab disapa Mbak Ita dalam sambutannya.
Sekain itu, Mbak Ita juga optimis dengan ketersediaan pangan di kotanya karena masih memiliki lahan pertanian yang cukup luas. Apalagi, melalui Badan Usaha Milik Petani (BUMP) pendistribusian bahan pangan dari petani ke masyarakat jadi lebih tertata.
"Badan Usaha Milik Petani di Kota Semarang cukup produktif karena masih memiliki lahan sawah seluas kurang lebih 2000 hektar dan lahan pertanian seluas 3000 hektar," tuturnya.
Baca Juga: Bersiap Menonton dan Dihibur Penampilan Kahitna dan Nidji di Event Musik The Fest
Selain itu, aset lahan milik Pemkot Semarang yang berupa bengkok bisa dimanfaatkan oleh petani untuk meningkatkan hasil pertanian.
"Kami akan suport 10 persen aset pemkot untuk kegiatan pertanian," jelasnya.
Baca Juga: Kaligawe-Genuk Tergenang Banjir, Mbak Ita: Dua Rumah Pompa Air Tidak Bekerja Maksimal
Dalam program Pandawa Kita ini, Mbak Ita menjelaskan dirinya akan mengoprasikan aplikasi Siharpa (Sistem Informasi Harga Pangan) agar masyarakat bisa langsung mengakses informasi harga-harga pangan yang tersedia.
"Kami akan mengoprasikan aplikasi siharpa yang menghubungkan informasi pertanian dengan sekolah-sekolah. Di mana lahan-lahan di sekolah sudah menjalankan program urban farning dan hasilnya bisa langsung dijual," tuturnya.
Baca Juga: Berikut 4 Rekomendasi Cafe di Lembang Bandung dengan Pemandangan Indah Buat Nongkrong
"Jadi masyarakat bisa mendapatkan bahan-bahan pokok dari petani Kota Semarang sendiri," tandasnya.
Mbak Ita mencanangkan bahwa Pandawa Kita akan menjadi food station layaknya di kota-kota besar lainnya, salah satu contohnya di Jakarta.
"Jadi Pandawa Kita ini akan menjadi embrio food station di Kota Semarang yang bisa mengendalikan inflasi terutama harga pangan seperti Jakarta yang walaupun Kota Besar tapi mampu mengendalikan inflasi," jelasnya.
"Food station itu bukan hanya mengendalikan inflasi dari sektor pertanian tapi juga sektor peternakan," tutupnya.
Dalam acara tersebut, hadir pula tim Satgas Pangan, TPID, serta BUMP yang datang dari Kutai Kalimantan Timur.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









