Jateng

22 Pelajar di Semarang Ditangkap Terlibat Tawuran dan Kepemilikan Senjata Tajam

Afri Rismoko | 25 Oktober 2023, 16:42 WIB
22 Pelajar di Semarang Ditangkap Terlibat Tawuran dan Kepemilikan Senjata Tajam

AKURAT.CO, Polrestabes Semarang berhasil mengamankan 22 siswa dari berbagai SMP dan SMA/SMK di Kota Semarang pada 22 Oktober 2023. Para siswa ini dicurigai sebagai anggota gangster yang terlibat dalam aksi tawuran yang meresahkan warga di beberapa lokasi strategis di Ibu Kota Jawa Tengah.

Wakapolrestabes Semarang, AKBP Wiwit Ari Wibisono, mengungkapkan bahwa para siswa yang masih mengenakan seragam sekolah saat ditangkap, terlibat dalam tindak pidana kepemilikan senjata tajam.

“Kami berhasil mengamankan mereka setelah menerima laporan tentang tawuran di Cilosari, Semarang Timur; Tambak Dalam, Semarang Utara; dan Jalan Suratmo, Semarang Barat,” jelas Wiwit pada konferensi pers di Semarang, Rabu, (25/10/2023).

Baca Juga: Penguatan Ideologi Pancasila, Salah Satu Upaya Pj Bupati Kudus Tangkal Paham Radikalisme

Berhasil diidentifikasi berkat kerja keras tim kepolisian, sebagian besar pelaku akhirnya dapat ditangkap. Mereka diketahui telah membuat janji untuk bertemu dan bertawuran dengan kelompok rival.

“Selain 22 siswa yang telah kami amankan, kami juga telah mengidentifikasi siswa lain yang diduga kuat merupakan bagian dari kelompok gangster ini,” tambah Wiwit.

Tanggung Jawab Hukum dan Pencegahan

Para siswa yang terlibat dalam kegiatan meresahkan ini kini harus menghadapi konsekuensi hukum. Mereka dijerat dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1957 terkait kepemilikan senjata tajam.

Baca Juga: Kapolda Jateng Ajak Media Ciptakan Suasana Damai Jelang Pemilu

Dalam upaya pencegahan dan penanggulangan tawuran di masa depan, Polrestabes Semarang telah meningkatkan intensitas patroli rutin di lokasi-lokasi yang dianggap rawan tawuran.

Tidak hanya kepolisian, orang tua dan pihak sekolah juga diminta untuk turut serta dalam mengawasi dan membimbing anak-anak.

“Kami mengharapkan peran aktif dari orang tua dan guru untuk memastikan anak-anak kita terhindar dari kegiatan negatif seperti tawuran,” tegas Wiwit.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A